spasi spasi

Bagai kumpulan text, perlu ruang kosong untuk dapat membacanya dengan jelas.

Bagai lokasi, perlu jarak untuk membuatnya tidak sesak.

Bagai runutan peristiwa, perlu jeda untuk mampu mengenang episode yang sudah dilalui.

Bagai gerak, perlu kejap tarikan nafas untuk terus melaju

Monday, December 17, 2007

Friday, December 14, 2007

The Truth

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Menjelang hari-hariku menjadi Nyonya yang resmi dari seorang bujangan, aku selalu bertanya pada diriku, dan pertanyaan ini aku share ke sahabat-sahabatku. Kutanya begini ...
'Bisa ga ya, aku married, chemistry nya sepertinya belom 100 % full. Apalagi cinta. wedeuuuww..'
. Dan sahabatku selalu menjawab,itu ga penting, hanya butuh nilai 4 (dari skala 10). Karena sisanya akan hadir setelah mitsaqon ghalizha terucap, dan itu adalah suatu bentuk yang berkah.

Dan... setelah 1 Desember 2007 itu, saat ada penyematan nama pria di belakang namaku, cinta itu kemudian hadir... Bagai air, tidak kita sadari hadirnya, tetapi sudah mengalir, merembes, bahkan menembus relung hati yang paling halus sekalipun. Tanpa paksaan dan semuanya sungguh indah terjadi.

Pliz, jangan berfikir bahwa cinta kami yang baru berumur 2 pekan ini hanya dipenuhi bunga aneka warna yang harum mewangi. Kami juga pernah mendapati 'pohon kaktus' lengkap dengan durinya. Dan Subhanallah ... ternyata duri itu semakin menegaskan bahwa kami saling membutuhkan.

Ya Rabb, perjalanan ini begitu penuh warnanya. Dan kami memilih bahwa semua hitam putih merah biru kuning hijau pink warna-warna tersebut adalah keindahan di mata kami. Berkahilah dan kuatkan ikatannya Ya Rabb...

WA Lt. 11 jam 9.43 tanggal 14/12/2007

Wednesday, December 12, 2007

Konsekuensi

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Alhamdulillah ...
1 Desember 2007 di pagi hari yang hangat dan diiringi hembusan angin sejuk, aku resmi menjadi Nyonya dari seorang pria yang aku cintai. Dan Subhanallah ... dalam sekejap segala hal berubah. Yang diharamkan menjadi halal malah bernilai ibadah, keluarga bertambah, aku jadi punya kakak dan adik baru, keponakan baru, dan orang tuaku juga bertambah. yah... orang tua, ladang pahalaku.

Tentunya, semua itu satu paket dengan segala konsekuensi. Aku bahagia dengan bertambahnya saudara, dan aku juga bahagia dengan aktivitasku menyediakan sarapan, menyiapkan baju untuknya, dan ... terlebih lagi, aku memiliki teman yang sangat dekat untuk sharing segala hal, secara terbuka, jujur, dan pengertian.

Ya ALLAH ...
Berkahilah pernikahan kami,
Limpahkan kami upaya untuk menggapai sakinah, mawaddah dan rahmah MU.
Amien

Wisma Antara, 11th Floor
12/12/2007

Thursday, November 22, 2007

Tanggal nya Sudah Fix (Episode Ikhtiar Seoarang Teman, Tamat)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Sebenernya banyak progress dari temanku ini, tapi berhubung malas ngupdatenya, ini aku tulis secara bulky.

Alhamdulillah keluarga besarnya temanku sudah melamar secara resmi ke keluarga besar wanita itu tanggal 4 November 2007 di hari Minggu. Uuuhh... kalo liat foto-fotonya, temanku itu santai banget. Yang dipake kemeja lengan pendek santai, celana panjang hitam, dan sandal [model cowo gitu lahh...]. saltum ga siyh niyh anak.

Sebodo teuing lah. Yang penting, semua keluarga mensupport mereka, dan sang wanita juga cool aja dengan tampilan temanku itu. secara, wanita ini bukan tipe yang demanding. Dia mau dan bisa terima temanku itu apa adanya. romantisnya euy .. suit-suit..

Truz, ijab kabul mereka akan direalisasikan nanti, tanggal 1 Desember 2007 di daerah Jakarta Timur.

Semoga mereka mendapatkan berkah dunia akhirat melalui pernikahan ini yah.
Amien ...

WA Lt. 11 jam 9.26 tanggal 22/11/2007

Wednesday, November 21, 2007

Aku, Sisi yang Lain

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Sisi lainku ...
Senang beraktivitas seorang diri, dengan skala 8 (at most : 10).

Karena aku suka bepergian sendiri, even itu jalan ke mall untuk sightseeing; berenang; makan di warung tenda yang aku pengen; lari pagi; beli makan siang.
Selain itu, aku juga lebih suka di kamar dan menikmati menulis atau bacaanku daripada ngeriung nonton tivi bareng keluarga. Aku tidak nyaman jika musti berbagi kamar tidur, tempat belajar, dan cermin dengan orang lain.

Percaya Diri yang Semu

Karena sangat sering mengikuti kemauan orang lain yang sebenarnya opposite dengan kemauanku. Hanya karena aku ga mau ribut ... Males ngelihat orang misu-misu atau ngambek ga jelas. Sehingga berakibat, apapun yang aku putuskan, selalu ada andil orang lain dalam keputusan itu.

WA Lt. 11 jam 10.53 21/11/2007

Fasenya Memang Seperti Itu ...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Seorang teman (Mr. coolman) tadi malam curhat. memuntahkan semua rasa eneg yang menimpa dia, dan semua pencetusnya adalah pekerjaan.

Sejauh aku menganalisa dia, sangat ekstrim apa yang dia lakukan dulu (di awal dia kerja di perusahaan ini) dan sekarang (tahun ke-2 kontrak kerjanya). Dulu, datang pagi, pulang jam 8 malem, tasking dari orang lain pun dia handle. Sekarang sungguh berkebalikan, pulang jam 4 teng, berani nolak tasking dari pihak lain yang merepotkan dia.

Kenapa bisa gitu?
1. Dia kerja ga ada tujuan yang jelas tentang karier. Karena nasib anak kontrak di perusahaan ini memang tidak dijamin untuk menjadi permanent staff, yang kemudian bisa menggapai karier sampai level ia terpuaskan.
2. Ga ada apresiasi dari atasannya, baik berupa selembar penilaian performansi kerja, ataupun bentuk lain yang lebih special daripada sekedar 'thank you ...'

Trully, yang aku alami juga ga jauh beda dengan dia. Dan ... setiap fase dalam hidup kita adalah pilihan. Mau lanjut dengan kondisi itu, atau keluar. Dan pastinya fase itu musti dilewati setiap orang kan? Esensi hidup itu adalah bagaimana kita mensikapi semua hal yang kita hadapi tho ??? [ngerefer ke artikelnya harun yahya].

Aku ga menyarankan untuk stay atau stuck di tempat itu. Yang aku encourage, baik terhadap diriku sendiri ataupun temanku itu adalah ...
sadarilah bahwa setiap fase itu seperti 2 sisi mata uang : anugerah dan ujian
. Niyh contohnya : seorang single yang married, married nya adalah anugerah, tapi dibalik itu, dia musti dealling dengan kerja keras merubah habit 'single'nya seperti jalan kemana dia suka, bangun siang, un-organized, dll. Jadi, apapun yang kita hadapin saat ini, itu bukanlah sesuatu yang terbuuruk, itu hanya perjalanan, dan akan berganti. Jadi ya jalanin aja, gaperlu ngeluh, kuatin diri, dan sabar. Kalopun mo nangis, nangis lah ke Pembuat Segala Sesuatu Yang Terjadi Itu.

WA Lt. 11 jam 8.10 21/11/2007

Friday, November 16, 2007

Hari dengan Sejuta Bumbu

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i.

Dan ternyata ... hari-hari selanjutnya semakin ehmmm.. terasa berbumbu.
Ada manis, ada asin, asem, sedikit pedas mungkin, tapi insya ALLAH ga ada pahit.

Dan kadang, hari itu ada yang kuisi dengan senyum optimisku yang manis, ada juga dengan derai titik air mata karena terharu, ataupun ganjalan yang tak (mampu / bisa) dikeluarkan. Oh... betapa diri ini menjadi tidak steady, tidak stabil. Kemana percaya dirimu itu ???

Tapi kuyakin, yang menjalani hari-hari berbumbu itu ga hanya aku sendiri. Ada orang lain juga; mereka yang men-support aku dan menyayangi aku.

Semoga, bumbu ke depannya akan lebih dominan rasa manisnya daripada rasa lain.
Amien.

WA Lt. 11 jam 8.25
16/11/2007

Thursday, November 15, 2007

Itu anugerah kita sebaga manusia

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Untuk temanku, bukalah matamu ... tak perlu terlalu lebar karena memang ALLAH memang memberi kapasitas kelebaran optimal untuk mata indahmu [duhh panjang euy]. . bukalah dengan teliti, dan jangan menutup mata saat kau menyaksikan ada hal yang tidak kau inginkan.

Aku ... seperti layaknya perempuan lain, ada kelebihan dan kekurangan.
Kelebihanku ... kuharapkan akan sama-sama kita gunakankan untuk memberi warna cerah pada setiap detik yang akan kita lalui
Kekuranganku ... kuharapkan akan ada uluran tanganmu yang membantuku menjadikan kekurangan itu sesuatu yang menjadi bukan kekurangan. Dan karennya, aku berharap engkau tidak menutup mata dan bersedia menerima kekuranganku itu.

Dan untukmu ...
Kelebihan yang kau miliki akan kupelajari dan akan aku tiru, ajarkan aku yah ...
Kekurangan yang ada padamu ... sama-sama kita benahi.

Toh kita memang diciptakan tidak sempurna untuk kesempurnaan adanya dunia ini kan???
Dan itu adalah karuniaNYA untuk kita, sebagai manusia.

WA Lt. 11 jam 4.37 mid nov 2007

Friday, November 09, 2007

Jumat (Siang Menjelang Sore)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Kusadari, dalam pekan ini...
Jika bertatapan dengan worksheet, aku akan mengantuk.
Tapi jika bertatapan dengan blog event, aku bisa terjaga bahkan sampai berjam-jam.
Apakah ini indikasi aku perlu banting setir jadi penulis total ?????

Just follow the stream, as long as it has direction. :)

9/11/2007 jam 2.57 sore di WA Lt. 11

Friday, November 02, 2007

Loose my 2 Kilos

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Urusan diet, kayanya ga perlu deyh gwe nahan laper atau olah raga meuni heboh pisan. Soalnya, ga terbukti manjur buat bodi gwe yang udah ke-default berat badannya di kisaran lima puluh enam sampe lima puluh delapan.

Tapi tadi pagi pas gwe update bobot, gwe terpesona sendiri... jarumnya menunjuk garis yang kalo dikalimatkan dibaca limapuluhempat. wuidiii.. ini bukan pertanda gwe langsing, tapi bertanda gwe tirus dan cekung. hwaa....

Kalo dievaluasi, ya.. mungkin ada energi yang tersedot untuk mikirin project event yang lagi gwe garap barengan tim, awal Desember nanti.

Ah, sudahlah... let it flow,,, jalanin aja. Malah kata seorang teman, keep going strong aja. Secara, menuju D-Day pastinya diperlukan ketenangan dan persistence yang bagus.

Good luck ya tim. Moga lancar eventnya. Amien

WA jam 6.46 di hari Jumat 2/10/2007

Tuesday, October 30, 2007

MUST TRY

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Kemaren ngobrol dengan Pak Andi...
Bermula dia mau pinjam access card aku untuk bisa masuk ke ruangan ini saat Sabtu / Minggu. Katanya siyh mau ngangkutin barang. Well, kalo ngangkutin barang, asosiasiku langsung tertuju ke 1 kata : resign dari perusahaan ini karena sudah diterima lamarannya oleh perusahaan lain. Bisa jadi loka, atau overseas.

Dan... keluarlah pengakuan dari dia. Bahwa beberapa hari yang lalu dia ngobrol dengan temannya via ruang maya. Temannya itu tinggal di ehm... Timur Tengah la ya.., lupa tepatnya di negara mana. Yang jelas sepertinya siyh udah welfare. Nah... Pak Andi ini terinspirasi dari temannya itu. dan keluarlah filosofi itu ...

kita ga akan tau dunia luar sampai kita masuk ke dunia luar itu. Seperti mobil, kita ga tau kecepatan mobil itu sampai mobil itu kita kendarai dan coba kecepatan maksimalnya.


Well done Pak Andi. Going overseas, ehether for travelling or staying there is also part of my obsession. That's not because I hate this land (well... a bit la ya. tapi kan yang musti disalahin bukan landnya. tapi penghuni land tersebut); it's because I wanna see ALLAH's creatures in the other side of this earth. And... I'm sure, totally sure I can make it. AMIEN !!!

WA 30/10/2007 jam istirahat atau 12.16

Friday, October 26, 2007

Hati Kamu Udah Gitu Siyh ...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Dian : 'Wah... kalo Pak Aang yang kirim email ke buyer ko direspon yah? Kalo gwe kok ngga ya Pak?'
Pak Aang : 'Ya... itu karena hati kamunya aja udah begitu.'
Hani : serasa tertimpa gada menujam hati.

Itu dialog yang terjadi kemaren. Ceritanya begini ...

Kamis adalah hari weekly report nasional buat divisi ku.
Lumayan take a serious attention. Bahkan, email yang biasanya kutunggu pun aku minta untuk di freeze. (he..he.. walopun deep inside my heart I miss it).

Truz... aku juga musti berkoordinasi dengan buyer dari Group Head lain. Dan... aku pernah punya pengalaman yang aga ga enak dengan beberapa personil. Hm, ga exkstrim siyh, kami hanya mendapatkan aroma jutek nya aja. Dan itu wajar, secara mereka hectic di pembuatan dokumen pengadaan plus ditambah diburu-buru pula sama kami. welehh... ya terang aja jadi begitu.

Ini tentang karakterku lagi. Karakter yang kudu dibenahin. Iya... ternyata phlegmatis damai itu cenderung kurang fight ya. Saat suatu waktu aku pernah (berasa) di-banned atau dijutekkin sama orang, aku memilih jalan safe, alias sebisa mungkin ga berhubungan dengan orang itu lagi. Eits... Bukannya marahan atau memutus silatirahim yah. Beda... Ga seperti itu.

Pun dalam interaksi dengan rekan lain. Kalo rasanya dia pernah suatu waktu ga welcome dengan gangguanku maka rasanya malas untuk berinteraksi dengannya. Bahkan dalam mengirim email pun sudah ada prasangka jelek yang seolah berkata : 'Orang ini ga mau diganggu, pasti email gwe ga dibales' . Dan... ternyata prasangka memiliki kekuatan yang luar biasa. Trully, dari beberapa buyer, yang merespon ke aku hanya 1. pfiuuuhhh...

Dan dialog dengan Pak Aang itupun menyadarkan aku untuk jangan berprasangka yang tidak baik ke orang lain. Sebab imbasnya akan terjadi ke diri kita juga.

Nah, Above all, di luar case internal diriku tadi, sepertinya perusahaan ini juga perlu merevisi total workflow nya. Jadi setiap orang yang minta disevis tentang suatu hal, sudah tau apa tugasnya.

OK. Jadi Dian, kapan kamu move dari situ dan cari yang jauuhhh lebih baik. Nantinya amanah kamu akan bertambah lho. Bukan berganti / switch.


WA Lt. 11 jam 8.32 26/10/2007
Setelah makan mie kangkung dan mau makan bolu gulung dari Pak Andi.

Tuesday, October 23, 2007

Mati Gaya

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Masya ALLAH ...
Napa berasa mati gaya begini?
Hawanya memang belom on untuk ngerjain something.
Browsing pun, lagi ga ada suatu topik yang pengen aku oprek.
Nulis pun... yah beginilah... curhatan ga jelas ngalor ngidul.

Errrghhh... Apa mungkin ini sindrom dah lama ga ketemu sama 'ikan sarden'?

Anyway, ada something yang berbeda juga siyh. Tenggorokanku sedang meradang. Udah seminggu lebih sehari... dan belom hilang juga. Aku udah cek ke dokter truz dikasih sekumpulan obat antibiotik untuk dijejalkan ke dalam tubuhku.

Dan pastinya ... sekarang lagi ngantuk. Mata kriyep-kriyep depan komputer.

WA Lt. 11 jam 8.59
23/10/2007

Monday, October 22, 2007

Tulisan ke-100 di Tahun 2007

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Yup.
Inilah posting ke-100 di tahun 2007.
Trully ga ada hal yang (kuanggap) penting untuk ditulis.
Cuma... tulisan ini dibuat berbarengan saat aku lagi mencari cara menikmati under pressure aku. Dan saat yang bersamaan pula, aku musti pintar-pintar menunjukkan wajah cheers up ku padahal sebenernya kelihatan muka-muka orang yang lagi mikirin sesuatu secara dalam. hiks...

WA Lt.11 jam 1.23 PM
22/10/2007

Tips Bersyukur

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Mencoba cerdas bersyukur, saat si Mba tiada di rumah. Semoga bermanfaat.

Alhamdulillah aku ngerjain cucian dan setrikaan tiga bak penuh; sebab berarti ALLAH memberikan aku dan keluarga nikmat pakaian beraneka warna dan model.
Alhamdulillah aku berhadapan dengan tumpukan piring kotor dan bekas panci yang bersantan, sebab itu tandanya ALLAH mengkaruniakan kami sekeluarga dengan makanan yang lebih dari sekedar membuat kami berdiri tegak, dan malahan kami bisa merengkuh pahala dengan men-share nya.
Alhamdulillah setiap hari aku melemaskan tangaku untuk nyapu dan ngepel lantai yang sepertinya setiap saat berdebu; sebab itu adalah bukti ALLAH menyayangi kami dengan merahmati kami dengan tempat berteduh yang nyaman... bukan tenda penampungan.
Alhamdulillah aku musti telaten dan berhati-hati menurunkan pot untuk disiram pohonnya, karena itu adalah tanda sayangnya ALLAH pada kami menganugerahkan si hijau untuk menyejukkan udara dan penglihatan kami... Debu-debi itu sedikitnya bisa di-reduce.
Alhamdulillah aku yang baru rebahan asiq dan santai di lantai musti tergopoh-gopoh saat ada panggilan dari ibu atau bapak yang memberikan instruksi A, B, C, D, E dan seterusnya, karena itu adalah efek dari ridhoNya ALLAH melalui orang tuaku yang masih lengkap dan sehat dan memberi jalan untukku merengkuh ridhoNya.

Makasih ya ALLAH atas semua Rahmat dan Karunia Mu.

22/10/2007
WA Lt.11 jam 8.18
hari pertama ngantor setelah libur lebaran dengan setitik gamang di hati.

Monday, October 08, 2007

Opposite Hope

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Ini istilahku aja. Semoga benar secara grammar. Aku ingin menggambarkan bahwa di setiap fase yang kita lalui, ada saja opposite hope. Dan itu sangat mengganggu dan merugikan karena menguras energi.

Contohnya yang kualami sewaktu mengerjakan tugas akhir. Tentunya, kita pengen banget untuk dapet nilai terbaik. Hanya entah kenapa, si opposite hope itu terkadang menyembul di antara feeling-feeling optimisme. Perasaan was was atau khwatir tidak lulus sidang, harus ganti topik, musti sidang ulang, terkadang datang tanpa diundang. Dan menghabiskan energi untukku memompa semangat keyakinan diri. Oohhh... betapa melelahkan.

Dan yang terbaik yang bisa kita lakukan hanyalah meminta kepada Pengatur Semua Urusan agar segala yang menjadi hajat kita dijadikan suatu kenyataan yang indah.

WA Lt. 11 jam 6.55
8 Oktober 2007
setelah akhir pekan yang sempat dilanda setitik opposite hope.
Lancarklan urusan itu Rabb ku...

Friday, October 05, 2007

Hasil Test Tickle di tanggal 5/10/2007 sore hari

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Sore menunggu teman pulang yang sedang beberes, kucobalah test di tickle. Temanya What shapes your personality?? & here is the result :

katanya : my personality is shaped by social nature. Ini lambang gambarnya :


Trus, isi tulisannya begini :People like you who are strong in Social skills are energized by active involvement in events and in the world around them. You probably enjoy being engaged in a wide variety of activities that keep you "on the go." You're likely to move into action and to make things happen more naturally than some. In addition, you feel at home in most environments and with most people, which makes you easy to be around.

Let's say, for example, that Sheila's dominant personality type is also Social. Because of this winning quality, she is highly valued and sought after when new projects are forming at work. Her colleagues want her on their teams because they know she is a go-getter and works well in groups. In fact, her well-honed networking skills and her natural ability to draw many friends and acquaintances help her land interesting projects.

When Sheila was laid off, she immediately swung into action and started looking for work. In addition to passive job search methods, such as answering want ads, she employed several active methods. She told her former colleagues and all of her friends that she was available and looking for work. She went to local networking events for people in her field. She even started volunteering at a local nonprofit charity, so she would be putting her time to good use and also because she just enjoyed being around other people while her husband was at work. A few months later, Sheila landed a great job she had heard about through a friend of one of the other volunteers at the charity — a contact Sheila would not have made if she weren't such Social type!

While being Social does have its benefits, there are some less positive tendencies associated with being so active and externally oriented. You may find that you don't think things through thoroughly enough before you jump into them. You might also find that you are doing things for the sake of not sitting still, without having any real intentions. If you are troubled by these tendencies, try taking time out to reflect on your life a little bit each day, perhaps in the form of yoga, meditation, or journal writing.

Trus dijelasin lagi my individual mix of personality types :

In addition to analyzing your presiding personality type, Tickle measured the levels you possess of all eight Jungian-based personality typologies. By looking at your scores on the various scales, you can gain a fuller understanding of the subtleties of your unique personality.

We each exhibit all of these eight types to different degrees and in different instances of our lives. However, as individuals, we generally show a preference for some over others. Some people strive to find balance by trying to raise their scores in their lower-scoring areas, while others prefer to shape their lives around what they naturally do best. This is a personal choice and, now that you know more about your psychological makeup, you are better prepared to make that decision. It's up to you to decide the kind of life you want to live!

Social
You scored 7 on the Social scale. This scale measures the extent to which like relating to the external world around you. 70% of the general population gets high scores on this scale.

Intuitive
You scored 7 on the Intuitive scale. This scale measures the extent to which you like to process information through abstract thought. 30% of the general population gets high scores on this scale.

Organized
You scored 7 on the Organized scale. This scale measures the extent to which you like your life to be organized and planned in advance. 50% of the general population gets high scores on this scale.

Fair
You scored 6 on the Fair scale. This scale measures the extent to which you like to base your judgments on objective fact. 60% of the general population gets high scores on this scale.

Expressive
You scored 6 on the Expressive scale. This scale measures the extent to which you value spontaneity and an open-structured existence. 50% of the general population get high scores on this scale.

Logical
You scored 5 on the Logical scale. This scale measures the extent to which you like to process information through your five senses. 70% of the general population gets high scores on this scale.

Compassionate
You scored 5 on the Compassionate scale. This scale measures the extent to which you like to base judgments on what you, subjectively, believe to be right. 40% of the general population gets high scores on this scale.

Reflective
You scored 5 on the Reflective scale. This scale measures the extent to which you like to relate to the internal world within you. 30% of the general population gets high scores on this scale.

Trus ada Take Action nya :
If you decide that you would like to develop some of your less-strong types, try the following five-step method:
1. Identify the type you would most like to develop. You may choose one that you already score well in, or you may choose to develop a lower-scoring type.
2. Read the short description about the mix of qualities in this type and think about the ways that it describes you and the ways that it doesn't.
3. Draw a line down the center of a piece of paper. On one side of the line, write all of the things you already do that exhibit that type. On the other side, write down all of the things that you could do in your life that would express this quality more than you currently do.
4. Visualize yourself in a situation in which you are exhibiting this type. The more you visualize how you want to change and grow, the more likely it is that this change will occur.
5. Keep the list you created in step three in a place where you will see it often. Perhaps by a mirror or on your refrigerator. Even if you think you don't see it, your subconscious mind will pick up on it.

Ada juga How Others See You
When it comes to the image that you project to others, you tend to be seen as a creative or artistic person. Your sensitivity to and appreciation of art or beauty set you apart from the crowd. Whether or not you are skilled in artistic or musical endeavors, people tend to turn to you for a creative outlook or approach to life.

Embrace your inner power to express your experiences in an original way. Whether you are inclined toward the fine arts or you enjoy creative thinking, cooking, dancing, or any number of other forms of expression, you have the imagination it takes to produce great works of originality.

Selanjutnya, Your Personal Outlook
When it comes to the way you see yourself fitting into the world around you, you exhibit a good sense of optimism. You prefer to see life from a positive perspective rather than a negative one, more so than many people. Optimism is the feeling that good things are permanent and that bad things can only get better over time. You tend to believe that good will inevitably win out over evil, that negative things are only temporary, and that the positive aspects of your life are the result of your efforts.

While you may not feel optimistic every waking moment of your life, for the most part you are an optimistic person — and there is power in your optimism. When a skeptic would give up, you keep trying because you believe in yourself and the power of positive thinking. With optimism, you allow yourself to see possibilities and take chances, and these allowances can become incredible resources in less happy times.

Dan terakhir, ada Your Life Focus :
The thing that encourages you most in life — the thing that makes you get up and take action — is the potential you see to make sure your future will be stable, secure, and known. You are probably concerned with stability in many different facets of your life. You take comfort in knowing you're prepared for your future and as such, you take the necessary steps to make your life more predictable. Whether it means setting up a good savings account, educating yourself so you're prepared for your next job, or physically safeguarding your home with alarms and new storm windows, you are on task to make your life secure. It's not that you can't cope with adversity; it's just that you prefer to be prepared for it.

Yah itulah...
Salah satu bentuk test. Satu yang kuyakini, bahwa tiap individu itu punya karakter unik dan dynamic. Mungkin hasil test ku yang sekarang kaya gini. Entah di lain waktu, lain kondisi, bisa jadi aku berubah. Tidak ada yang paling tau diri kita kecuali Pencipta kita. Bahkan diri kita pun harus terus berkenalan dengan diri sendiri, untuk terus tau karakter kita sendiri. Hm... ya, manusia berubah. Suatu saat, kita mungkin kaget menjumpai diri kita yang sekarang jauh berbeda dengan diri kita 5 atau 10 tahun yang lalu, atau bahkan jauh berbeda dengan diri kita yang kemarin.

OK deyh... selamat bertaaruf dengan diri sendiri. Jangan lupa minta guidance sama Pemilik yang Haq atas diri kita yah.

Thursday, October 04, 2007

Great Romantic

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Ini bukan mau ngebahas great romantic nya Pak Tunde, hanya pengen mengemukakan pendapat kalo romantic itu definisinya sangatlah luas.

Sering disimbolkan dengan rose, coklat, warna serba pink, candle light dinner, de el el.

Tapi pernah ga perhatiin betapa dengan sikap yang biasa aja, itu menggambarkan hal yang romantis.

Niyh contoh konkret... My own parents. Ya, walopun udah nikah 28 tahun, teteup aja kan beda pendapat itu ada, menangan dengan pendapatnya juga ada. Ntar kalo yang satu lebih dominan, yang satu lagi bete... hwa..ha.. =)) Tapi, sebete-bete nya Ibu ke Bapak, Beliau itu ga pernah ngambek untuk ga masak untuk sehari-hari; dan Bapak pun, biarpun Ibu kadang panjang lebar tinggi dalam memberikan komentar sinis terhadap sesuatu, kadang ya diem aja, jadi pendengar yang baik. Dah gitu ga pernah complain untuk jenis masakan apapun yang dimasak. Selalu dihabiskan (ini inherit ke gwe kayanya. he..he..). Dan, kalo Bapak lagi dinas ke Badndung, secara qta tau Bandung itu surganya berbagai jenis makanan- teteup aja Ibu mengkhawatirkan dengan pertanyaan : 'Duh, kasian niyh Bapak, sahurnya makan apa ya?' welehh... anaknya aja ga segitu perhatiannya.
Belum lagi urusan baju, Sang Ibu yang stylish pengen Sang Bapak balance penampilannya dengan Sang Ibu. So... kalo kondangan, baju apa yang dipilihin pun bakalan dipake, walopun (misalkan) bahannya ga nyaman. Walopun juga pakenya di lokasi kondangan, Kalo dari rumah mah pake kaos saja. hwe..he.. (ga bakat jadi pejabat niy kayanya)


That's romantic.

And..
On the other time, when we know there's someone expect us to be there with him / her, that's a kinda romantic thing. But doesn't have to say : I wish U were here with me (hweks...)
When someone changed his / her call from saya - anda into aku - kamu, that's a romantic thing.
When someone understand you why do / don't you join this and that, thats a kinda romantic thing.
So... find the greatest romantic from your spouse, friend, family, and all people around you.

WA Lt. 11 11.53 4/10/2007
Di hari ke-22 bulan penuh Rahmah.

Friday, September 28, 2007

AC (adjusment & compromise)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Kalo egosentrisnya kumat, di kata-kata ini yang kayanya muter-muter di kepala.
Halah...
Gwe rasa gwe ga perlu tau semua urusan loe yan mau ketemu customer, dan lain-lain.
Yang perlu tau adalah, job yang jadi bagian loe itu done apa nggak.
Kalo nggak bilang nggak kalo iya bilang iya. Jangan iya-iya nggak-nggak.
Bingung.


Begitulah sinyalnya kalo lagi error.
Biasa... nge demand untuk terlalu organized, sehingga saat menemukan sesuatu yang ga sesuai harapan, nge-adjustnya rasanya berat banget.
Padahal hidup ini isinya adjusment dan compromise tho.

WA Lt. 11 jam 3.07 PM
28/9/2007

Thursday, September 27, 2007

Jika Saatnya Tiba

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Pabila saatnya tiba
Tentunya setelah melewati beberapa langkah doa dan upaya
Rasanya pernyataan yang akan kuucapkan adalah selain
... I want someone ...
atau
...I like someone ...

Karena aku, dari pikiran dan hatiku akan berkata
... I need someone ...

di hari ke-15 bulan penuh Rahmah 1428 H
di lantai 11 WA
27/9/2007jam 10.36

Monday, September 24, 2007

Langsung Di test

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Subhanallah...
Ramadhan ini sungguh lebih dinamis daripada tahun sebelumnya.
Aku tangkap lagi keping optimisme dan motivasi yang sempat terburai entah kena angin apa.

Dan... langsung ditest.

Kemarin siang, aku dan Ning baru ngebahas banyak hal tentang training motivasi untuk remaja di domisili rumah kami. Truz, nyamber-nyamber ke teori yang ada juga di buku Alchemy nya Paulo Coelho (yang sebenernya ini udah ada diajarin dalam Islam sejak berabad lalu) : Kalau kau punya keinginan / cita-cita, niatkan, ucapkan, dan lakukan tindakan, makan seluruh alam semesta yang memiliki energi yang sama akan mendukungmu.

Siang di-charge, malam ada test.

Yup... Namaku tidak tercantum di daftar recruitment karyawan permanen tempat perusahaanku bekerja saat ini. Sekejap sempat down dengan ngebatin : Kok nama gwe ga ada??? . alhamdulillah untuk selanjutnya, kembali aku jernihkan pikiran bahwa rizkinya ALLAH Maha Luas. Rizki ga digantungkan di perusahaan bonafid model begini. Dimanapun mau dijemput, rizki ALLAH berserakan.

Dan paginya, Alhamdulillah keping syukur dari ketiadaan namaku di recruitment permanent employee, aku dapati. ALhamdulillah .. ya syukurku pada ALLAH, sebab jika aku ikut rekrutmen ini, lalu aku ditugaskan di luar Jakarta... wah... tentunya itu akan jadi wacana besar untuk step hidupku dan orang lain yang berkepentingan. Namun jika kutolak, wah... berarti aku membohongi tandatangan yang menyatakan siap ditugaskn di seluruh wilayah operasional Indonesia.

Alhamdulillah ...

Makasih ya ALLAH, dan aku yakin pintu rizkiku yang lain jauh lebih indah untuk kubuka.
Tunjukkan aku jalan dan kuatkan aku, dan mudahkan Yaa Rabb.

WA Lt. 11 jam 7.52 24/9/2007

Thursday, September 20, 2007

Hak Memilih dan Tidak Berhak untuk Konsekuensinya

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Kemaren ikutan ceramah di kantor pusat, dengan pemateri Pak Aris Ahmad Jaya (trainer ABCO).

Satu hal yang aku noticed dari ceramah itu adalah ...
Kita sangat berhak memilih apapun untuk hidup kita. Pilih jadi orang kaya, pilih jadi orang sukses, pilih jadi artis, pilih jadi presiden, pilih jadi jagoan basket, dan jutaan pilihan lain.
Tapi... qta ga punya hak sama sekali dalam memilih konsekuensi dari pilihan tersebut.

Contohnya (ini contoh versi gwe) : Misalnya pilih jadi atlet basket, tentunya musti mau jalanin konsekuensi latihan tiap hari, berpanas-panas di lapangan basket, dll. Ga bisa dunks, pilih jadi atlet basket truz maunya adem ayem ga latihan. :))

ok. selamat memilih
WA Lt. 11 jam 2.18 20/9/2007

tentang crayon

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

crayon itu ada yang tajam, tumpul, panjang, pendek, warnanya bagus, warnanya jelek. Tiap mereka berbeda.

Tapi mereka belajar hidup bersama dalam suatu kotak.

-aku kutip dari blog nya Mba Deshinta Arrova-


WA Lt. 11 jam 1.44 20/9/2007

Tuesday, September 18, 2007

SMS Siang Yang Membuatku Tersenyum

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

SMS nya :
'Hai Guys, how are you today? Kapan ifthor bareng?'

Karena kutau hari Minggu kemaren si pengirim SMS sedang terganggu metabolisme hormonal nya karena diet, maka kutelponlah dia setelah kubaca SMS itu. dan ini cuplikannya :

Dianti (D) : Mba... mo buka puasa sekarang?
Nink (N) : iya (suara parau, coz lagi tepar)
D: Belom ngajar ya?
N : Belom
D : Lho... belom sehat gitu kok udah mau buka puasa bareng, piye???
N : Ehm... Gwe kan pengen ketemu sama kalian, dan gitu kan caranya... bikin ifthor bareng.D : Ooohh so nice.. he..he.. pengen ketemu kita yak? o iya, kan kau lagi sakit ya, mustinya kita tengokin ya... maap yah :))
N : Ya udah giy, calling yang lain.
D : OK deyh.. terima kasih. Daa...

Dan, setelah itu, sebuah SMS langsung meluncur ke Desi, Liends, dan Hilda. Yang berisi 2 berita :
1. Ning kangen sama kita
2. Ngajakin ifthor bareng.

Subhanallah... SMS yang bikin sumringah dan menerangi hatiku siang ini.
Makasih ya ALLAH buat semuanya.

WA Lt. 11 jam 1.17 18/9/2007

Kepengenan Saat Ini

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

untuk barang, simple ajah ...
1. handphone yang sufficient sama kebutuhan gwe.
2. camera digital untuk merekam berjuta moment kebersamaan yang indah barengan orang-orang yang kusayang.
Statusnya on progress untuk 'dimiliki'

Untuk idealisme ...
1. Sekolah untuk jurusan yang related sama media / mass communication.
2. A Spot shape of carrier that I'm build in now.
3. Soulmate yang compromising, understanding, supporting aku untuk semua hal-hal benar dan baik yang bisa kulakukan.
4. War Bush & Ganks, Iblis Monetary Fund (IMF) & Partners, israel (damn you & laknatULLAH 'Alaihim) & its species... DISMISSED FROM THIS LOVELY ALLAH'S CREATURES.
Wah..wah.. sekarang aja kalian udah dihinakan, apalagi nanti?? Heran... Pada ga takut mati kali tuh orang ya?!

Statusnya ... beda-beda untuk tiap item.

Truzz... apa kepengenan kalian?

Pabila tulisan ini terhitung menjadi sebuah doa, please, tunjukkan jalan untuk meraihnya, mudahkan ... dan Ridhoi. Amien.

WA Lt. 11 jam 11.50 18/9/2007

Evaluasi Shoum

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Fisik, pastinya berpuasa.
Ga makan minum, ga gosip, de el el.
Tapi hati masih saja menggerutu.

Saat merasakan 2 jam macet antara terminal pulo gadung ke rumah; lalu entah kenapa pikiran ini ngeloyor ke penumpang moil dengan plat nomor RI 1 dan RI 2 yang pastinya... ga pernah ngerasain macet plus sauna asap knalpot kendaraan bermotor.
Beh!! Bagaimana dia paham konsep meningkatkan kesejahteraan rakyat jika dia saja selalu sejahtera.


Itulah evaluasinya. Semoga ini didasarkan analisa kritiis (halah...) dan bukan karena setitik dengki di hati.

WA Lt. 11 jam 11.20 tanggal 18/9/2007

Friday, September 14, 2007

Sudahlah...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Tadi malam, kata Nink : Duh ... harre gene??? Get Over It, Dianti !!!

Pagi ini, kata Miss Wio : Biasa sajalah ... Time will heal, tapi jangan time will kill.

Maaf Lahir Batin untuk semua khilaf.
Selamat Menjalankan Ibadah Shoum Ramadhan 2007 ini.
Moga Ramadhan ini akan selalu kita bawa di hari-hari kita selanjutnya. Amien.


WA Lt. 11 jam 9.55
14/9/2007


Update 20/9/2007 jam 4.13 sore

Dan aku sudah melakukan tindakan konkret...
Menghapus semua bukti tertulis yang pernah mencatat kisah itu.
Mahkota itu tidak akan bertahta di hatiku.
Dan aku senang sudah bisa melemparnya jauh ... sejauh-jauhnya
Untuk siapapun yang berhak dan memerlukan mahkota itu
Aku tidak membutuhkannya. Tidak dalam bentuk yang ini.

Tuesday, September 11, 2007

Ga Ada yang Mutlak

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Yang mutlak cuma ALLAH SWT.

Semua suangaaatttt bisa berubah.
Yang udah di-arrange bisa bubar jalan.
Yang dicuekin bisa jadi jalan walopun secara on spot dadakan dan un-organized.

Jadi...
Ringankan hari-hari kita
Teteup optimis, teteup senyum manis walo kadang meringis
Teteup jalan, (pastinya siyh tiap orang berjalan... cuma arahnya aja yang kudu dibenahi)
Pastinya, teteup serahin semua ke DIA. Dia yang atur.
Tugas kita cuma niatkan, usahakan, dan jalankan. asik kaan...

ok deyh... met makan siang

WA Lt 11 jam 12.04
11/9/2007

Monday, September 10, 2007

Mikroskop dan Teleskop

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i


by Reinald Kasali :

Jangan gunakan mikroskop untuk memperbesar masalah-masalah kecilmu.
Gunakanlah teleskop untuk menjangkau tempat jauh dengan impianmu.

Quotes yang dikirim sahabatku Hilda, disaat yang tepat, di saat aku 'muthung' gara-gara masalah teknis sepele sebuah event. halah...habit yang jelek :(.

Bukan mau menyalahkan... tapi sepertinya, jika aku amati dan analisa, ini ada hubungannya dengan habit yang di'biasakan' oleh keluarga.

Hm... kayanya karakter nya tuh, masalah kecil aja dikupas tuntas tas tas... Bukan dicari alternative solusi yang lain.

Aku lupa apa contoh case nya. Karena terlalu kebanyakan kayanya. hwa..ha..

Pokoknya, lihatlah teleskop, jangan lihat mikroskop.

WA Lt. 11 10/9/2007 jam 9.27

Thursday, September 06, 2007

Try to Analyze

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Mencoba menganalisa ...

Uring-uringan yang terjadi padaku akhir-akhir ini rasanya disebabkan aku yang (entah kenapa) menjadi teramat sangat egosentris. Aku inginkan semua situasi dan kondisi berada di pihakku, ingin semua orang di sekelilingku bertindak sesuai 'standar' kemauanku, ingin semua yang kujalani bebas hambatan dan tak ada makhluk yang bernama obstacle. Sigh.... %$&^%$ emangnya dreamland? Ya ga bisa gitu dunks. Justru itulah seninya life skill. Ber-dealling dan compromise dengan hal-hal yang -sepertinya- tidak memihak pada kita.

Selain itu, entah darimana, karakterku yang biasanya phlegmatis asik, kok akhir-akhir ini menjadi perfeksionis abizzz... Bahkan aku bisa mencela penataan gelas ice cream di gubukan dalam sebuah resepsi, aku bisa 'resah' pabila sendok dan garpu yang kugunakan bukan dari model yang sama. Ooohhh... betapa rasanya berbagai ketidaknyamanan itu aku buat sendiri.

Truz... satu lagi, aku mengkhawatirkan suatu hal, sehingga akhirnya berprasangka ke orang lain (berprasangkanya adalah ... datangnya celaan dari orang lain terhadap kecacatan dari event yang sedang aku garap). Aku sedang berkecimpung dalam mempersiapkan sebuah event. Dan tentunya, semua ingin berjalan sempurna tanpa cacat. Tapi aku sudah melihat tanda-tanda kecacatan yang bisa jadi bahan empuk untuk dikomentarin, atau bahkan dicela (bahkan diriku pun sudah mencela nya duluan). Wuihhh... Mustinya kubiarkan semua berjalan seperti alurnya saja yah. Toh tidak mungkin kecacatan itu didiamkan oleh tim yang berkepentingan, pastinya semua akan berusaha untuk menampilkan yang terbaik dan nyaman untuk semua orang.

Dan pagi ini ...

Ngantor seperti biasa, kucoba melembutkan otakku dengan cerita ringan di sebuah web. Lumayan menghibur.

Semoga hari-hari selanjutnya aku akan lebih tenang ... dan persistent. Amien.

WA Lt. 11 6/8/2007 jam 7.35
masih nungguin email pennting.

JAM 8.30 ... EMAIL PENTING UDAH MASUK.
jADI CLEAR, APA YANG AKAN JADI KERJAANKU SELANJUTNYA.
Selamat Bekerja Dianti ... :)
Smile & he World will smile at you :D

Wednesday, September 05, 2007

Release Your Burden

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Asli... lagi butuh banget me-release the burden of my mind. Apa metodenya ...?

Tahajud dan tilawah (ini cara yang ideal bangets, namun sayangnya diriku belom pintar melaksanakan tahajud berbasis kebutuhan, mungkin sekedar menggugurkan 'kewajiban'. ya ampyuun Dianti!!!) ---> strongly recommended

Ke Dufan naik halilintar 10 x ditambah naik tornado 15 kali ditambah naik kora-kora 20 kali? (hm... kayanya ini mah bakalan diusir sama Mas-mas penjaga wahana Dufan. Bagus kalo ga vomit, kalo vomit hwaa.... bikin repot)

Makan coklat (walau coklat itu antidepresan, tapi kalo sudah ditambah si manis gula, teteup waspada akan adanya kenaikan gula darah)

Jalan-jalan ke gunung atawa pantai, teriak yang kenceng sampe mencapai frekuensi ultrasonik, truz nangis... truz peluk orang yang kita sayang. (hm... ini terlalu didramatisir. malah kaya orang depresi beneran. ga keren... )

Lari ngiderin lapangan bola (yang ukuran beneran, bukan bola futsal) 13 kali. 7 Kali muter arah kiri, 6 kali muter arah kanan. Abis gitu berenang 10 kali bolak-balik kolam renang yang panjangnya 50 m. (udah kelar pastinya tepar dan fisik seger).

Baca buku thriller tanpa ada dering per-teleponan apapun, ditemani easy listening jazz (nah.. ini namanya rileks.com yang beberapa pekan ini tidak kukerjakan).


so.. which one that I'm gonna choose?

WA Lt. 11 jam 1.50
Lagi nungguin imel penting dari orang (cukup) penting yang isinya action point untuk (kerjaan) penting.

Monday, September 03, 2007

Dia yang Biasa (saja)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Siapa dia ya???
Oh... bukan siapa-siapa ... Dan dia biasa saja

Secara fisik, dia standar, seperti kaum adam negeri ini pada umumnya.
sawo matang, tinggi rata-rata, rambut hitam, hm... biasa saja.

Secara status, tidak ada yang membuatku terperangah... Biasa...
Sepertinya bukan keturunan aristokrat atau anak pejabat.
Sama seperti aku.. Dilahirkan dari orangtua asli negeri ini yang merantau menjemput rizki, dibesarkan dalam lingkungan yang biasa seperti masyarakat negeri ini pada umumnya.

Secara kesalihan... ia orang yang salih dengan standarisasi umum plus-plus.
Ya tentu saja dia komitmen terhadap rukun Islam dan rukun Iman itu.

Biasa saja bukan...?

Tapi dari biasa itu ...
Aku tau ada yang luar biasa dibalik kesederhanaannya.
Entah itu cahaya tawadhu' yang dipancarkan...
Atau kerlip optimisme yang selalu bersinar... Yang kadang hilang dari diriku

Bisa jadi, itulah ... mengapa aku ingin mempelajari sosok dia yang biasa.
Aku, seorang biasa yang ngin memperlajari orang biasa juga. Karena aku tau, dibalik biasanya itu, dia adalah orang yang luar biasa... Dan aku ingin berteman dengannya.
:)

WA Lt 11 3/9/2007 jam 4.33

Thursday, August 30, 2007

Ingin Bercerita

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Wahai aksara...
Kadang ingin rasanya aku berceloteh tentang kekinian yang sedang kulalui.
Semua manis, hambar, dan getir yang silih berganti yang membuatku selalu berterima kasih padaNya.

Nanti ya...
Jika hati dan akal ini sudah nyaman sekali untuk bercerita.

WA Lt. 11 6.49 30/8/2007

Monday, August 27, 2007

Biru dan Putih yang Lapang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i





Biru Putih
foto by : tim Pendaki Gunung Slamet IPALA (mid August 2007)

WA Lt. 11 27/8/2007 9.38





Tuesday, August 21, 2007

komunikasi

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

'kurang komunikasi'

Frasa standar di acara gosip kalo ada artis bercerai.

Kebayang ga... Manusia itu kan makhluk yang feature-nya paling lengkap yang diciptakan ALLAH. Sagala aya istilahnya. Tapi, teteup aja mis-komunikasi itu jutaan kali selalu terjadi. Makannya, perlu ada sekolahnya, yang namanya Ilmu Komunikasi.

Kejadian kurang komunikasi bisa terjadi antara suami-istri, anak-ortu, guru-siswa, tetangga-tetangga, dan sebagainya.

Dan yang juga menggelikan... mis-komunikasi juga dialami perusahaan penyedia jasa telekomunikasi seluler seperti tempatku bekerja. Ga tanggung-tanggung, mis-nya antara Sub DIrectorat. Dan itu tau kenapa??? Karena kekuranglengkapan lampiran Nota Dinas.

Sebenernya, bisa jadi mis-komunikasi itu terjadi karena internal manusianya sendiri... Yang aku amati, biasanya adalah : sudah ada prasangka sebelum mengutarakan sesuatu; atau ketidakterbukaan dalam mengungkapkan sesuatu; Atau bisa juga karena pemilihan redaksi kata atau intonasi yang tidak propper.

Tips nya... hm... apa yah.. trully, ga punya tips khusus untuk ini. Coz aku juga masih dalam belajar dan ujian-ujian berkomunikasi.

WA Lt. 11 21/8/2007 jam 12.35

Wednesday, August 15, 2007

Update Berita DItelpon (Episode Ikhtiar Seorang Teman Part 5)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Dalam sebuah percakapan melalui jasa GSM ...

....
D : Jadi kapan loe lamarannya?
T : Ehm... Dari wanita itu sih mintanya sebelum Ramadhan, cuma di schedule gwe, gwe rencana setelah lebaran.
D : Truz piye, tuh wanita mau ga?
T : Ga papa siyh dia, keluarganya dia nyerahin ke keluarga gwe untuk tanggal lamarannya.
D : o geethu. Hari H nya kapan siyh?
T : Insya ALLAH abis lebaran juga (ya iyalah...secara lamarannya abis lebaran gitu lho). udah beres sih, tempat udah OK, tanggalnya juga udah OK.
D : sip lah.. dah tinggal married. jangan lupa ngurus administrasi KUA.
T : iya ... ntar juga gwe urus. palingan abis lamaran lah.
D : yo weiss deh...

bla..bla... (ngobrol ngalor ngidul lainnya)

WA Lt 11 jam 12.49 siang di 15/8/2007

Thursday, August 02, 2007

Aksara Menjawab

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Pagi ini ...

Kubebaskan pikiranku dari segala kegundahan dan keraguan.
Kubiarkan nantinya aksara-aksara yang tersusun rapi itu yang akan menjawab keraguan dan kegundahanku.

Tenangkan aku Wahai Rabb ku ....
WA Lt. 11 jam 9.07 2 Agustus 2007



Dan hari itu juga aksara itu telah menenangkan kegundahan dan keresahanku.
Terima kasih Wahai Rabb ku :)

WA Lt 11 jam 10.18 3 Agustus 2007

Wednesday, August 01, 2007

Berdamai Dengan Obat

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Di mindset aku, obat itu equal dengan racun. Yang secara kumulatif akan merugikan tubuh.
Dan rasanya kali ini aku musti berdamai dengan obat ...
Ya, setelah 3 pekan ditemani lendir-lendir di hidung dan tenggorokan plus ditambah suhu tubuh kisaran 37.9 derajat celcius, rasanya aku juga perlu berteman dengan obat.

Dan siang ini... setelah bertemu dengan dokter cantik Silvi di poliklinik kantor pusat, aku dibawakan 5 buah antibiotik, 2 kaplet intunal (obat flue), dan serenjeng vitamin yang warnanya ungu. Harus dihabiskan ... Truzzz... Jika dalam2 hari si 37.9 itu ga mau bergerak turun ke 37, maka the red-blood itu musti mampir ke Lab.

WA Lt. 11 jam 12.21 1 Agustus 2007

Tuesday, July 31, 2007

Matre Atau Rasional???

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Orang tua dari anak perempuan, tidak setuju dengan calon yang diajukan si anak. Dengan alasan calonnya itu belum mapan secara materi.
Bukan bermaksud menjadi orang tua jahat, tetapi karena orang tua tersebut tidak ingin melihat kondisi anaknya 'tidak lebih baik' daripada saat berasama kedua orang tuanya.

Matre atau Rasional ?

case ini sungguhan ada lho... menimpa seorang wanita yang berdomisili di Bandung, yang sedang mempersiapkan hari bahagianya di November 2007.
Tapi berhubung orang tuanya ga 100 % setuju, maka papi nya pun seperti 'malas-malas' an menyelenggarakan pernikahan tersebut.

Tiap zaman pasti ada ya case begini...

WA Lt 11 jam 9.47 end of July 2007

Friday, July 27, 2007

Sandiwara

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Pasang muka ga tau apa-apa...
Padahal segudang informasi yang sudah diketahui.
Hm... apa enaknya ber-sandiwara model begini?
Tapi yakinlah... jika saat yang tepat sudah tiba,
semuanya akan terkuak,
dan hijab itu akan terseingkap.

Orang lain mungkin ga bisa melihat.
Dan sandiwara itupun bisa jalan dengan mulus.
Tapi ... ALLAH yang pemilik skenario sesungguhnya.
Dan IA yang akan mem-publish siapa dan bagaimana aktor-aktor dalam episode kali ini.


WA Lt. 11 jam 8.44 27/7/2007

Wednesday, July 25, 2007

tidak bisa menulis

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Bahkan tulisan pun tidak bisa kubuat untuk menceritakan keresahan atau ketidaknyamanan yang (mungkin) kudramatisir di dalam diriku.

Laa Hawlaa Walaa Quwwata Illaa Bi Llaah

wa lt 11 jam 8.56 25/7/2007

Tuesday, July 24, 2007

what kind of work is it?

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Apa rasanya kerja kalo kita melakukan hal yang sama setiap hari, dan tidak tau bagaimana cara mengakomodasi ide atau bahkan evaluasi yang related dengan kerjaan kita?

Truz ... apakah ada kepuasan di sana apabila yang dikerjakan adalah yang bersifat 'teknis' atau 'skill' keilmuan nya saja, dan tanpa dibarengi dengan keterlibatan diri dalam memutuskan sesuatu?

Lalu kemudian ada kontradiktif yang sangat humasnis yang timbul. Niat bekerja tentulah amal baik / good deeds. Lalu ... kalau sisi kemanusiaan itu meminta untuk di-appreciate melalui selembar kertas yang namanya LP2 (Lembar Penilaian Prestasi)gimana? ga salah kan? Rasanya apresiasi itu butuh lebih dari sekedar selembrar kertas slip gaji.

Selanjutnya, persistence untuk terus mencari lahan baru adalah upaya yang musti dilakukan untuk berlepas diri dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Dan yang penting ... tetap bersyukur atas apa yang sudah ALLAH kasih, sehingga pertanyaan dan pernyataan di atas timbul. Mudah memang menuliskannya, dan insya ALLAH mudah mengimplementasikannya ... walau kadang ditemani bulir bening yang mengalir di wajah.


WA Lt. 11 jam 1.36 24/7/2007

Monday, July 23, 2007

Dia Memilih

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Dia memilih untuk menghormati dan mempercayai ...
Kemudian dia akan mencintai

Dia memilih untuk mendengarkan kata hati dan kemudian yakin menjalani

Dia akan merajut semua untai warna benang episode hidup menjadi suatu sejarah anak manusia mengisi peradaban ini

Dia memilih untuk mensyukuri embun sejuk dan panas garang yang akan menyertainya nanti.

Dan Dia memilih untuk berjalan bersamanya ...


WA Lt. 11 jam 1.48 23/7/2007

Thursday, July 19, 2007

Lintasan

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Ingat yang ditulis Alexander Sriwijono dalam bukunya cosmo carrier handbook..
Bahwa hidup adalah beberapa lintasan / jalur paralel. Ada lintasan karier, keluarga, akademis, dan bisa juga ditambahkan sesuai apa yang Anda jalankan.

Buatku, seru juga yah kalo hidup diibaratkan seperti itu. Jadi 'mudah' memonitornya. Mana lintasan yang mandeg dan musti dikasih speed penuh, mana lintasan yang lampu merah dulu, mana lintasan yang berjalan musti buzz-buzz...

Mungkin idealnya kalo semua lintasan itu bisa berjalan beriringan dengan kecepatan yang optimum. (inget pelajaran di Konsep Teknologi : kecepatan optimum artinya irit bensin, tapi velocity nya tertinggi, bukan boros bensin walaupun velocitynya lebih tinggi dari tertinggi.).

Tapi rasanya akan seru jika lintasannya ada yang perlu diakselerasi, ada yang perlu diperlambta, dan sebagainya. Lebih berwarna tho... Dan lebih merasakan compromise ke orang-orang di sekitar kita. Inget lho... lintasan-lintasan itu ga hanya melibatkan diri sendiri. Lintasan-lintasan itu melibatkan keluarga, lingkungan, bahkan mungkin orang yang belum kita kenal.

OK...
Selamat mengatur lintasan hidup masing-masing.
Moga bisa mencapai level optimum.

WA Lt. 11 jam 1.33 19/7/2007

Wednesday, July 18, 2007

Finding and Keeping A Life Partner

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

kutipan dari sebuh milis.

Golden rules for finding your life partner by Dov Heller, M.A.


When it comes to making the decision about choosing a life partner,
no one wants to make a mistake. Yet, with a divorce rate of close to
50%, it appears that many are making serious mistakes in their
approach to finding Mr./Miss. Right!

If you ask most couples who are engaged why they're getting married,
they'll say: "We're in love"; I believe this is the ..1 mistake
people make when they date. Choosing a life partner should never be
based on love. Though this may sound "not politically correct",
there's a profound truth here.

Love is not the basis for getting married. Rather, love is the
result of a good marriage
. When the other ingredients are right,
then the love will come. Let me say it again: "You can't build a
lifetime relationship on love alone"; You need a lot more!!!

Here are five questions you must ask yourself if you're serious
about finding and keeping a life partner.

QUESTION ..1: Do we share a common life purpose?
Why is this so important? Let me put it this way: If you're married
for 20 or 30 years, that's a long time to live with someone. What do
you plan to do with each other all that time? Travel, eat and jog
together? You need to share something deeper and more meaningful.
You need a common life purpose.

Two things can happen in a marriage:
(1) You can grow together, or
(2) You can grow apart.

50% of the people out there are growing apart. To make a marriage
work, you need to know what you want out of life!

Bottom line; marry someone who wants the same thing.

QUESTION ..2: Do I feel safe expressing my feelings and thoughts
with this person?

This question goes to the core of the quality of your relationship.
Feeling safe means you can communicate openly with this person. The
basis of having good communication is trust - i.e. trust that I
won't get "punished"; or hurt for expressing my honest thoughts and
feelings. A colleague of mine defines an abusive person as someone
with whom you feel afraid to express your thoughts and feelings. Be
honest with yourself on this one. Make sure you feel emotionally
safe with the person you plan to marry.

QUESTION ..3: Is he/she a mensch?

A mensch is someone who is a refined and sensitive person. How can
you test? Here are some suggestions. Do they work on personal growth
on a regular basis? Are they serious about improving themselves? A
teacher of mine defines a good person as "someone who is always
striving to be good and do the right ";. So ask about your
significant other: What do
they do with their time? Is this person materialistic? Usually a
materialistic person is not someone whose top priority is character
refinement.

There are essentially two types of people in the world:
(1) People who are dedicated to personal growth and
(2) people who are dedicated to seeking comfort.
Someone whose goal in life is to be comfortable will put personal
comfort ahead of doing the right thing. You need to know
that before walking down the aisle.

QUESTION ..4: How does he/she treat other people?
The one most important thing that makes any relationship work is the
ability to give. By giving, we mean the ability to give another
person pleasure.

Ask: Is this someone who enjoys giving pleasure to others or are
they wrapped up in themselves and self- absorbed?

To measure this, think about the following: How do they treat people
whom they do not have to be nice to, such as waiters, bus boys, taxi
drivers, etc.. How do they treat their parents and siblings? Do they
have gratitude and appreciation?

If they don't have gratitude for the people who have given them
everything; can you do nearly as much for them? You can be sure that
someone, who treats others poorly, will eventually treat you poorly
as well.

QUESTION ..5: Is there anything I'm hoping to change about this
person after we're married?


Too many people make the mistake of marrying someone with the
intention of trying to "improve"; them after they're married. As a
colleague of mine puts it: "You can probably expect someone to
change after marriage for the worse" If you cannot fully accept this
person the way they are now, then you are not ready to marry them.

In conclusion, dating doesn't have to be difficult and treacherous.
The key is to try leading a little more with your head and less with
your heart. It pays to be as objective as possible when you are
dating; to be sure to ask questions that will help you get to the
key issues. Falling in love is a great feeling, but when you wake up
with a ring on your finger, you don't want to find yourself trouble
because you didn't do your homework.

Another perspective. ..

There are some people in your life that need to be loved from a
distance.. It's amazing what you can accomplish when you let go of
or at least minimize your time with draining, negative,
incompatible, not-going anywhere relationships. Observe the
relationships around you.

Pay attention...
Which ones lift and which ones lean?

Which ones encourage and which ones discourage?

Which ones are on a path of growth uphill and which ones are going
downhill?

When you leave certain people do you feel better or feel worse?

Which ones always have drama or don't really understand, know, or
appreciate you?

The more you seek quality, respect, growth, peace of mind, love and
truth around you...the easier it will become for you to decide who
gets to sit in the front row and who should be moved to the balcony
of your life.

An African proverb states, "Before you get married, keep both eyes
open, and after you marry, close one eye"; Before you get involved
and make a commitment to someone, don't let lust, desperation,
immaturity, ignorance, pressure from others or a low self-esteem
make you blind to warning signs. Keep your eyes open, and don't fool
yourself that you can change someone or that what you see as faults
aren't really that important.

Do you bring out the best in each other?

Do you compliment and compromise with each other, or do you compete,
compare and control?

What do you bring to the relationship?

Do you bring past relationships, past hurt, past mistrust, past
pain?

You can't take someone to the altar to alter them. You can't make
someone love you or make someone stay.

If you develop self-esteem, spiritual discernment, and "a life"; you
won't find yourself making someone else responsible for your
happiness or responsible for your pain. Seeking status, sex, and
security are the wrong reasons to be in a relationship.

WHAT KEEPS A RELATIONSHIP STRONG IS:
1. TRUST
2. COMMUNICATION
3. INTIMACY
4. A SENSE OF HUMOR
5. SHARING TASKS
6. SOME GETAWAY TIME WITHOUT BUSINESS OR CHILDREN
7. DAILY EXCHANGES (meal, shared activity, hug, call, touch, notes,
etc.)
8. SHARING COMMON GOALS AND INTERESTS
9. GIVING EACH OTHER SPACE TO GROW WITHOUT FEELING INSECURE
10. GIVING EACH OTHER A SENSE OF BELONGING AND ASSURANCES OF
COMMITMENT

If these qualities are missing, the relationship will erode as
resentment withdrawal, abuse, neglect, and dishonesty; and pain will
replace.

WA Lt. 11 18/7/2007 jam 8.51

Friday, July 13, 2007

Preparation (Episode Ikhtiar Seorang Teman Part 4)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

lanjutan dari part sebelumnya

Melalui email :

... Di, aku dan orang tua sudah membicarakan rencana kami (aku dan wanita itu) dan sedang mempersiapkan mengkhitbah dia. . ...

Alhamdulillah... semoga jalan mu dimudahkan yah.
Tapi temanku itu belum mengatakan tanggal khitbahnya.
Hm... Moga temanku ini sabar dan berazzam kuat untuk berjalan memulai separuh diennya. Juga wanita itu.

Ada kabar juga siyh, ibu dari wanita itu pengennya si teman priaku ini memiliki pekerjaan yang settle dulu, secara status temanku ini masih karyawan kontrak. Tapi ini tidak berarti orang tua wanita itu menolak temanku. Mereka approved kok ( bravo deyh temen gwe; swiwit...) Hm... Semoga ini menjadi episode yang menambah keyakinan mereka yah, kalo rizkinya ALLAH itu luas. Yang diperlukan hanya ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk menjemputnya.

WA Lt. 11 jam 10.47 tanggal 13/7/2007

Tuesday, July 10, 2007

6 weird things

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

PR dari Liends. 6 weird things about me :
1. Left handed mouse
2. kalo jajan paling ga asiq : ga mao pake mecin, ga mao pake sambel.
3. di rumah banyak nyamuk, tapi selalu nolak kalo kamarnya disemprot obat nyamuk dengan alasan mengganggu ekosistem.
4. ga demen nonton tipi
5. suka berasa chemistry negatif & positif saat pertama ketemu orang. & in the end, kadang chemistrynya bener. hwaaa...
6. Ga demen pepaya, padahal tau banget pepaya itu mengandung semua vitamin yang dibutuhkan.

Monday, July 09, 2007

Walah... Nyesel Deh (hiks-hiks)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Sekitar 7 tahun lalu, di hari Minggu, aku bangun pagi, pake baju lumayan rapi, dengan energi full menuju rumah seorang Mba di RW yang berbeda. Yup... Saat itu aku bertugas menjadi panitia di walimah seorang Mba. Aku bertugas di shift 1, pagi sampai siang. Ikut berbahagia pada saat itu untuk si Mba itu. Di tengah dinamisasinya yang tinggi, Alhamdulillah akhirnya ia bertemu dengan kawan yang diharapkan bisa saling men-support dalam kontribusinya dalam masyarakat.

Malam tanggal 7 Juli 2007; seorang sahabat sewaktu aku kuliah menelepon. Kami kebetulan tinggal di RW yang sama. Temanku ini juga mengenal Mba yang aku ceritakan tadi. Truz... temanku ini menyampaikan berita bahwa si Mba telah bercerai dengan suaminya sejak 2 bulan lalu. Innalillaahi wa Inna Ilaihi Rooji'uun.

phew??? Ekspresi pertama adalah : 'How come? Kok bisa? Kenapa siyh? Apa yang salah?
Namun dengan bijak sahabatku berkata... Mereka juga manusia. Untuk alasan apapun, mereka hanya manusia biasa.

waduh. Jadi teringat para tetangga; saudara; dan teman-teman yang terlibat pada hari mereka menggenapkan separuh dien itu. Hm... trus mengetahui begini akhirnya, apa boleh dikata???

Nyesel? ha..ha.. ga ngaruh. Ga akan memperbaiki keadaan juga tho.

Sudahlah... above of all, mungkin memng jalannya musti begitu.

July, 9th 2007
WA Lt. 11 jam 7.28

Friday, July 06, 2007

They're Kids, Maam

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Tiap sore pulang kerja, aku menyusuri jalanan kompleks, kemudian masuk ke gang pemukiman kampung, dan dalam beberapa menit, sampailah ke rumahku.

Sudah sekitar 3 bulanan ini aku amati, aktivitasnya sama.

Di jalanan komplek, ada anak-anak usia SD yang selalu bermain tiap sore. Kalo yang perempuan, mainnya lompat karet. Kalo laki-laki, maen kejar-kejaran sepeda. Kadang mix main bareng-bareng seperti maen petak umpet. Dan ... kadang mix juga antara anak kompleks dan anak kampung. So sweet and beautiful.

Untuk yang usia lebih kecil, let's say balita. weleh... jam segitu mereka berkeliaran juga sambil disuapin si mba. atau juga ada ibu-ibu yang dengan nada sangat memaksa menyuruh anaknya untuk mandi duh... sampe botak juga anak kecil ga bisa dibeginikan Bu.. Trus, sempat dengar juga ada ibu yang membentak anaknya hanya gara-gara belom pake sandal di pelataran rumahnya (belum keluar dari pagar rumah lho...).

It's so illogical. Since children are learner creatures; yang masih belajar membedakan mana yang baik - tidak baik; mana yang benar - tidak benar; kenapa juga musti di-reward dengan hadia berupa suara dengan intonasi tinggi melengking yang memekakkan telinga? Bikin cape aja tho. Dan ... ga jamin berpengaruh menjadikan manner mereka semakin baik. ya ga???

They're kids Maam ...

They need to be loved and tought.
It's such a bad useful things to show your volcano in front of them.

WA Lt.11 10.07 AM di 6/7/2007

Wednesday, July 04, 2007

Vomit setelah makan siang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Bukan karena menunya yang ga enak (secara di lidahku, aku hanya tau makanan itu enak dan enak banget).
Bukan karena jadwal makanku yang hari ini rada telat karena aku nge-gym dulu di jam istirahat.

Vomit karena ... Aku mendengar toxic dari seorang bapak (bekerja di sebuah kantor berita) saat nunggu lift.

Intinya... qta ngobrol tentang status employment qta. Truz, dia bilang ...
'Wah... sistem kontrak tuh parah. Udah umur abis, tenaga abis, karier abis. Carilah yang laen.'

Masya Allah ... Aku jadi speechless. Ga lama aku pilih turun ke lantai ground pake eskalator. Di eskalator, rasanya udah tergenang bulir bening yang siap tumpah.

Kenapa sih pake mnegungkapkan negatif statement tersebut? Semua yang dia bilang memang itu menjadi konsekuensi yang saat ini aku jalanin. I know that !!! & I have movement also.

Aku hanya khawatir diriku jadi orang yang ga bersyukur atas rahmat yang IA kasih ke aku. Let's say statusku adalah contract employee. Tapi rizkiNYA Maha Luas... Aku menjemput rizkiku, ALHAMDULILLAH aku bisa membuat wajah orang tuaku bersinar walau hanya dengan porsi bakmi golek atau getuk jajanan pasar atau kue taart saat mereka ulang tahun. ALHAMDULILLAH aku bisa memenuhi kebutuhan kewanitaanku bahkan yang paling privat sekalipun tanpa tergantung lagi ke orang tua. ALHAMDULILLAH aku menamatkan short course ku dengan nominal yang kusimpan. Dan muaaasssihhh banyak lagi hamparan riskiNYA yang ditunjukkan padaNYA untukku. ALHAMDULILLAH aku belajar banyak hal tentang berinteraksi secara profesional dengan rekan2 kerja / atasan2, meluaskan wawasan tentang dunia yang bahkan tak pernah terpikir akan aku geluti, dan... point lain yang jika aku fikir, telah menambah deretan lembar CVku. Jadi ... tidak layakkah saat ini aku bersyukur dengan statusku yang contract emloyee ini?

Aku juga punya kebutuhan untuk membuat progress dalam karier dan keilmuan. Dan aku sedang berusaha dalam hal itu. Aku tidak diam. Aku ikhtiar !!!! Dan aku pun cukup tau diri bahwa hanya IA yang paling mengetahui fate ku. IA yang tau yang terbaik untuk diriku. Dan tugasku hanya ikhtiar dan mencerdaskan diri dengan memanfaatkan network yang berkelebatan di depanku.

That's all...

Astaghfirullah ...
Betapa kalimat yang negatif itu mampu mengaduk emosiku.
Dan... Bulir bening itu sempat tumpah beberapa menit yang lalu.
Tentunya di restroom.

Ya Rabb... Aku hanya takut menjadi orang yang tidak mampu mensyukuri NikmatMu.
Jadikan aku hamba yang mudah bersyukur Ya Rabb...


WA Lt. 11 jam 2.43 tanggal 4/7/2007

OSPEK

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Tadi pagi dari bus TiJe, di tikungan menuju RSPAD GatSu, aku lihat seseorang berpakaian ramai bagai -maaf- orang g***. Arah pandangku awalnya tampak belakang. Saat itu kupikir ia adalah orang yang g***. Truz setelah bus TiJe melewati orang itu, ternyata dia adalah siswa baru suatu lembaga pendidikan di RSPAD tersebut. Kayanya siyh sekolah farmasi nya yah. Entah apaan. Yang jelas, seniornya (yang berdiri beberapa ratus meter di depan anak yang sedangjalan kaki tadi) mengenakan jas biru tua cerah.

Kalo aku bawa kamera, mungkin langsung aku canded kegiaan mereka. Asli... kaya orang g*** banget bajunya. Topi karton, banyak tempelan kertas entah apa temanya, belum lagi asesoris kertas yang menempel di badan pulak. Masya Allah...

Trully, I'm mad about that. Really trully angry...

In my (WISE) opinion, dari lubuk hati yang paling dalam, aku akan selalu menjadi pihak yang opposite terhadap ospek yang modelnya pelonco kaya gitu. Hweks... un-educated dan senioritas banget siyh. Ngakunya pelajar . mahasiswa, mentalnya masih feodal... masih pengen dilihat seperti senior yang berkuasa. Masih seneng ngerjain hal-hal yang ga ada hubungannya sama dunia pendidikan. (You know, since learning is apart of education & learning is fung, than education is also fun and bring happines).

For whatever reason... yang katanya biar melatih mental kehidupan kampus lah, biar bersikap sopan ma senior lah... terbukti semuanya bullshit. Mental seseorang di suatu field kehidupan itu bisa OK setelah ditempa dalam rentang waktu yang tidak sebentar. SIkap sopan atau manner itu dibawa dari keluarga dan lingkungan. Ga bisa dibentuk dengan cara nge-press ala senioritas gitu. NYADAR GA SIH KALIAN???


OK deyh... kalo memang pihak ormawa mau memfasilitasi siswa / mahasiswa baru untuk mengenal lingkungannya, konseplah kegiatan yang elegan. demo lab, bikin artikel, diskusi issue terkini di bidangnya, dll. ga perlu deh nyuruh orang2 baru itu berdandan bak orang g***. Ga perlu lah senior pada mikir ribuan kali untuk ide 'besok mereka suruh bawa apaan ya, suruh dandan ala apa yah???' Ga guna...

So... buat siswa / mahasiswa yang membaca postingan ini dan kalian masih sehati dengan ospek dengan style pelonco, maka ... maaf. Kurasa sebaiknya kalian mulai belajar suatu kosa kata baru yang namanya egaliter dan well-educated dan open-minded.

4/7/2007; 10.31 AM di WA Lt. 11
asli... sebel banget sama pelonco.

Tuesday, July 03, 2007

Melankolis

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Sebenernya... gengsi banget kalo dibilang aku itu melankolis.
Inginnya berusaha terlihat cool, padahal di belakang mah ... brrr (tear drops). he..he..

Pernah suatu kali kusampaikan suatu cerita pada seorang teman (temanku ini orang yang asiq banget, dan mencoba melihat segala sesuatu secara simple saja).

Lalu, kuberitahu kumpulan aksara yang merefleksikan kesedihan yang kurasakan (waktu itu).
Dan kubilang, 'Temen loe mellow yah?'
Dan dia menjawab, 'Dengan melow gitu, itu nunjukkin kalo loe masih human being.'

well - well...
Glad to hear my 'wise' friend said that to me.
Trims ya Wiky...
WA Lt. 11 3/7/2007 jam 12.37 PM

duduk manis & standing party

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Sudah beberapa hari ini aku akrab dengan bus TiJe. Pergi kerja ataupun pulang kerja.

Pemandangan yang sama kerap terjadi. Old story sih, tapi tetap aja asiq untukku mempergunjingkannya.

Apalagi kalo bukan tentang hal tempat duduk. Bus TiJe itu dirancang dengan kursi yang sediit (jika dibandingkan dengan jumlah penumpangnya). Walhasil, lebih banyak yang standing party daripada duduk manis. Yang bikin miris, yang duduk manis itu seringnya mas-mas muda atau mba-mba muda. Yang berdiri itu para ibu-ibu sebaya dengan ibuku. Cihuy kaan??? Apakah ini yang termasuk kejamnya dunia.

Karakter apa yang mendominasi yah?
Kurang empati kah, egois kah, atau memang para anak muda itu hanya muda di tampilan luar sedangkan dalamnya berisi tulang keropos???

Entahlah, apakah mengganti model bus dengan yang banyak kursi akan mempengaruhi 'pamor' tije ini atau tidak. Kalo memang tidak ada pengaruhnya, pemda musti beli bus dengan model yang berkursi banyak. Udah tau ini bus untuk rapid mass transportation dan digunakan oleh masyarakat dari berbagai usia, kok malah bikin kursinya sedikit??? Kalo bus kampus model bus koneng UI, bolehlah dibuat seperti itu (sangat sedikit, atau malah ga ada kursi duduknya).

Oh ya...
sekalian aja ya, toxic tentang si TiJe ini aku keluarin. Shelter TiJe ga human friendly. Alasan : ga ada toiletnya. Wondering, kemana petugas loket kalo ia mau berurusan dengan urusan yang satu itu???

WA Lt.11 3/7/2007 jam 9.50

Berbincang (Episode Ikhtiar Seorang Teman Part 3)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Biar bisa ikutin alur ceritanya, silakan baca dulu part 1 dan part 2 nya. Moga bisa diambil pelajaran.


Hari 1

email
from : wanita
to : pria
subject : plan to the fore

Just wanna share a song from Daniel Bedingfield :
I never know what the future brings
.................
We'll make it through
.................


Hari 2


Pria : 'Ya... kalo memang itu dilihat sebagai kelemahanku, so you are free to decide. Everybody wants the best kan? Pria berhak memilih dan wanita berhak menolak kan?'

Wanita : 'ya... Tapi masalahnya bukan tentang menerima atau tidak. Ini tentang timing.'


Hari 3 Pagi Hari

Wanita : 'Hm... kamu juga ya. If you found that I'm complicated enough for you to marry to, than You are free to decide.'

Pria : 'O gitu???'

Wanita : 'Ya (sepertinya ia membohongi hatinya, secara dia mengharapkan sang pria tetap teguh pada keputusan pertamanya.)'

sekejap semuanya terdiam.

Wanita : 'OK... dicoba dan diusahakan lagi.'

Pria : 'Ya.. Semua hal memang perlu diusahakan kan?'

Wanita : 'Ya'



Hari 3 Sore Hari

SMS dari Pria : 'Thanks for Everything ya'



WA Lt. 11 jam 8.55 3/7/2007
based on a real story of a friend.
Wish U all the Best ya :)

Monday, July 02, 2007

Bisa Karena Terpaksa dan Terbiasa

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Pagi ini chat dengan liends, dan aku mengungkapkan kekhawatiranku tentang suatu hal.
Hm... bayangkan gini. Misalkan kita punya tanggung jawab baru (contoh : diangkat jadi manajer / pindah ke pershn yang lebih 'tinggi' load kerjanya, dll) pernah kan mucul keraguan... Bisa ga ya aku ngejalaninnya?

Dan advice nya Liends ... Insya Allah bisa. Manusia itu bisa karena terpaksa dan terbiasa. Kalo dipikir dan dilihat, iya juga ya... :)

Jadi inget ...
Waktu jaman sekolah, ga kebayang naik bus kota ke daerah nun jauh di Grogol. Dan... waktu kuliah, Alhamdulillah... Iwas made it. Pulo Gebang - Grogol setiap hari dilaju dengan bus kota. dari yang model P7 yang konon banyak copetnya, sampe bus keren semodel AC 51. Hm... iya juga yah, kita kan dikasih kemampuan atawa fitrah untuk survive. Pasti bisa deyh.

Semoga bisa nya tidak hanya sekedar bisa, tapi bisa yang benar [Mo ngomong apa si loe Di???]

WA Lt. 11 jam 11.59 2/7/2007
Bersiap berlepas diri dari suatu kenyamanan :)

Thursday, June 28, 2007

Matahari

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Matahari selalu bersinar.
bahkan saat malam pun, sebenarnya di belahan bumi lain ia menaampakkan sinarnya.

Tapi...
ada kalanya ia tidak bisa bebas dari pekatnya awan yang menutup. Bahkan sinarnya pun terkalahkan... Sama sekali tidak terlihat.

Semoga ini hanya awan, dan bukan badai.
Semoga juga sinarnya kembali mewarnai hari-hariku.

WA Lt. 11 28/6/2007 jam 11.58
Saat kudapati sebuah challange sekalian itu merupakan sebuah gift.
Sabar yah... Jus pray & hope to ALLAH (the most gracious & the most merciful)

Saturday, June 16, 2007

the sun after the fully moon

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Setelah purnama itu sempat menerangi malam
Kemudian ia menjadi redup dan akhirnya tidak terlihat ...
Sebenarnya ia ada ... Tapi sosoknya tak tertampilkan

Lalu, purnama yang redup kemudian tak terlihat lagi itu digantikan oleh mentari
Mentari dengan sinarnya yang murni dan tulus tampa pamrih
Semoga mentari itu tetap dengan kehangatan dan ketulusannya menerangi hari-hari ikhtiarku.

WA Lt. 11 16/6/2007 jam 9.08
Kala sebuah ikhtiar menapaki jalannya
Mudahkan urusannya Ya Rabb...

Wednesday, June 13, 2007

Seuntai Aksara Suara Hati

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Jika ada kebahagiaan memayungi diri ini,
Aku takut pada suatu titik yang bernama lupa bersyukur

Jika pernah aku di suatu posisi superior,
Aku takut titik takabur itu menghampiri

Pabila kegamangan melanda hati ini,
Aku takut lupa bahwa aku punya titik yang namanya 'Tempat Mengembalikan Semua Urusan'

Pabila aku merasa inferior di tengah crowded nya dunia
Aku takut tak bisa menemukan 'Tempat Berpijak' yang membuatku tegak berdiri.

Ternyata ... Aku sedang menapaki hari menempuhi kondisi itu dan ketakutan itu.
Bersembunyi di dinding ketidaknyamanan yang berisi kenyamanan (atau sebaliknya?)

dan hari-hari itu akan dipergilirkan untukku.
Aku tunggu saja waktunya atau kujemput waktunya???

WA 13/6/2007 7.40

Tuesday, June 12, 2007

Update Selera Musik

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Juni yang sudah mencapai pertengahan, dan baru kali ini aku kunjungi lagi hommy di dunia virtualku. Masih di tengah kegamangan diri dan mencoba untuk persisten menjalani hari demi hari ... akhirnya kutulis sesuatu yang ringan (halah...). Anyway, 12 Juni ini ulang tahun Ibuku yang ke-51. Semoga pengharapan Beliau (terutama bagian pengen punya 1 lagi menantu. Amien... )dikabulkan Allah SWT. Happy birthday My Mom... thank you for being such a great inspirator for me.

Hm... ingin meng-update selera musikku saja. Ternyata, dari sekian jenis musik, aku merasa ada ruang kenyamanan lain saat mendengar irama-irama yang nge-jazz (walaupun bukan jazz tipe mainstream. Ringan...

Aku baru menyimak beberapa kelompok seperti incognito, maliq & d'essentials, dan si Mr. tunde.

Secara aku bukan pengamat musik, yang aku pahami dari diriku adalah musik-musik mereka memberikan efek rileks.

OK deyh...
Sekian tulisan ringan ini kusampaikan.

WA Lt. 11 jam 8.23 di hari ultah Mom yang ke-51

Thursday, May 31, 2007

Sales

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Tulisan ini dilhami setelah kemarin aku interview di sebuah PMA di Jakarta. Posisi yang dibutuhkan adalah sales dan engineer.

Jika ditanya apakah aku bersedia jadi sales, maka jawabanku pastilah tidak tegas ya atau tidak. Ini adalah pekerjaan yang seru. Dimana kita akan mem persuade orang lain agar ia membeli jasa atau barang kita. Yang aku khawatirkan dari model pekerjaan ini adalah apabila income nya hanya berdasarkan penjualan, dan tidak ada fix income. Kalo modelnya begini ya... namanya unlimited income. Dari minus tak terhingga sampai plus tak terhingga. Dan yang ga bikin percaya diri adalah kalau dikerjakan seorang diri. Kalau dengan tim, rasanya lebih pede.

Namun ternyata yang dikhawatirkan inteviewer padaku mengenai pekerjaan salas adalah ... 'culture' pekerjaannya (secara Beliau melihat kostumku yang ga cocok untuk berada di lingkungan night life. ???... ). Beliau bercerita, kadang di dunia per- sales- an itu ada hal-hal yang lebih nyaman dibicarakan setelah jam kantor. Kadang klien nya minta ketemuan berdua aja di suatu kafe / resto tertentu (pokonya tempat yang enak buat bicara), mengenai waktu, so pastilah malam. Kadang juga ada klien yang bertingkah 'macam-macam'. Si interviewer juga berharap, semoga dia kuat untuk ga ikut-ikutan kelakuan klien. Truz... cerita lain lagi, masalah 'take and give' order. Maksudnya, ada saja klien (person) yang minta suatu 'reward' dari perisahaan si sales apabila sales itu berhasil menjual barang / jasanya ke perusahaan klien/ Walah...

Akhirnya kami sampai pada suatu kesimpulan bahwa bidang sales ga cocok buatku. Mungkin engineer lebih cocok. Kalo aku pribadi, culture pekerjaan yang seperti itu (kondisi pekerjaan sales yang dijelaskan di paragraf sebelumnya)bukan pilihanku. Hm... gimana yah, aku ko melihat akan banyak mengundang mudharat, baik untuk aku pribadi, keluarga (apalagi kelak pabila aku sudah berkeluarga nanti), atau identitas lain yang aku bawa. However, itu adalah sebuah pilihan. Kuyakin ada orang lain yang lebih pas memilih bidang ini.

Satu pertanyaan. Ehm, semoga dunia penjualan atau sales di negeri ini hanya nol koma nol sekian persen saja yang begitu ya... Sales dan buyer yang benar-benar hanya bertransaksi urusan pekerjaan. Yang dilakukan dalam batas-batas prosedur yang sudah disepakati. Bukankah perniagaan itu suatu hal yang indah apabila dikerjakan sesuai jalurnya??

Allahu A'lam bishShowab.
Maaf untuk kesalahan penyimpulan

End of May 2007.
WA Lt. 11 jam 7.
menjelang monthly reporting.

Thursday, May 24, 2007

Kadang Teman Baik Lebih Mengenal Diri Kita Dibandingkan Kita

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Kemaren sore, ketemuan sama Liends untuk ambil contoh produk, save foto tim gonjreng, lihat foto-foto walimahnya Liends, dan memamerkan ke Beliau movie maker karya amatir-an ku. :)

Dan, dalam suatu spot pembicaraan kami, baru ketahuan bahwa ada sisi rapuhku yang belum benar sekali recoverynya. Dan Liends menyadarkan aku akan sisi itu. Ternyata Liends lebih kenal diriku daripada aku sendiri. Yup, saat alam sadarku menyatakan bahwa 'Hey !!! I'm done with that. My recovery is well done'; ternyata alam bawah sadarku menyatakan 'Dianti, U'r not OK!'.

Yup... Selama kami berinteraksi, Liends aware bahwa kadang apa yang aku utarakan adalah sesuatu yang menggambarkan kerapuhanku. Walaupun aku berkata : 'I'm OK Mba... ' tapi ... he..he..

Alhamdulillah diingetin. Dengan begitu, rasanya aku perlu jujur sama diri sendiri bahwa... sisi rapuh itu musti diakui keberadaannya, dan direcovery sesunguh-sungguhnya. Dan moga 'sakit' itu sembuh sebenar-benarnya.

WA Lt. 11 jam 6.46 24/5/2007
lagi chatting sama Sukma yang ... freak...
[pastinya dia marah kalo dibilang freak].

Wednesday, May 23, 2007

All We Can DO is Ikhtiar

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Ada 2 peristiwa yang ngingetin aku lagi, bahwa apapun daya upaya yang kita lakukan, DIA lah penentu terakhir terwujud atau tidaknya tujuan itu.

Peristiwa pertama :
Aku janjian sama Liends untuk ketemuan di kantornya dia. Rencana sudah disusun mantap. Walaupun dengan kondisi, kepalaku pusing sangat akibat asap rokok yang kuhirup di Tanah Abang di siang harinya. Namun aku paksakan untuk mau ke tempatnya Liends. Jam sudah disepakati, dah bahkan yang tadinya sudah nunggu bus, ALhamdulillah ada seat kosong di mobil yang biasa aku tebengin. :) Di jalan masih SMS-SMS an. Mengabarkan aku on the way, kurang lebih sampai lokasi dalam sekian menit. Dan... sampailan di perempatan Arion (lokasi aku turun untuk menuju kantornya yang berseberangan dengan Arion). Dimana hujan sudah turun dengan lumayan deras, dan... para Ibu-Ibu di mobil itu bilang : 'Udah Dianti... loe telpon temen loe aja, ketemuannya ga jadi. Repot niyh, ujan.'. Selain itu, pusing yang menerpa dari siang belum juga hilang. Dan decission itu akhirnya terbentuk juga : aku cancel ketemuan dengan Liends. Aku SMS Beliau. Beliau mengerti.

Peristiwa Kedua : Lagi nunggu Miss Wio. Dah janjian mo nebeng Beliau. Pas sudah mendekati waktu yang disepakati, kulihat Bu Yesi berjalan menuju Merdeka Selatan. Kupanggil Beliau, dan kubilang bahwa ada 1 seat kosong di mobilnya Miss Wio. Beliau bisa ikut Miss Wio. Dan aku (ALhamdulillah), ikutan Melda yang masih nunggu jemputannya. Padahal 30 menit sebelumnya, aku udah bilang ke Melda : Makasih ya, aku ikutan Miss Wio, ga ikutan mobilmu. 'Alaa Kulli Hal, semua bisa berubah di last minute. Subhanallah...

Itu peristiwa-peristiwa simple. Dan... pasti banyak orang-orang di luar sana yang pernah ngelamin yang lebih heboh dari ini, dan lebih bisa ngerasain bahwa : We can do nothing but ikhtiar (yang disempurnakan) dan tawakal.

WA Lt. 11 jam 7.41 AM 23/5/2007

kacamata

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Yup, aku berteman dengannya sejak SMU kelas 3. Waktu itu, rabun jauhnya masih 0.5. masih bisa ditolerir. dan sekarang, minusnya (terakhir periksa 2 tahun an lalu) menjadi minus 1. Kacamata pun di-adjust lensa dan frame nya.

Aku memang ga bergantung sekali sama benda satu ini. Aku akan dependent ke dia di event seperti meeting, training, pokoknya hal-hal yang membutuhkan aku untuk fokus melihat sesuatu dari jarak jauh. Dan sekarang, nampaknya dependent itu akan naik levelnya. Kacamata yang sekarang udah ga reliable. Rasanya kurang bisa memenuhi kebutuhan melihatku.

kalo udah gini, baru deyh nyadar akan nikmatnya penglihatan normal tanpa bantuan alat bantu. Kalo boleh pengakuan dosa, kadang aku ngasal memperlakukan organ yang satu itu. Tidak membaca dalam jarak normal, berlama-lama di depan kompie, kadang membaca di tempat yang penerangannya ga bagus. Duh... ternyata tidak memaintain sesuatu akan menyusahkan kita juga yah.

Rencananya dalam waktu dekat, aku akan update kabar dari sepasang organ ini. Semoga baik-baik saja, dan rasanya musti 'memaksa'kan diri untuk memperlakukan mereka dengan baik.

WA Lt. 11 jam 2.24 PM tanggal 22/5/2007

Wednesday, May 16, 2007

Review (lagi) Tentang Blog Ini

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Mencoba teteup konsisten dengan apa yang aku rencanakan :

1. Blog ini aku orientasikan pada content, bukan tampilan ataw display (secara kata para compie-techist, tampulan yang rame bikin berat ngebukanya. Padahl siyh dibalik itu, aku memang punya level gaptek yang cenderung tnggi. ha..ha..=)) ).
2. Blog ini juga sebenarnya sarana sosialisasiku di dunia maya. Nah, PR ku adalah bikin shotbox dan menanggapi dengan itikad baik comment-comment yang masuk. kapan yah???
3. Tulisan2nya hanya dikelompokkan dari archieve nya saja, belom dikasih label ataw tema. Masih bimbang, perlu apa ngga ya, tiap posting tulisan dikelompokkan berdasarkan temanya. Kalo ya, Whew... bakalan work hard neyh. Sampe tulisan ini dibuat, udah 140 posts yang terpublish.
4. Mencoba tampil dengan konsep simplicity (apa mati gaya?? :P ). That's why template yang dipilih pun simple dan ehm... old-fashioned juga kayanya.

ocred deyh. Whatever it is... teteup blogging.
Keluarkan honey & toxic yang mengendap di otak dan hati. cie...

WA Lt. 11 jam 3.32 PM 16/5/2007
sebelum aku shalat Ashar

Jam Analog VS Jam Digital

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Walupun sama-sama jam, aku lebih bisa melihat jam analog dibandingkan jam digital.

Mungkin karena terbiasa aja kali yah. Tapi sungguh beda feeling dan soulnya (deuu bahasanya euy). Dengan melihat jam analog, aku sepertinya bisa memetakan waktuku. Maksudnya, tergambar dengan jelas tentang berapa lama lagi batas waktuku dalam mengerjakan sesuatu. Misalkan, aku biasa berangkat ngantor jam 5.30; Dengan jam analog, yang menunjukkan jarum pendek di angka 5 dan jarum panjang di angka 4, aku lebih bisa memetakan diriku bahwa aku hanya punya waktu 10 menit untuk kemudian go dari rumah.

Dengan jam digital, kurasa aku hanya mampu 'mengetahui' waktu pada saat aku melihat jam tersebut. Rasanya sulit mengira-ngira berapa lama lagi mapping time-limit ku.

Ehm... sekarang kan era nya digital yah.

Al Quran juga ada yang digital, dan... whew,,, barang secanggih itu tapi ko ga membuatku mampu membaca dengan nyaman yah. heran... Masih enakan yang versi buku.

Truz... apalagi yang digital. Ehm... spedometer digital. Nah... ntu tuh. Beda juga rasanya. Emang siyh aku ga nyetir (tapi pernah nebeng mobil dengan kedua jenis spedo ini). Kalo lihat spedo yang digital, ko kayanya 'ribet' yah, soalnya ga terlalu kelihatan naik ataw turunnya jarum pengukur kecepatan itu.

OK deyh.
Semoga itu hanya menunjukkan style dan bukan menjadi parameter ke gaptek an. he..he..

WA Lt 11 jam 3.22 16/5/2007;
beberapa saat setelah submit report dan nasib reconsile yang masih menggantung.
Dengan semangat : Reconsile tiada akhir. suit--suit-- :))

Mengundi Nasib dan Permainan Semasa Kecil

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Terinspirasi kemaren, saat melihat anak2 komples yang sedang bergiliran suit untuk giliran maen karet. Teringat aku akan permainan masa kecil dan betapa aku ingin teriak dan protes terhadap rezim yang membuat 'aturan tidak tertulis' itu.

Pertama, mainan congklak atau dakon.

Seingetku, ada aturan yang menyatakan bahwa saat kita menjalankan biji congklak, kita ga boleh menghitung berapa jumlah biji yang ada di wadah awal (yang akan kita ambil); trus kita juga ga boleh hitung-hitungan kira-kira dimana tempat berhenti kita. Kita hanya boleh pilih satu tempat, trus langsung deh dijalanin biji congklaknya. Dan faktor terpenting di sini adalah luck. Kalo hoki, maka akan ngider dalam waktu lama dan lumbung besarnya akan terisi biji yang banyak. Tapi kalo ciong, paling baru beberapa langkah udah 'mati'.

Well, kalo itu adalah seperti sebuah 'pembentukan karakter' yang salah sedari kecil. Bagaimana tidak, sedari kecil nampaknya kita diajarkan untuk mengandalkan hoki, bukan perhitungan. Coba keadaannya dibalik. Biarkan sewaktu bermain congklak, si pemain menghitung-hitung dari mana ia akan menjalankan bijinya, trus... make decission, dan siap terhadap konsekuensinya. Konsekuensinya bisa mati di suatu tempat setelah ngider lama, atau mati di satu tempat tapi 'nembak' biji congklak lawan dalam jumlah banyak.

Dan ...Bukankah hidup seperti itu tho? Semua perlu diperhitungkan dan diketahui konsekuensinya, trus pilihlah suatu pilihan yang konsekuensinya paling siap untuk dihadapi. Dan pilihan (selama itu berada dalam koridor norma agama) kurasa tidak akan salah. Karena toh kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi ke depannya, kita hanya coba 'memproyeksi' konsekuensinya. Dan setiap pilihan punya konsekuensi. Betul kan...

OK. Next adalah suit dalam permainan karet.
Duh... Aku memang paling ga suka untuk hal-hal yang berbau mistis, judi, khamr. That's why bahkan suit aja jadi perhatian utamaku. Kemaren aku lihat sekumpulan anak melakukan suit untuk giliran loncat di permainan karet. Ya ampyuuuunnn... Kenapa untuk hal giliran loncat karet aja pake ngundi nasib kaya gitu siyh? Yang menang suit (which is, walopun ada teori probabilitas untuk suit, tapi kan kita ga menang atau kalah suit itu di luar kehendak kita, ga bisa diupayakan) giliran pertama jalan, yang menang selanjutnya giliran selanjutnya, dan 2 yang kalah adalah yang 'jaga'. Duh, anak-anak, kenapa siyh sistemnya tidak berubah.

Niyh sistem barunya. Bikin aja kompetisi mini untuk memperebutkan giliran pertama. Misalkan, balapan lari sampe rumah Pak A (tentunya jarak dekat untuk spint yah), dengan begitu kan anak-anak punya motivasi dan akan berupaya keras untuk sprint secepat-cepatnya demi mendapat reward, yaitu giliran pertama loncat karet. Lebih adil dan menenteramkan kan[halah. ko kaya tag nya Bank Syariah???]. Atau kalo mo pake cara damai, ya... legowo-legowoan aja deyh, bilang secara lisan siapa yang mau giliran pertama, kedua, dan seterusnya. Termasuk siapa yang mau jaga. Kalo pada berebut, cobalah anak2 itu belajar berdiskusi / melobi.

Intinya, aku itu paling sebel sama mitos yang berbau hoki-hoki an. All already written in one's fate. Memang ada hal-hal yang unpredictable yang ga terduga, misalkan dapet bonus A hadiah B de el el. Dan ... menurutku itu memang sudah tertulis di takdirnya, bukan 'hoki' dari orang itu. Yang aku percaya, kalo kota pengen sesuatu, semua musti si ikhtiarkan dan ditawakalkan dan diminta dari Dia.

Allahu A'lam bish Showab. Maaf atas pilihan aksara yang terkesan 'berapi-api'.
16/5/2007 (menjelang long weekend) WA Lt. 11 jam 9.39

Tidak Semua Bisa Kuungkap

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Ingin benar rasanya aku bisa mentransformasikan semua bentuk perasaan dan nalar ke dalam susunan aksara.
Namun sejauh yang aku temui, sejauh aksara yangkukenal, rasanya belum pas untuk 'berbicara' mengenai semua yang aku rasakan dan nalarkan.
Mungkin ini keterbatasanku dalam berbahasa.
Ataw... apa semua orang, se-ekspresif apapun dia, ada saja yang tidak bisa dia bahasakan baik lisan atau tulisan?
Dan ... itu memang membuktikan bahwa ilmu manusia itu berbatas dan terbatas dan dibatasi [halah !].

But Allah is the most knowest for everything hidden or looked.
IA yang Maha Tahu kebahagiaanku ataupun kegundahanku, bahkan lebih tau dan lebih paham dari diriku sendiri.

Intinya, kalau emang qta ga bisa mengungkap sesuatu, ya tidak perlu dipaksakan. Sampaikan saja ke Yang Maha Tahu itu.

WA Lt. 11 jam 2.17 PM 15/5/2007

Style Baca Blog

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Ini juga unik. Tiap orang pastinya punya style untu baca blog.
Kalo aku, secara aku tipe yang sekuensial, jika berminat sekali terhadap suatu blog, aku akan baca dari postingan awal sampai yang terkini, semuanya.
Temanku yang namanya Liends, dia akan baca blog berdasarkan judul yang 'eye-catching'.
Temanku yang namanya Melda, lihat dari tema / topik nya.

Hm... ada yang punya style lain ga yah??

WA Lt. 11 jam 8.13 15/5/2007

Minat Baca

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Pagi ini gwe sedikit ngoprek tentang suatu topik yang memprihatinkan di negara kita, yaitu minat baca. Data-data kuantitatif yang gwe dapat hanya tentang membaca koran, yaitu kalo di Indonesia 1 koran hanya dibaca oleh 10 orang, padahal idealnya 1 koran dibaca oleh 45 orang. Untuk buku, gwe ga sempat cari-cari data kuantitatifnya.

Intinya, Dari beberapa artikel, beberapa kesimpulan (yang menjadi perhatian lebih untukku) minat baca yang rendah itu disebabkan oleh :

1. Mahalnya harga buku-buku, jadi males aja beli buku.
2. Di zaman sekarang, pemereintah (nampaknya) kurang punya kebiasaan memanfaatkanwaktu untuk membca buku, lain seperti zamannya Pak Karno & Pak Hatta. So, jarang sekali ditemukan perpustakaan sederhana di sudut-sudut kota. lain kalo di jaman dulu. Ada yang mencotohkan dia tiap pulang sekolah pergi ke perpustakaan di deket Jatinegara, yang disana tersedia literatur sastra Indonesia dan Belanda. keren euy ...
3. Tipe masyarakat kita yang cenderung verbal, bukan lateral. Kita bisa / terbiasa melakukan sesuatu karena 'dibilangin', bukan karena browse dari bacaan. Truz... ini juga mungkin dari habit, waktu masih kecil kita didongengkan secara lisan, bukan dibacakan dongeng.
4. Culture nenek moyang atau ibu-ibu kita yang kurang membiasakan membacakan buku untuk anak-anaknya, karena direpotkan oleh pekerjaan rumah tangga, seperti beberes rumah, ngasih empan ayam / bebek peliharaan. Dan karena culture ini, anak-anaknya jadi tidak 'dekat' dengan buku.
5. Sebagian saudara kita masih belum bisa menjadikan buku sebagai sesuatu yang bernilai dan memberikan manfaat kesenangan, sehingga rasanya 'malas' untuk afford buku, dibandingkan afford untuk ke Cafe, bioskop, Night Club. Yah... yang seperti itulah.
6. Terlalu lama waktu bermain untuk anak kecil. Di Indonesia, jam bermain seorang anak adalah 3 - 4 jam. Sedangkan di negara lain seperti Korea, jam bermainnya hanya 1 jam. Sisanya untuk belajar dan baca buku.
7. Mindset bahwa orang yang hobi baca buku adalah orang-orang yang penyendiri, intrrovert, ga gaul.

Kalo ngukur di diri gwe sendiri, rasanya minat baca gwe belum lah termasuk kategori tinggi. Gwe yang ... so-so .. ga rendah juga ko. Dan, saat gwe menulis ini, gwe sedang dalam tahap awal mereformasi pengkoleksian buku gwe. Untuk jenis buku yang bergolong cerita (novel, tapinya kudu yang sarat ilmu. Ga yang kisah-kisah cinta menye-menye) pengennya siyh ga usah beli, upayakan pinjam teman atau perpust. Nah... skarang mulai beli buku-buku yang sifatnya non fiksi. Secara, bacaan-bacaan non fiksi lebih senang gwe temuin di koran ataw pas browsing.

Jadi... selamat membaca.

Iqra' !!!


WA Lt. 11 jam 7.45 15/5/2007

Friday, May 11, 2007

Just my Imagination

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Bayangkan pabila ...

Aku jalan sendirian
Di tengah hutan hujan tropis
di waktu dhuha (sekitar jam 8 an)

Aku injak daun-daun lembab dengan bunyian nya yang saling bergesek
Aku dengar cicit burung dan suara primata atau desis ular
Aku lihat siluet cahaya matahari mnembus rimbunnya daun yang berapatan
Aku rasakan angin yang adem menerpa mukaku yang (lagi) berjerawat :D

Truzz...
Aku sampai di sungai
Ga jauh dari situ ada air terjun yang gemuruhnya menyegarkan
Trus, aku langkahkan kakiku di antara bebatuan kali yang licin dan berlumut
Brr... airnya adem dan jernih

Udah gitu,
Kucoba wudhu pake air terjun
Kemudian, aku cari tempat kering, pasang kompas, cari arah kiblat
selanjutnya tertunaikan lah 2 rakaat itu, trus aku curhat sama DIA, sejadi-jadinya

Selesai itu, rasanya pasti plong dan lega.
Tapi kemudian laper.
Dan Di sungai itu, kelihatan ikan yang ukurannya gede.
Kutombak, trus kubersihin,
Kemudian nyalain perapian, bakar ikan... (protein tinggi Bouw)
Di antara hutan-hutan itu, kutemukan juga pohon buah
Biar segar, kumakan buahnya ...

Truzz... aku jalan lagi, sambil sesekali istirahat dan menyapa primata atau mamalia yang melintas.
Kemudian aku sampai di pantai
Udah ada kapal laut bagus yang siap mengantarkan aku ke Jakarta, ke real life ...



WA Lt. 11 11/5/2007 jam 7.15
ps : hayoo kerjain reportingnya, Dianti !!!
Sudah ada yang menanti (reporting) mu. :P

saturated

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Apa yang terjadi kalo jenuh itu sudah berada di titik nadir?
Di suatu titik yang (menurut kita) sudah paling 'apes' tingkatan nya?
Pada suatu waktu dimana kita ngejalanin sesuatu dengan hampa, tanpa gairah apalagi semangat?

Konon katanya tiap orang pasti pernah dilanda kejenuhan. Dan obatnya adalah refreshing, cari suasana baru, atau apalah yang membuat daily life mereka lebih variatif?
Yakin ga siyh tiap jenuh itu pasti ada 'variatif' nya?

Subhanallah ...
Asli, sekarang gwe lagi jenuh.
Memang sebelumnya juga ada waktu-waktu dimana bosan atau jenuh itu melanda. Tapi yang ini, mungkin kalo boleh ber-hiperbola, gwe ada di level stadium 1.

Secara default otak gwe memikirkan hal yang sama dan badan gwe melakukan hal yang sama setiap hari. Serba berulang dan ga ada 'soul' dari apa-apa yang gwe kerjain. Parah ya...

Tapi teteup, gwe selalu bersyukur sama DIA atas apa yang DIA udah kasih ke gwe.
Kalo boleh berhipotesa, jenuhnya gwe karena (gwe) merasa semua dalam kondisi aman dan nyaman (which is ngga juga seyh, secara ada hal-hal yang belum terpenuhi yang belum membuat gwe nyaman). Hwaaa.... manusia emang serba ribet. Dikasih ga nyaman complain, dikasih nyaman jenuh. Jadi maunya apa?????

Yo weiss lah. Moga-moga jenuhnya cepetan hilang. Secara besok udah weekend dan gwe mau meng-entertain diri gwe dengan novel Norwegian Wood nya Miss Wio (inget !!! ga boleh lecek, hiks... 'Rule of 4' nya keriting kan gara2 dipinjem gwe. sorry ya Miss :).

Oh ya, nge-blog pun sempet jenuh. Makannya satu pekan an kemaren vakum, karena jenuh itu. Yah begitulah... Orang yang sedang jenuh bahkan kurang bisa melihat siluet indah mentari di antara rapatnya embun. Rugi banget yah...

Jadi, enjoy Jakarta. ehh.. maxudnya enjoy your life. Life is a gift. Being saturated-feeling is also a gift.


WA Lt. 11 jam 7 11/5/2007
Kantor masih sepi.
Pengen teriak, pengen ketawa, pengen nangis juga.
Hwaaa....... bingung !!!!