spasi spasi

Bagai kumpulan text, perlu ruang kosong untuk dapat membacanya dengan jelas.

Bagai lokasi, perlu jarak untuk membuatnya tidak sesak.

Bagai runutan peristiwa, perlu jeda untuk mampu mengenang episode yang sudah dilalui.

Bagai gerak, perlu kejap tarikan nafas untuk terus melaju

Tuesday, February 10, 2009

.... Ga Siyh ?

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Setelah 3 bulan cuti...
here i come, ngantor lagi dengan status baru sebagai ibu. Selain ngantor, juga punya pekerjaan rutin yaitu memerah.

Menjelang masuk, lagi-lagi pikiranku mengawang-ngawang. Masuk, meninggalkan si kecil yang kusayang di rumah (walopun dengan orang yang sangat kupercaya, yaitu ibuku), tapi tetap saja perasaan 'rugi' mendera. Rugi karena menghabiskan sebagian besar waktu produktif aku tidak bersamanya.

Lebih dari itu, merasa rugi juga karena apa yang aku jalani sekarang tidak memberikan kenyamanan untukku.

Aku jadi bertanya ... Masihkah ada keberkahan dalam aktivitas yang akujalankan di kantor ?

Worthed ga siyh ... beraktivitas 8 to 5 tapi tidak ada target pencapaian yang aku tuju? Adil ga siyh, dengan tugas yang (kadang) lebih berat dan stressor yang lebih hebat daripada mereka yang ber-plat merah namun nominal rupiah yang aku kumpulkan lebih rendah? Bijak ga siyh, para atasan itu memberikan tanggung jawab kepadaku, yang (insya ALLAH) sudah kubuktikan selama beberapa tahun, dan aku tidak melihat perjuangan apapun dari mereka untuk membuat perusahaan ini meng-apresiasi kami?

Ya.. mungkin aku orang yang terlalu perhitungan dengan ini semua. Maaf ya... pola pikirku menjadi seperti ini karena aku punya cita-cita besar, dimana saat ini aku mengharapkan apapun yang aku jalani adalah untuk menjemput cita-cita.

Aku ingin menyekolahkan putraku di sekolah alam, yang saat ini termasuk mahal untukku. Buakan buat gengsi, tapi untuk membentuk karakternya agar ia bisa belajar untuk hidup. Aku ingin keluargaku makan bergizi agar bisa ber'amal positif sebanyak-banyaknya. Aku ingin keluarga kami bisa berbagi dengan orang lain. Aku ingin keluargaku jika bepergian terlindung dari debu dan asap kendaraan jalan raya, yang tentunya itu bisa kami nikmati dengan sebuah benda yang namanya kendaraan beroda 4.

Ampuni aku ya ALLAH jika ada nada kufur nikmat dalam kalimat yang kuuntai. Sungguh ... aku hanya ingin mewujudkan cita-citaku.

Luaskan rizki kami ya Rabb. Amien

WA Lt. 11 jsm 8.33
Selasa, 10 Februari 2009

1 comment:

Puput Hidayat said...

ih... udah lama gak ngintip ke sini, ternyata udah punya baby toh... selamat ya mbak Han... :)