spasi spasi

Bagai kumpulan text, perlu ruang kosong untuk dapat membacanya dengan jelas.

Bagai lokasi, perlu jarak untuk membuatnya tidak sesak.

Bagai runutan peristiwa, perlu jeda untuk mampu mengenang episode yang sudah dilalui.

Bagai gerak, perlu kejap tarikan nafas untuk terus melaju

Thursday, April 03, 2008

Rizki nya Roker

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Alhamdulillah, pagi ini aku duduk dari stasiun Pondok Kopi sampe Gambir. Believe it or not, yah.. begitulah.. rizki dateng dari arah yang tak terduga.

Ceritanya gini, saat aku naik kereta, seperti biasa, cari posisi enak untuk berdiri. Pastinya yang ada pegangan dunks. Trus, oprek2 tas untuk pegang HP dan tiket. HP diperlukan, karena hubby rajin nelpon kalo dah sampe kantornya. Nah, mungkin saat aku oprek2 tas yang kelihatan gede itu (maklum, tas ranselku isinya logistik : makan siang lengkap dengan sayur dan apel 1 biji), ada Bapak-Bapak seusia Bapakku langsung memberikan seat nya padaku. Langsung pasang muka manis dan menyeringai, kubilang terima kasih padanya. Cerita selanjutnya, duduklah aku dengan posisi manis.. mensyukuri kenyamanan tersebut.

Siapakah Bapak tadi ?

Secara fisik, Beliau itu ada darah Arabnya. Tubuhnya gemuk, hidung mancung, punya beard, tinggi rata-rata, rambut mulai memutih sedikit. Waktu aku naik, Bapak itu baru saja menutup mushafnya.

Alhamdulillah ... Ternyata di bilangan Jakarta Timur ini masih kujumpai orang-orang yang 'mau berdiri' untuk menghormati wanita. taellah..

Makasih ya Pak... dari saya dan juga baby saya.

WA Lt. 11 jam 8.35 tanggal 3 April 2008

No comments: