Skip to main content

STAN

STAN by me .. nobody knows... (by OASIS)
(hweks... mao ngutip lagunya oasis malah kacau balau).

STAN = Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Aku ga sekolah di situ siyh. Cuman ngendon dari September 2005 sampe Februari 2006 (legally).

Berawal dari pemikiran : iseng, ga ada kerjaan di hari Sabtu (mungkin karena gwe ga kreatif cari job), kuputuskan untuk ikutan kursus akuntansi terapan di STAN. Dapet infonya di koran kompas. (Langganan wajib para job seeker euy). Daftar dari kocek sendiri (Alhamdulillah, senangnya bisa sekolah dari gajian sendiri), dateng langsung ke kampus STAN yang perjalanannya pulang pergidari merdeka selatan butuh setengah hari sendiri (by bus Bouw), and daftar. suit..suit... berasa bangga (dikit) bisa sekolah di STAN yang konon impiannya para fresh graduate SMU yang pada ngebet pengen jadi akuntan atau bekerja di bidang lain as long as masih berhubungan ma fulus.

Kursusnya hari Sabtu jam 9 sampe jam 4 sore. Looks berat. Dan emang berat, apalagi kalo dah jam2. Udah kenyang, ruangan silir-silir, hari Sabtu pula... (what a hard consequences). Apa motif dasarnya ya, ikut kursus akuntansi? Padahal waktu jaman SMU dulu, asli... benci buanget ma akuntansi. Di kuliahan dapet AkBi juga ga demen. Entah kenapa yah, apa mungkin karna udah kerja, udah kenal fulus (even kata nyokap nominalnya masih kecil), jadi pengen belajar tentang fulus.

Disabarin aje... tho pada akhirnya 6 bulan itu terlampaui juga.

Alhamdulillah, gwe mendapat lebih dari yang gwe bayangkan. Ilmu, off-course lah. Gwe jadi tau general-ledger, analisa fulusnya perusahaan (trial jadi analis bisnis gitu deyh), dan juga meet my old friend : AkBi (hwaaa.... !!!). Laen dari ilmu, pertemanan yang hm... mirip keluarga kali yeah.

Wisma Antara Lt. 11 jam 2.12 PM
Gak lagi busy, gak lagi kosong juga.

Comments

Anonymous said…
Dear Mbak Dianti,

Mbak, aku sekarang lagi nyari tempat kursus akuntansi yang bagus dan murah.. he..he.. kira-kira menurut mbak yang di STAN itu ok ga ya? sharing dong mbak.. full disclosure (selengkap-lengkapnya)
Makasih

Salam,
Robby Adhilni
byanca2000@yahoo.com

Popular posts from this blog

Rain Lover

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi ini, dalam hati gwe berdoa, minta sama Allah supaya hujan.  Alhamdulillahdi kantor gw hujan, dan dapet info dari si mba di rumah, di rumah juga hujan.  Yess... sesuka itu gw sama hujan.  Dari dulu, dari jaman gw sekolah.  Gwe suka petrikor, alias aroma tanah yang keluar setelah hujan turun. Dulu gwe menyebutnya 'bau debu', he..he.. Namun kemudian hari gw baru tau, itu istilahnya petrikor.  Selain itu, vibes hujan adalah tenang. Kita yang biasanya rush in every activities, kek menjadi calm sejenak. Slowing down... Bukan untuk bermalasan, tapi untuk 'jejek' atau grounded, menghayati apa yang lagi dirasa, dikerjain, dikepengenin. tsaaahhh... lagi cakep nih kalimatnya . 😂  Jujur, suka miris kalo ada orang yang komentar, "Aduh, hujan nih....". Ya Allah, hujan senyaman itu, rahmat dari Allah, yang lazimnya kita syukurin.  Dan untuk rekan-rekan di luar sana yang terdampak karena hujan, misalnya daerah rumahnya banjir, well, ini mem...

KTP Anak Lanang...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Ada perasaan nyess, saat hari ini anak lanang kami ambil  KTP. Alhamdulillah dia genap 17 tahun di 30 Oct lalu. Ya Allah,,, Alhamdulillah bisa sejauh ini membersamai anak lanang satu ini. Jujur gw jauh dari sosok ibu yang sabar, kreatif, bervisi, jago masak, U name it lah kriteria idealnya seorang Ibu. Yang gw tau, gw sayang anak gwe, pengen dia jadi hamba Allah yang taat, bermanfaat, sukses, bahagia, selamat dunia akhirat.  Baby yang dulu 'botoh', hari ini officially jadi dewasa sesuai peraturan negara, Tsaah... Ah makind ewasa doa orang tua makin panjang, ternyata. Gw mulai berdoa dia dapet mantu yang shalihah, sekufu, greenflag. Tak lupa gw pun mendoakan dia jadi suami greenflag. Dan yang penting, mantunya itu sayang tulus sama gw... Gw in sya Allah bakal jadi mertua yang sayang dengan tulus kok. Apalagi kalo mantu gw anak orang kaya . eh.. keceplosan. ha..ha..  Lah ga papa juga sih, kan berarti in sya Allah gw bisa berkolaborasi dalam kebaikan. A...

Untukmu Dianti (Segaris Renungan)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dianti... Apakah sekam itu tetap kau pendam dan tidak kau jadikan ia padam? Kau sadar bahwa hatimu sudah lelah Rasanya kau belum berupaya sepenuhnya pasrah Dianti ... Bukanlah suatu hal yang nista ketika kau jujur pada dirimu sendiri Bahwa ego itu musti kau letakkan di titik terendahnya Tuk jujur pada dirimu dan pada dunia bahwa kau pernah rapuh Dianti ... Ya, kau bukan malaikat Hatimu bisa tergores dan kemudian perih Tapi tidak ada luka yang tidak kering Asalkan kau rawat luka itu untuk kau sembuhkan Dan kemudian lupakan bahwa kau pernah terluka Dianti ... Kau tau kau memiliki hari-hari indah Bersama orang-orang yang menyayangimu Dianti ... Energimu besar bagai sumber kinetik di muka bumi ini Ulangi lagi saat kau gerus energimu untuk hal yang menyibukkan pikiranmu Untuk semua kebaikan yang dapat kauhasilkan Sehingga kau lelah fisik Bersamaan kau bahagia secara psikis Dianti... Nampaknya Kau belum sepenuhnya mengembalikan semua persoalanmu padaNya. Apa yang menyul...