Skip to main content

Sebongkah Rindu Tuk Kalian

Rasakan belaian angin
Tatap sang surya
Pandang cahaya bulan
Tengok gemerlap bintang
Ada sebongkah rindu di sana
Tuk Kalian
Perindu syahdu yang kurindu
Rindu yang terobati dengan Rabithah lembut di gelap malam
Mampu tuk getarkan semesta alam
Oleh ikatan Ta'liful Quluub kalian yang tak pernah kelam
Bersama kalian
Menapaki hari tak kenal henti
Di jalanan penuh onak duri
Tanpa keluh apalagi kesah
Hanya kepadaNya tangan mengadah
Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billah
Menghamba mengharap
Meminta Memohon
Sepetak tempat bernama Jannah
Berdampingan dengan Kalian
istirahat siang, saat kalender menunjuukan angka 20 akhir revoulusi bumi di di 2005 di wisma antara lantai nomor 11
Kupersembahkan kumpulan tutur tak teratur ini tuk kalian, sahabat di jalan penuh onak dan duri.
Tetap berdiri, berjalan, dan berlari...

Comments

Popular posts from this blog

Untukmu Dianti (Segaris Renungan)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dianti... Apakah sekam itu tetap kau pendam dan tidak kau jadikan ia padam? Kau sadar bahwa hatimu sudah lelah Rasanya kau belum berupaya sepenuhnya pasrah Dianti ... Bukanlah suatu hal yang nista ketika kau jujur pada dirimu sendiri Bahwa ego itu musti kau letakkan di titik terendahnya Tuk jujur pada dirimu dan pada dunia bahwa kau pernah rapuh Dianti ... Ya, kau bukan malaikat Hatimu bisa tergores dan kemudian perih Tapi tidak ada luka yang tidak kering Asalkan kau rawat luka itu untuk kau sembuhkan Dan kemudian lupakan bahwa kau pernah terluka Dianti ... Kau tau kau memiliki hari-hari indah Bersama orang-orang yang menyayangimu Dianti ... Energimu besar bagai sumber kinetik di muka bumi ini Ulangi lagi saat kau gerus energimu untuk hal yang menyibukkan pikiranmu Untuk semua kebaikan yang dapat kauhasilkan Sehingga kau lelah fisik Bersamaan kau bahagia secara psikis Dianti... Nampaknya Kau belum sepenuhnya mengembalikan semua persoalanmu padaNya. Apa yang menyul...

Pasutri 18 Tahun

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Yess... itulah gw dan suami, 18 tahun usia pernikahan kami. Apakah komunikasi dan chemistry sudah smooth? Tentu tydack. Apaka sudah sejalan dalam segala hal, tentu belum. ha..ha..  Dan U know, hal crucial yang kami belum beres adalah mperkara financial management n behaviour. Baca yang teliti yah... Bukan perkara kurang duit. Ini perkara me-manage duid,  menempatkan prioritas, dsb. Yups, di bagian ini kami belum sejalan.  Well kalo boleh jujur nih, gw tipikal nge-plan benerrr... Apa juga gw pikirin. Sok iye emang gw nih, padahal mah serahin ke Allah ya.. ha..ha.. Tapi ga gitu juga sih. Gw juga berdasarkan kisah Nabi Yusuf AS, yang menafsirkan mimpi, dimana arahannya adalah menyimpan hasil panen selama 7 tahun untuk packelik 7 tahun ke depan. Saving lah intinya.  TAPI bapake anak2, ini somehow tipikal impulsive buying. Sulit mengurutkan prioritas. Eh ini topik sensitif bingits yaa... ha..ha...  Dah lah, segitu aja. Doain aja, sources yang be...

Rain Lover

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi ini, dalam hati gwe berdoa, minta sama Allah supaya hujan.  Alhamdulillahdi kantor gw hujan, dan dapet info dari si mba di rumah, di rumah juga hujan.  Yess... sesuka itu gw sama hujan.  Dari dulu, dari jaman gw sekolah.  Gwe suka petrikor, alias aroma tanah yang keluar setelah hujan turun. Dulu gwe menyebutnya 'bau debu', he..he.. Namun kemudian hari gw baru tau, itu istilahnya petrikor.  Selain itu, vibes hujan adalah tenang. Kita yang biasanya rush in every activities, kek menjadi calm sejenak. Slowing down... Bukan untuk bermalasan, tapi untuk 'jejek' atau grounded, menghayati apa yang lagi dirasa, dikerjain, dikepengenin. tsaaahhh... lagi cakep nih kalimatnya . 😂  Jujur, suka miris kalo ada orang yang komentar, "Aduh, hujan nih....". Ya Allah, hujan senyaman itu, rahmat dari Allah, yang lazimnya kita syukurin.  Dan untuk rekan-rekan di luar sana yang terdampak karena hujan, misalnya daerah rumahnya banjir, well, ini mem...