Skip to main content

(Mungkin) Aku Memilih untuk Tidak Bebas

Ide-ide terkadang mengalir sesaat atau beberapa ketukan waktu setelah melewati suatu episode hidup...

Saat ini aku masih menyelesaikan novel The Zahir yang ditulis Paulo Coelho. Aku suka tulisannya. Entahlah... Seakan apa yang ditulis oleh Coelho seakan penjelmaan semua yang dinyatakan alam bawah sadarku.

Satu contoh, ia menuliskan bahwa... banyak orang yang memilih untuk menjadi budak. Budak berarti seseorang yang mengerjakan suatu hal yang tidak dia sukai, karena ada kebutuhan yang bergantung di sana. Jadi kepikir... jangan-jangan, aku menentukan pilihanku sebagai seorang yang tidak bebas.

Menjalani profesi sebagai karyawan di suatu perusahaan, dilihat sebagai suatu ketenangan dan kesenangan sendiri. Bagaimana tidak, status jelas (bukan status pengangguran, walaupun secara keseharian, terkadang terasa seperti pengangguran tersamar. Misalkan semua kerjaan beres, boss tidak di tempat, dan tidak melakukan apa-apa selain surfing chatting, shopping), gaji bulanan tetap dapat (he..he.. konon ada teman yang mengatakan kalau rezekinya karyawan itu sudah ditakar. Hm... aku ga setuju siyh. Emangnya rezeki berupa nominal aja???), selalu berpenampilan necis (walaupun bergaji tipis); Dan keumuman orang Jawa (maaf, karena aku dibesarkan dalan kultur Jawa yang konservatif dan aku benci itu) bekerja dengan fix income itu lebih baik daripada bekerja untuk memperoleh unlimited income.

Sekali lagi, ini menjadi dilematis hidupku. Satu sisi, jujur saja aku butuh gajian bulanannya untuk mampu melakukan kind behaviour, hobiku berbelanja buku, jalan-jalan, dan hubungan pertemanan yang lain yang membutuhkan ongkos. Di sisi lain, aku belum yakin apakah model kehidupan ini yang ingin aku jalani? Kayanya, berasa belum 'klik' aja sama profesiku. Mengerjakan hal yang sama setiap hari (yang beberapa kurang kusukai), di sekat kubikal dan lingkungan dengan orang yang sama setiap hari. Dan aku juga belum yakin bahwa profesi seperti ini yang akan kujalani apabila nanti Allah mengamanahkan generasi rabbani (Allahumma Amien...) kepadaku.

Yang ingin kulakukan adalah membaca, melihat, dan mendatangi tempat dimana berbagai hal terjadi di dunia ini, di belahan manapun. Lalu aku menuliskannya, lalu aku membaginya dengan berbicara melalui media apapun dimana aku bisa berbicara. Lalu aku ingin setiap hari menghirup udara segar. Yang kusuka dari ruangan ber-AC adalah karena ia sejuk. Kebersihan udaranya... welehhh... ga banget deyh (walaupun iklan-iklan itubilang ACnya AC bio plasma cluster de el el). Hm... aku juga senang berhitung. Aku ingin mengamati pergerakan semua angka di dunia, lalu aku membaca, lalu aku menuliskannya, dan aku membicarakannya. Profesi apa yah??? Could be : reporter (bukan presenter) / konsultan / konselor... Di usia berapa aku menjadi seperti yang kumau, tidak terlalu penting. Yang penting aku bisa memilih untuk bisa bebas, dan akan kutaklukan dunia (ALLAHU AKBAR).

(Mungkin) Sekarang aku memilih untuk tidak bebas. Tidak..tidak... Bukan memilih untuk tidak bebas, aku hanya menunda waktu untuk menjadi bebas. Kata Helmy Yahya di Valuegraphynya, tidak masalah untuk menunda sesuatu yang baik untuk sesuatu yang lebih baik.

Yah... Sekali lagi, (mungkin) aku memilih untuk tidak bebas. Tapi tidak selamanya ... Dan Sang waktu pun akan menjemput kebebasanku.

Wisma Antara, lantai 11
1 Maret 2006


Comments

Popular posts from this blog

Untukmu Dianti (Segaris Renungan)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dianti... Apakah sekam itu tetap kau pendam dan tidak kau jadikan ia padam? Kau sadar bahwa hatimu sudah lelah Rasanya kau belum berupaya sepenuhnya pasrah Dianti ... Bukanlah suatu hal yang nista ketika kau jujur pada dirimu sendiri Bahwa ego itu musti kau letakkan di titik terendahnya Tuk jujur pada dirimu dan pada dunia bahwa kau pernah rapuh Dianti ... Ya, kau bukan malaikat Hatimu bisa tergores dan kemudian perih Tapi tidak ada luka yang tidak kering Asalkan kau rawat luka itu untuk kau sembuhkan Dan kemudian lupakan bahwa kau pernah terluka Dianti ... Kau tau kau memiliki hari-hari indah Bersama orang-orang yang menyayangimu Dianti ... Energimu besar bagai sumber kinetik di muka bumi ini Ulangi lagi saat kau gerus energimu untuk hal yang menyibukkan pikiranmu Untuk semua kebaikan yang dapat kauhasilkan Sehingga kau lelah fisik Bersamaan kau bahagia secara psikis Dianti... Nampaknya Kau belum sepenuhnya mengembalikan semua persoalanmu padaNya. Apa yang menyul...

Rain Lover

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi ini, dalam hati gwe berdoa, minta sama Allah supaya hujan.  Alhamdulillahdi kantor gw hujan, dan dapet info dari si mba di rumah, di rumah juga hujan.  Yess... sesuka itu gw sama hujan.  Dari dulu, dari jaman gw sekolah.  Gwe suka petrikor, alias aroma tanah yang keluar setelah hujan turun. Dulu gwe menyebutnya 'bau debu', he..he.. Namun kemudian hari gw baru tau, itu istilahnya petrikor.  Selain itu, vibes hujan adalah tenang. Kita yang biasanya rush in every activities, kek menjadi calm sejenak. Slowing down... Bukan untuk bermalasan, tapi untuk 'jejek' atau grounded, menghayati apa yang lagi dirasa, dikerjain, dikepengenin. tsaaahhh... lagi cakep nih kalimatnya . 😂  Jujur, suka miris kalo ada orang yang komentar, "Aduh, hujan nih....". Ya Allah, hujan senyaman itu, rahmat dari Allah, yang lazimnya kita syukurin.  Dan untuk rekan-rekan di luar sana yang terdampak karena hujan, misalnya daerah rumahnya banjir, well, ini mem...

KTP Anak Lanang...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Ada perasaan nyess, saat hari ini anak lanang kami ambil  KTP. Alhamdulillah dia genap 17 tahun di 30 Oct lalu. Ya Allah,,, Alhamdulillah bisa sejauh ini membersamai anak lanang satu ini. Jujur gw jauh dari sosok ibu yang sabar, kreatif, bervisi, jago masak, U name it lah kriteria idealnya seorang Ibu. Yang gw tau, gw sayang anak gwe, pengen dia jadi hamba Allah yang taat, bermanfaat, sukses, bahagia, selamat dunia akhirat.  Baby yang dulu 'botoh', hari ini officially jadi dewasa sesuai peraturan negara, Tsaah... Ah makind ewasa doa orang tua makin panjang, ternyata. Gw mulai berdoa dia dapet mantu yang shalihah, sekufu, greenflag. Tak lupa gw pun mendoakan dia jadi suami greenflag. Dan yang penting, mantunya itu sayang tulus sama gw... Gw in sya Allah bakal jadi mertua yang sayang dengan tulus kok. Apalagi kalo mantu gw anak orang kaya . eh.. keceplosan. ha..ha..  Lah ga papa juga sih, kan berarti in sya Allah gw bisa berkolaborasi dalam kebaikan. A...