spasi spasi

Bagai kumpulan text, perlu ruang kosong untuk dapat membacanya dengan jelas.

Bagai lokasi, perlu jarak untuk membuatnya tidak sesak.

Bagai runutan peristiwa, perlu jeda untuk mampu mengenang episode yang sudah dilalui.

Bagai gerak, perlu kejap tarikan nafas untuk terus melaju

Friday, October 10, 2008

Sometimes,,, I dislike my character

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Yup...
jujur, aku benci karakterku yang 'takut gagal'. karena takut gagal, aku jadi takut mencoba. Karena takut mencoba, akhirnya problem terpending alias ga segera solved. Padahal, kalo saja dicoba sesegera mungkin, akan segera tau hasilnya.
Uuhh... sebel deyh.
Contohnya tadi. Ada pertanyaan via imeld ari Pak Bos Besar mengenai budget. Aku tau jawabannya, tapi ga segera kubalas imelnya karena takut pak Bos Besar nanya macem2 dan aku ga tau mau jawab apalagi. Dan ternyata... setelah disarankan oleh Jere, untuk langsung bales imelnya dengan mengatakan kondisi sesungguhnya, Pak Bos Besar malah membalasnya dengan suatu pencerahan. Dengan solusi yang sudah ditunggu-tunggu. Masya ALLAH .... Dari tadi kek yah...
Kadang kepikir ini kesalahan metode mendidik dari lingkunganku, dimana anak musti bertindak benar seperti kemauan orang tua. Tidak diberi keluasan jiwa untuk meng-explore sesuatu.
Tapi ya sudah... yang berlalu biarlah berlalu. Dan sekarang, aku menjalankan hidupku, tentunya dengan perubahan dan karakter yang mustinya aku bangun sendiri.

OK deyh ... pokoknya metode mendidik yang menjadikan jiwa kerdil, cukup sampe generasiku ajah, insya ALLAH baby ku dan seterusnya akan dibesarkan dalam lingkungan yang menjadikan seseorang menjadi manusia dengan semua karater positif, baik IQ, EQ, SQ, dan Q-Q-Q lain yang akan ditemukan nantinya. Amien

WA Lt. 11 jam 3.39
10/10/2008 saat tadi pagi ngerasa sebel dengan hubby, dan sekarang jadi kangen banget. he..he..

No comments: