Skip to main content

kangen yang mengendap

Kangen, karena sangat ingin berjumpa dengan seseorang yang kita sayang.
Entah kenapa kangen itu bisa hadir, mungkin karena hm... qta ngerasa ada yang hilang saat Beliau ga ada di sisi kita.
Ga usah bertemu muka, mendapat balasan email nya pun rasanya udah mengobati kangen itu.

Tapi ... kadang, atau sering yah, kangen itu mengendap begitu saja.
Karena, qta ga mau action untuk menunjukkan bahwa kita kangen.
Alasannya macem-macem.
Bisa jadi, karena kita ga ingin mengganggu aktivitas Beliau, atau mungkin bisa jadi karena gengsi (???).

Misal gini...
Kita punya teman akraaab buangets.
Profesinya guru TK. Dia mau bikin fair untuk promote TK nya itu.
Proyek ini menuntut dia untuk mencurahkan pikiran, tenaga untuk proyek itu siang dan malem.
Pastilah... kangen buangets, dah lama ga sharing.
Tapi... sekali lagi, memang kangen itu terkadang musti diendapkan.
Toh nanti sesudah big projectnya kelar, dia bisa free dan ber ha-ha hi-hi sama kita lagi kan.

Kangen yang diendapkan, tanpa pernah dipublish.
Disebut bijak, atau 'bodoh?' tergantung dari sisi mana kita melihatnya.
And, being on that position is inconvenience.

WA TGIF 17/11/2006 4.43
Dearest friend,
trully I miss you
and I know you R on your hectic period
Dan kangen itu mengendap, yang semakin tebal dari hari ke hari
May B Blessed & hope the easiness is yours

Comments

Popular posts from this blog

Mengawali Self Love

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.setaranews.com/2021/02/memahami-self-love-dan-bagimana-cara.html Tulisan ini agak deep.  Saat menulis ini, jujur gw kek harus mengorek bagian memori yang ga enak, yang kerap gwe endapkan karena ga kepengen dia tampil lagi di benak gwe. Ga sehat sebenernya... karena tidak mentuntaskan masalah atau luka hati. Nah, di mid forties ini, gw berusaha memperbaikinya.  Bismillah, mudah-mudahan tuntas.  Jadi, ada karakter dalam diri gwe, dimana gw merasa happynya orang lain lebih penting daripada diri gwe. Intinya gwe ga mau orang lain mutung atau marah karena situasi yang ga dia expect. PADAHAL, ga semua situasi itu berjalan ideal. Kadang ada situasi yang kita ga bisa kontrol, dan misti kita hadapin. Impact dari karakter ini adalah, sadar atau ga sadar, gwe tidak memprioritaskan KEINGINAN gwe. Gwe hanya memprioritaskan KEBUTUHAN gwe. sounds bijak sih... Tapi, ga gitu juga harusnya. he..he..  Honestly, karakter ini tumbuh karena gw dibesarkan ...

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...