spasi spasi

Bagai kumpulan text, perlu ruang kosong untuk dapat membacanya dengan jelas.

Bagai lokasi, perlu jarak untuk membuatnya tidak sesak.

Bagai runutan peristiwa, perlu jeda untuk mampu mengenang episode yang sudah dilalui.

Bagai gerak, perlu kejap tarikan nafas untuk terus melaju

Thursday, October 19, 2006

_ Dianti Mencari Temannya _

Teman ...
Mungkin belum hitungan purnama yang kulalui
Hanya hitungan bumi berotasi pada porosnya
Dan itu pun baru tujuh kali bumi berotasi,
Terhitung kabar terakhir yang kau kirim padaku

Namun ...
Akhirnya kuakui
Bahwa ada relung hampa di hati ini
Yang minta diisi berita darimu
Entah itu baik, atau kurang baik
Entah itu suka cita untukku ataupun duka
Aku menanti kabarmu teman

Atau mungkin ...
Engkau sudah memiliki teman yang lain?
Yang lebih menyenangkan untuk tempatmu bisa saling berbagi?
Mengapa kau tak beritahu aku?
Tak masalah siapapun dan berapapun temanmu
Aku hanya ingin tau ...

Sebenarnya ...
Akubisa mencarimu melalui banyak jalan
Tapi...
Karena kuingin menjadi teman yang bisa memahamimu,
Aku khawatir rasa rinduku mengganggu aktivitasmu
Karena mungkin juga Engkau sedang tenggelam dalam kekhusyu'an 10 terakhir Ramadhan Mubarak
Engkau tidak mau waktumu berkhalwat denganNya terganggu bukan?


Teman...
Jika kau membaca tulisanku ini
Segera kabari aku ya
Sungguh egoku telah luntur
Kuakui bahwa aku menantimu

Sekali lagi, hanya Rabithah yang bisa kuupayakan agar hati kita tetap bertaut.

Maafkan aku ya Rabb, jika aku merindukan temanku

WA 19/10/2006 7.40

1 comment:

Anonymous said...

...... wordless...

by generasi_rabbani