Skip to main content

STAN 3

Mereka tidak bersama kita, tapi kebersamaannya tak pernah hilang.

Seleksi alam itu juga berlangsung di STAN kelas Akuntansi Terapan Angkatan 1.
Di sini tidak ada yang menang ataupun kalah.
Yang ada hanyalah kesempatan untuk memberikan kebebasan pada tiap personil untuk menentukan pilihan terbaik.

Teman-teman ini mungkin tidak lagi bersama kita, tetapi memori dan ruang hatiku selalu memberikan tempat untuk mereka.

Mba Noraa
Miss you Mba'
Beliau ga ikutan kursus lagi sejak ujian pertama. Beliau pindah kerja, dan perusahaan baru tempatnya kerja memberlakukan hari Sabtu sebagai weedays. She's such a beautiful and smart lady. We've shared many things. She inspired me about how to keep your climb stabil. Keep on working and said that we are the best known of what we want to.

Pak Tutuk
Hm... Bapak yang satu ini suka bertanya-tanya hal-hal yang sifatnya aplikatif. Mungkin karena Beliau udah praktisi di bisnis yang Beliau geluti yah. Salut buat Pak Tutuk, The Modest & Down to Earth Man.

Mas Buyung
Mas Buyung ini, motivasi ikut Akuntansi Terapan adalah untuk refresh ilmu yang pernah Beliau dapat. Bahkan, Beliau udah pernah jadi pengajar akuntansi lho... (he..he.. Jangan-jangan ada misi khusus untuk menguji dosen STAN yah? %$^#*)

Mas Mauladin Fibri
Hm... Cukup ingat dengan Beliau, -walaupun 'tereliminasi'nya di awal-awal kelas-, karena pernah bareng di busway. wah... Sepertinya Beliau ga lanjut karena apa yang diharapkan dari kursus gak sesuai dengan keinginan Beliau (lha jelas lah.. Dikau kan sudah praktisi di Bank. Akuntansinya udah advance ngkalleee).

Kayanya masih ada personil yang lain, tapi aku ga inget nama mereka.
Sukses buat kita semua yeah...

24/3/2006 : 11.45 AM
WA Lt. 11

Comments

Popular posts from this blog

Just a Happy Tear

Just A Happy Tear Just a tear and a warm smile Far away of thousand miles And a gentle whisper pray Watching you fly away Leaving this hectic world Leaving all the suffers Leaving all the damns Go to The Most Gracious The Most Merciful Be your Angel's Mom and Dad and proud we all You guys.. The Rijalush Sholihiin Have no propper place in this tiny world Only heaven could answer your Beg Just a happy tear I have Begging to be one of your friend (dedicated to Imad Aqil, Fatih Farahat & All The Syahid Palestinians)

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...