Skip to main content

Posts

Hujan

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dari malam sampai pagi ini Jakarta hujan deras. Yang kusuka tentang hujan (Its natural Atmosphere) : 1. Adem 2. Bunyi air jatuh ke tanah 3. Bau debu yang tersiram air 4. Cahaya petir yang kalo lagi nge-flash, keren bangets. tapinya dia mengandung ribuan volts.. :( 5. Pelangi sehabis hujan 6. Bulir-bulir air di daun dan di kaca rumah atawa kaca mobil, keren bangets 7. Pohon yang kelihatan seger karena kesiram air hujan. 8. Saat hujan deras adalah saat doa diijabah (sorry, ga tau hadist nya. Aku denger dari seniorku di kampus) Yang kulihat tentang hujan (Its Civillian Condition) : 1. Jalanan jadi tampak sepi (iyalah... males aja kalee jalan-jalan kalo lagi hujan). Mobil mewah dan angkot butut jadi senasib sepenanggungan. Mesin kena genangan air, cat mobil kena air hujan yang mengandung garam, macret. whew... terlihat egaliter kayanya. 2. Anak-anak ojek payung yang 'tahan banting'. Kayanya mereka ga pernah sakit walaupun hujan-hujanan terus. 3. Semua wanit...

Berkatalah hanya Di Kuadran Positif

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i "Gimana, udah ada panggilan dimana?", tanya seorang manager saat aku hendak memulai sarapanku di meja kerja. "He..he.. belom niyh Pak. Belom ada yang panggil aku." Jawabku. Trus... bla-bla - bla ... intinya aku diceritakan kalau di perusahaan subconnya vendor, salary bisa 4 kali gajiku sekarang. Menggiurkan. Biar bisa naik haji usia muda, ucapku. Dan Beliau dengan senang hati membantuku untuk 'menyalurkan' aku ke perusahaan subcon, dimana Beliau punya kenalan. Truz... "Kamu ngerti BSS?" "Ngerti." "Transmisi?" "Belom." "Coba kamu minta sertifikasi tentang ilmu ke-teknis-an dari training yang kamu ikutin. Pernah training kan?" "Iya... Aku pernah ikut TecSys for non technical, trus Ericsson 3G pricing List." " Nah... perlu tuh sertifikatnya. Soalnya kalo backgroundnya teknik, trus lingkup kerjanya di administratif aja, itu ga keterima dimana-mana. Kamu tau ceritanya I***l kan...

Merapikan Dua Hal

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i R asanya ini kali pertama aku menulis tentang sebuah fase yang namanya separuh dien. Kalo pra separuh dien, kayanya udah beberapa kali curhat atau share tentang itu. Semoga ini bukan termasuk tulisan 'sok tau' ( secara sampai tulisan ini dibuat, aku belum memasuki fase itu ). Terinspirasi dari 2 buah blog, yang pemiliknya mengalami hal yang sama : divorce. Satu blog milik seniorku, satu lagi ya.. karena aku rajin blogwalking ( instead of rajin kerja. halah! !!). Selain itu, karena melihat juga comment ke blog seniorku, yang ternyata sang komentator pun mengalami hal getir itu. Saat membacanya tulisan getir itu, rasanya hati ini menjadi getir juga. Apa siyh yang kurang, istri yang baik ( maap, kebetulan di 2 blog source ku, yangbertingkah nyeleneh itu pihak suami ), udah dilengkapi dengan kehadiran buah hati, ( huss... dapur orang siapa yang tau??? ). Kejadian seperti itu menjadi lampu kuning kelap kelip untukku untuk berani mengambil keputusan besar itu,...

Tulisan ke-100 ... Mencoba Evaluasi. :)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Sejak sign up di Desember 2005, Alhamdulillah sekarang udah sampe tulisan ke-100. He..he.. Sumber datanya dari angka yang tampir di bagian archive per tahun, trus di break down per bulan. Oh ya.. dilurusin dulu, ini tulisan ke-100 yang dipublish di blog ini. Jadi ga termasuk yang draft, atau tulisanku di weblog lain ( mis : wordpress / friendster blog ) Kalo secara statistik, berarti rata-rata dalam satu bulan terbit sekitar 7 or 8 tulisan. Kalo pernah baca di detik, disebut blogger produktif kalo dalam 1 bulan dia bisa tulis sekitar 10 buah tulisan. Hwa... berarti jauh dari produktif dunks. he..he.. ga masalah, Kalo buatku, nulis itu sebuah kesenangan, jangan jadi 'kejar setoran'. Oh ya... Trus kalo mau dievaluasi, jumlah tulisan yang lebih dari 10 ada di bulan Maret dan November 2006. Kalo diinget lagi, dua bulan itu adalah bulan dimana 'episode'nya lagi hm... apa yah... episode unusual. ( silent plizzz :) ). Mungkin bisa diambil kesimpulan k...

Sebentuk Kabar

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dan memperjalankan masa lalu ke titik 0 adalah hal yang belum berhasil kulakukan Ceritera itu masih (dan kerap) mendatangiku Bahkan pada suatu saat kerapuhanku, aku ingin memperbaharui masa lalu yang usang itu Tapi untuk apa? Apakah ada serpih kebaikan tersisa di sana? Entahlah... Dan nampaknya Perjalanan maju adalah pilihan terbaik Tidak menengok, pun menoleh sedikit Namun jika sebentuk keinginan boleh hadir di sisiku Aku hanya ingin sebentuk kabar tentangnya Maaf, Bukan sebentuk kabar darinya Semoga kabar itu bersesuaian dengan harap yang kupinta padaNya Amien WA Lt. 11 7.25 17/1/2007 (sehari menjelang Milad Molin yang ke-26). dedicated to a person who (had) gave me that story of my life.

Lihatlah Ia dengan Hati Bersih

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Alhamdulillah atas kesempatan yang dikasih Allah, sehingga aku bisa bekerja (dan belajar beragam hal) di perusahaan yang (kata orang siyh...) bonafid. Aku belajar bidang pengetahuan baru, belajar bagaimana dealling dengan mood diri sendiri (mencoba teteup kasih performance yang bagus walaupun semangat lagi drop), dan yang pasti ... belajar nge-klik dengan partner kerja yang belum tentu klik-an nya sama dengan aku. (halah... apaan siy????) Contohnya gini Ada di antara kita yang melihat suatu kesalahan sebagai 'kesalahan', dan menunjuk bahwa si 'pembuat kesalahan' yang harus bertanggung jawab dan membenahi semuanya (kita sebut ini sebagai orang tipe A ya). Nah, tapi ada juga yang melihat suatu kesalahan, sebagai pelajaran buat semuanya, sehingga yang musti dilakukan adalah cari solusi bersama. Dengan catatan ya... kesalahan yang diperbuat bukan sesuatu yang disengaja, dan hal itu memang belum dipahami oleh beberapa orang. Misalkan kita di pihak pemb...

this noon

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Sore ini, menjelang pulang (walopun sebenernya kerjaan masih betah nemenin aku di sini), aku pengen banget nulis, Entah apalah... Pokoknya pengen nulis. Eh, lucunya, rasanya belum ada sesuatu yang pengen aku share untuk ditulis di sini. Mungkin nanti, sepulang kerja atau di perjalanan, insya Allah aku menemukan sesuatu yang bisa jadi 'jeda'; sehingga dengan berhenti sekejap / memberikan ruang kosong / menempatkan spasi; aku bisa menikmati pembelajaran yang lain. Amien. WA Floor 11 15/1/2007 3.38 PM

Antenna

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi di Senin ini, masih ada beberapa dokumen yang perlu didatabase (secara e-file nya belom jalan). He..he.. tapi, biar otak seger, mendingan nulis dulu kail yea Mau flashback hari Kamis yang lalu, saat aku dan seorang teman jalan untuk beli sarapan. Sebutlah nama temanku Didi. Sewaktu kami jalan, kami berpapasan dengan seorang wanita berpakaian muslimah rapi berwarna hitam. Setelah melalui nya, Didi berkata padaku, "Dianti, kalo loe pake jilbab warna hitam, jarum pentulnya jangan warna putih ya, kaya antenna. Hm... kaya Mba tadi tuh." =)) Hwaaa..ha... kami ketawa sumringah. Bisa aja si Didi. Perhatian pula sampe ke jarun pentul (secara, aku ga perhatian apa warna jarum pentulnya). He..he.. jangan-jangan si Didi suka perhatiin kalo jarum pentul yang aku pake selalu default warna putih, apapun warna jilbabnya. Ini bisa jadi bahan evaluasi. Bahkan hal kecil pun bisa membuat penglihatan kita ga nyaman. Ya, contohnya si jarum pentul tadi, Benda itu kecil ...

Di Satu Pojok Tengah Kota; Sebuah PR Untuk Pelayan Umat

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Kamis pagi, saat mengantar teman beli sarapan di 'Gang Senggo' atawa BDN Street. Sekitar jam 07.30. PKL yang pada siang hari berbaris merapat di jalan tersebut belumlah datang semuanya. Trus, aku ngobrol sama seorang wanita (hm... kira-kira 30 an tahun, pake kaos yang 'pas' (ga ketat) dengan tubuh mungilnya, pake celana panjang hitam, dilengkapi dengan tas pinggang hitam pula. Dia berjualan -maaf- pakaian dalam wanita, pria, dan anak-anak. Dianti (D) : Pagi-pagi udah beberes Bu. Ibu PKL (P) : Iya, ntar biar jam 10 udah rapi, kalo kita mulainya siang, ntar keteteran. D : Seru ya Bu dagang begini ( duh... empty talks mode : on ) P : Iya Mba ... Ya.. Alhamdulillah lah, namanya juga rejeki, musti begini. tanpa perlu kukorek lebih jauh, meluncurlah narasi tentang sepak terjang dagangnya si Ibu PKL. P : Dulu mah enak Mba, saya di Pasar Baru. D : Sebelah mananya Bu? P : Di Gang, deket Bakmi Gang Kelinci. Wah, di sana mah enak, hampir tiap hari ada aja yan...

Satu Paket

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dalam sebuah perjalanan pulang, aku bersama temanku ( sebutlah namanya Inda ) membahas tentang sebuah blog milik temannya Inda. Inda punya seorang teman ( sebutlah namanya Boy ). Boy bekerja sebagai editor di sebuah majalah, hobi fotografi, menulis, travelling. Alhamdulillah, pekerjaannya pun menuntut dia untuk sering travelling untuk meliput atau men-shoot sesuatu. Blognya Boy manis ( maaf, tidak aku publish di sini dan tidak aku link ). Foto-foto yang dipasang bagus, dan tulisannya menggunakan bahasa yang ringan tapi mengena. Dia bahkan bisa membuat tulisan yang berisi dari shoot-an teh celup yang biasa diminum tiap pagi olehnya. 'Alaa Kuli Hal, banyak orang yang suka tulisannya dia. Secara personality, mungkin bisa terbaca kalau karakter pria ini adalah sensitif dan lembut. Bahkan, Inda pun pernah 'in love' dengan tulisan-tulisan Boy bahkan sebelum mereka kopdar. Dan... sepertinya hidupnya Boy sangat sempurna. Pekerjaan mapan dan sesuai dengan hobin...

enak ga enak

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pernah ga, ngajakin makn siang seseorang ke suatu tempat, trus jawabannya 'Ah... sate di situ ga enak. enakan di tempat X.' 'Gwe belom pernah tuh nyobain mie ayam di situ. Enak ga?' Atau setelah pesan makanan, dicobain dikit, trus komentar : 'Mie ayamnya ga enak.' Dan setelah itu, sisa mie ayam yang masih banyak berakhir di waste basket. :( Maybe this is a usual thing, and I am really sorry to pay much attention about this. Begini... Buatku... makanan itu opsinya : enak dan enak banget. Kalo kira-kira ada bentuk makanan yang ga familier secara 'penglihatan' dan 'penciuman' ku sebelum lidahku merasakannya, maka aku akan membiarkan makanan itu di tempat sajinya saja. Trus, kalo misalkan makanan itu sudah sampai di piringku, dan mungkin rasanya kurang direspond positive oleh organ yang namanya lidah, aku memilih untuk konsisten bersungguh-sungguh menyelesaikan misiku (ngabisin makanan tersebut). So... Kalo ada komentar yang ...

This Year Forward

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Terinspirasi dari blognya Mba Cita , rasanya aku perlu men-state kan hope & dream ku, mulai dari saat ini ke depan. Aku berupaya : -Setiap hari aku mengerjakan sesuatu yang ada manfaatnya buat diriku. -Tiap hari aku meretas jalan untuk meninggalkan jejak kebaikan untuk diriku ataupun orang lain. Amien ... Moga dikuatkan dan diistiqomahkan. Secara, tidak istiqomah atawa inkonsisten adalah godaan yang paling besar untuk 'kepleset' dan 'bubar' dari tujuan awal. WA Lt. 11 9/1/2007 jam 7.22

Aku Merasa Tua

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Perasaan ini datang sekelebat tanggal 1 Januari 2007 kemarin. Nop... DI sini ga mau bicarakan tahun baru dan segala introspeksi diri dan target-target yang perlu di-arrange lagi. Udah banyak yang berkontempelasi untuk hal yang satu itu. Aku merasa tua karena ... melihat generasi yang sekarang berbeda dengan zamanku. Gini ceritanya. 1 Januari 2007, aku, 2 orang Tante, dan 3 orang sepupuku makan siang di sebuah restoran Bakso Malang. Trus, di sebelah meja kami ada 2 orang ABG putri, tanpa didampingi orang tua (atau Ayah Bunda mereka mungkin sedang ke tempat lain???). Mereka cantik, dandanannya juga ciamik. Ehm... walopun, aku dan sepupuku punya pendapat, style mereka siyh lebih dewasa daripada usia mereka sesungguhnya.OK.. trus, ehm, entah kenapa , mereka bisa menjadi sangat 'eye catching' untukku dan sepupuku. Ada sekian time slot yang kami gunakan untuk melirik meja mereka (chape deyh) Trus... Jadi mikir ke 10 tahun yang lalu, dimana aku masih ABG, masih S...

Teringat Setengah Dekade Yang Lalu

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Setengah dekade yang lalu, sekitar 5 tahun yang lalu, aku masih berstatus mahasiswa. Suatu rasa syukur tersendiri bisa memasuki dunia yang penuh dinamika. Buku, cinta (rgh... bab yang ini ga nyangkut di episodeku di kampus), pergerakan,... Subhanallah. Saat itu, idealisme masih jadi makanan buat kami. Hm... Ga terbatas karena status kemahasiswaan yang disandang, tapi lebih dari itu, di dunia thullaby, kami percaya bahwa mahasiswa adalah agent of change (Allahu Akbar !!!). Di masa itu, energi rasanya tak berbatas. Kuliah dan praktikum seharian penuh, dilanjutkan dengan rapat, pulang masih join rapat lagi untuk 'job' di lingkungan rumah, pulang kuliah istirahat atau kerjain tugas ... Subhanallah. Semua membuat aku alive. Dan ... Jaket almamater seakan jadi dresscode yang musti standby di lemari. Waktu itu ga pernah ada kekhawatiran kulit wajah jadi kusam karena matahari dan debu yang menerpa wajah kami saat berdemo. Bahkan badung sesekali (bolos kuliah) untu...

SIbukkan Pikiran

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dalam suatu rapat membahas satu event Muharam, seorang teman menginspirasi dengan kata-katanya ... 'Jika kita tidak disibukkan dengan kebaikan; maka pikiran kita akan disibukkan dengan keburukan.' I agree. Memang untuk menghilangkan pikiran-pikiran buruk (seperti pesimis, perasaan ga worthed, rendah diri, de el el) dari dalam otak kita, caranya sangatlah simple. Sibukkan diri kita dengan kebaikan. Yap.. Itu yang gwe rasakan. Saat kita bersibuk dalam kebaikan, maka kita akan merasa worthed, potensi-potensi yang jumlahnya miliaran di dalam diri kita bisa ter-explore, dan It's so fun & delighted. Energi yang terkuras ga bisa dipungkiri menyebabkan kita cape'; tapi kesenangan dan kebahagiaan yang kita dapat... Subhanallah ... WA jam 8.39 26/12/2006 My Robb, please ease our way ... Amien

Jakarta at Night

Monas Night View Foto by : Izoels Di tengah kota Gedung yang berdiri megah mulai sepi Mobil mewah dan pendar lampu jalan ramai bagaikan kunang Dan juga ... Wajah lelah dari mengais rupiah Di sudut yang lain ... sebagian kecil kaumku mulai keluar Mulai mengais rupiah juga Tapi ... hiks, hiks :(( Caranya bikin miris Di belahan lain Kumpulan insan sedang dugem atau duduk bergerombol Bicara masalah umat Dalam tempaan majelis untuk mensholehkan diri Di ruang lain ... Ibu rumah tangga asyik melihat adegan penuh kebohongan Yang diperlihatkan kotak kaca yang bernama televisi Sementara ia menyuruh anaknya belajar Untuk masa depan yang lebih baik Di lokasi lain ... Pelajar dan mahasiswa sedang berkutat dengan buku dan diktat Menggapai idealisme dan angan Jakarta at night ... Banyak lampu namun masih juga ada kesuraman Tumpukan PR menanti digarap oleh next DKI 1 WA Floor 11; 15/12/2006 at 2.25 PM city nighscape foto by : Gusino

Apapun Itu... Niatnya Musti Lurus

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Bulan ini, Dufan menggelar brosur, sebagai tiket masuk harga Rp. 35.000. Tiketnya berlaku sampe tanggal 16 Desember 2006, dari tanggal 14 November 2006. Siapa siyh yang ga pengen? Begitupun aku, dan teman-teman. Hm... sepertinya udah hampir 3 pekanan ini kami merencanakan waktu yang pas untuk ke dufan. Rencana pertama, tanggal 30 November, batal. Karena, ada seorang teman yang sedang sibuk mempersiapkan 'creativity day' di sekolah tempat ia mengajar. Which is, creativity day nya tanggal 2 Desember. Tapi.. tanggal 30 November itu kita sempat kumpul di Ar Ridho (basecamp kali yeah...)& yah... ketawa ketiwi & sharing, trus, bikin planning waktu lain ke dufan. Next, ditetapkantanggal 11 Des (senin) or 12 Desember (Selasa). Tadinya mau tanggal 4 Desember, tapi gwe yang 'rada berat', soale baru tanggal 30 ambil cuti, kok tanggal 4 cuti lagi. Dan ternyata, sodara-sodara... Berhubung dapet kabar kalo hari Senin itu banyak wahana yang ga main, maka ...

Best Effort atawa Ihsan

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Frase ini terus mengiangdi telingaku. Kudengar setelah aku ikutan meeting sama tim pengadaan, tim netwok budget, planning, & project. Frase tersebut diucapkan oleh VI Pengadaan 1 (membawahi project2 cellular). Intinya gini, diharapkan, semua dokumen pengadaan sudah terbit pada pertengahan Desember. Padahal dokumen pra pengadaannya saja masih banyak yang belum masuk. Pak VP tersebut menjanjikan timnya akan mmengupayakan 'Best Effort' agar semua pengadaan seluler bisa terbit pada pertengahan Desember 2006. Tersentuh rasanya mendengar frase ini diucapkan. Menggambarkan kemauan untuk fight till the end for the best thing. Islam sudah mengajarkan hal ini. Namanya ihsan. Berbuat sebaik-baiknya. Jika bicara ihsan, maka frase lain yang related adalah 'perfeksionis.' Yup... Mengupayakan kesempurnaan untuk hasil terbaik. Dan tahukan kita, aku pribadai, walaupun typikalku phlegmatis, namuan kurasa ada kepuasan tersendiri jika aku mampu mengerjakan sesuatu...

Jaga Kesehatan

Subhanallah ... Nikmat sehat itu memang tak terkira. Dengan sehat, akitivitas apapun bisa kita lakukan, baik yang ringan ataupun yang agak berat. Dan sebelnya, gwe termasuk tipe orang yang 'kufur' terhadap nikmat ini. (Astaghfirullah,,,). Gwe rasa gwe terlalu ngikutin nafsu (nafsu ga pengen makan). Dari Jumat 1/11/2006 kemaren, ada masalah dengan 'siklus pembuangan'. Dugaannya masuk angin. Dan mengapakah angin bisa masu, karena diberi pintu masuk. Tahukah apa pintu masuknya itu? Pintu masuknya adalah malas makan, dikarenakan kondisi psikis yang sedang tidak logis. Hm... ga lagi-lagi deyh. Badan jadi lemes banget. Padahal amanah lagi lebih banyak daripada biasanya ( maklum, akhir tahun ); trus ada project lain; belom 'job' wajib yang musti kusetor padaNya... halah... terbengkalai sekali. So, paksakan makan, walaupun ga pengen makan. Teteup, jangan makan yang kapasitas pedasnya melebihi kemampuan kita. Kalo jajan, mulai hati-hati deyh... Perhatiin tempat de el el...

Pintu Gerbang

Tertarik untuk nulis pintu gerbang, didasari kejadian tadi malam, saat mengunci pintu gerbang. Malam itu, aku pulang telat, sekitar jam 10. Jadi, aku yang in charge untuk kunci pintu gerbang. Entah melow nya lagi on atau karena lagi sok bijak, atau ( semoga & insya Allah ) ini pelajaran yang ditunjukkan olehNya, tapi rasanya pintu gerbang menginspirasi gwe. OK... deskripsi pintu gerbangnya begini : Terdiri atas 2 bagian : yang engsel dan yang rel. Keduanya harus dirapatkan agar bisa di-grendel ( sorry, ga tau bahasa Indo yang paling tepat untuk menyebutkan kata ini ). So pasti, merapatkannya dengan cara menarik pintu bagian rel agar merapat ke bagian pintu engsel. *moga yang kudeskripsikan jelas yah... :) Nah... saat pintu rel hanya berjarak sekitar 15 cm dari pintu engsel, Masya Allah ... tuh pintu ga bisa ditarik. Kupikir, ada sesuatu yang mengganjal, entah batu di rel nya, atau apa lah... tapi ga ada apa-apa. Mungkin, emang seret kali yah... Truss finally, tuh pintu gerbang kudo...