spasi spasi

Bagai kumpulan text, perlu ruang kosong untuk dapat membacanya dengan jelas.

Bagai lokasi, perlu jarak untuk membuatnya tidak sesak.

Bagai runutan peristiwa, perlu jeda untuk mampu mengenang episode yang sudah dilalui.

Bagai gerak, perlu kejap tarikan nafas untuk terus melaju

Monday, September 08, 2008

Refleksi Sembilan Bulan Tujuh Hari

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Sudah 9 bulan lebih 7 hari, dihitung semenjak pernikahan kami. Konon, ada yang bilang bahwa tahun pertama adalah tahun-tahun berat menjalani pernikahan, namun Ibuku bilang, tahun-tahun awal pernikahan adalah masa manis-manisnya pernikahan.

Bagiku,,, sembilan bulan yang telah kulalui bersama pria terbaik yang ALLAH anugerahkan ke aku adalah detik pembelajaran yang sangat berharga untuk diriku.

Aku melewati masa-masa yang penuh senyum, tawa, bahkan ada derai air mata bersamanya. Dan ... ini bukan gombal, tetapi kuakui, semua yang kulalui adalah mozaik yang indah.

Aku banyak melihat sisi baik dan yang sangat ingin kuikuti dari suamiku. Dan suamiku bukanlah malaikat yang bebas dari salah / nafsu, dan disinilah aku belajar bagaimana memahami, dan berusaha meluruskan kekhilafan (yang seringnya tidak ia sengaja) tanpa harus menyalahkan. Pun dari sisi aku, yang belum pintar menjadi istri shalihah dengan standarisasi yang ada di Quran dan sunnah. Bahkan, pernah pula perilaku aku mengoyak hatinya. Astaghfirullah ...

Dan kini, kami jga telah ditemani si baby yang menempati ruang rahimku. Harapaan kami adalah agar kami mampu menjalankan amanah ini dengan baik dan benar, sehingga kami mampu mempertanggungjawabkannya di hadapan Rabb kami kelak. Amien.

Subhanallah... cinta ini memang 'lucu'. Kadang dalam kekesalanku padanya, ada kerinduan yang sangat dalam, dan melalui 'kekhilafan' yang tidak ia sengaja, selalu ada rasa ingin melindungi dan membenahi semua yang telanjur terjadi. Subhanallah... betapa senyumnya menyiramkan kesejukan dan semangat untuk melewati hari-hari yang terkadang (kupandang) berat.

i love you chayank.
oh... betapa menyesalnya aku yang terkadang melewati tanggal 1 (dimana pada tanggal ini cinta kami resmi berpaut) tanpa merefleksikan usia cinta kita. Padahal, semuanya terlalu indah untuk dilupakan, bahkan untuk didiamkan saja. Problem, memang akan selalu mendera. Tapi aku percaya, dengan berbekal ketulusan cinta yang saling kita beri, kita bisa melaluinya...

Yaa Rabb... mudahkan dan perkenankan lantunan permohonan kami. Amien

WA Lt.11 jam 2.30
8 September 2008

1 comment:

ndutyke said...

salam kenal mbak.

kebetulan bulan september ini (tgl 22), juga merupakan momen spesial untuk saya dan suami. tp kami baru 6 bulan menikah...

bahagia ya mbak, punya suami... hihihi... mudah2an ntar menginjak 9 bulan pernikahan saya, juga sudah seberuntung mbak dianti: udah ada calon baby di dalam perut :D