Skip to main content

All We Can DO is Ikhtiar

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Ada 2 peristiwa yang ngingetin aku lagi, bahwa apapun daya upaya yang kita lakukan, DIA lah penentu terakhir terwujud atau tidaknya tujuan itu.

Peristiwa pertama :
Aku janjian sama Liends untuk ketemuan di kantornya dia. Rencana sudah disusun mantap. Walaupun dengan kondisi, kepalaku pusing sangat akibat asap rokok yang kuhirup di Tanah Abang di siang harinya. Namun aku paksakan untuk mau ke tempatnya Liends. Jam sudah disepakati, dah bahkan yang tadinya sudah nunggu bus, ALhamdulillah ada seat kosong di mobil yang biasa aku tebengin. :) Di jalan masih SMS-SMS an. Mengabarkan aku on the way, kurang lebih sampai lokasi dalam sekian menit. Dan... sampailan di perempatan Arion (lokasi aku turun untuk menuju kantornya yang berseberangan dengan Arion). Dimana hujan sudah turun dengan lumayan deras, dan... para Ibu-Ibu di mobil itu bilang : 'Udah Dianti... loe telpon temen loe aja, ketemuannya ga jadi. Repot niyh, ujan.'. Selain itu, pusing yang menerpa dari siang belum juga hilang. Dan decission itu akhirnya terbentuk juga : aku cancel ketemuan dengan Liends. Aku SMS Beliau. Beliau mengerti.

Peristiwa Kedua : Lagi nunggu Miss Wio. Dah janjian mo nebeng Beliau. Pas sudah mendekati waktu yang disepakati, kulihat Bu Yesi berjalan menuju Merdeka Selatan. Kupanggil Beliau, dan kubilang bahwa ada 1 seat kosong di mobilnya Miss Wio. Beliau bisa ikut Miss Wio. Dan aku (ALhamdulillah), ikutan Melda yang masih nunggu jemputannya. Padahal 30 menit sebelumnya, aku udah bilang ke Melda : Makasih ya, aku ikutan Miss Wio, ga ikutan mobilmu. 'Alaa Kulli Hal, semua bisa berubah di last minute. Subhanallah...

Itu peristiwa-peristiwa simple. Dan... pasti banyak orang-orang di luar sana yang pernah ngelamin yang lebih heboh dari ini, dan lebih bisa ngerasain bahwa : We can do nothing but ikhtiar (yang disempurnakan) dan tawakal.

WA Lt. 11 jam 7.41 AM 23/5/2007

Comments

Popular posts from this blog

Rain Lover

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi ini, dalam hati gwe berdoa, minta sama Allah supaya hujan.  Alhamdulillahdi kantor gw hujan, dan dapet info dari si mba di rumah, di rumah juga hujan.  Yess... sesuka itu gw sama hujan.  Dari dulu, dari jaman gw sekolah.  Gwe suka petrikor, alias aroma tanah yang keluar setelah hujan turun. Dulu gwe menyebutnya 'bau debu', he..he.. Namun kemudian hari gw baru tau, itu istilahnya petrikor.  Selain itu, vibes hujan adalah tenang. Kita yang biasanya rush in every activities, kek menjadi calm sejenak. Slowing down... Bukan untuk bermalasan, tapi untuk 'jejek' atau grounded, menghayati apa yang lagi dirasa, dikerjain, dikepengenin. tsaaahhh... lagi cakep nih kalimatnya . 😂  Jujur, suka miris kalo ada orang yang komentar, "Aduh, hujan nih....". Ya Allah, hujan senyaman itu, rahmat dari Allah, yang lazimnya kita syukurin.  Dan untuk rekan-rekan di luar sana yang terdampak karena hujan, misalnya daerah rumahnya banjir, well, ini mem...

Untukmu Dianti (Segaris Renungan)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dianti... Apakah sekam itu tetap kau pendam dan tidak kau jadikan ia padam? Kau sadar bahwa hatimu sudah lelah Rasanya kau belum berupaya sepenuhnya pasrah Dianti ... Bukanlah suatu hal yang nista ketika kau jujur pada dirimu sendiri Bahwa ego itu musti kau letakkan di titik terendahnya Tuk jujur pada dirimu dan pada dunia bahwa kau pernah rapuh Dianti ... Ya, kau bukan malaikat Hatimu bisa tergores dan kemudian perih Tapi tidak ada luka yang tidak kering Asalkan kau rawat luka itu untuk kau sembuhkan Dan kemudian lupakan bahwa kau pernah terluka Dianti ... Kau tau kau memiliki hari-hari indah Bersama orang-orang yang menyayangimu Dianti ... Energimu besar bagai sumber kinetik di muka bumi ini Ulangi lagi saat kau gerus energimu untuk hal yang menyibukkan pikiranmu Untuk semua kebaikan yang dapat kauhasilkan Sehingga kau lelah fisik Bersamaan kau bahagia secara psikis Dianti... Nampaknya Kau belum sepenuhnya mengembalikan semua persoalanmu padaNya. Apa yang menyul...

KTP Anak Lanang...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Ada perasaan nyess, saat hari ini anak lanang kami ambil  KTP. Alhamdulillah dia genap 17 tahun di 30 Oct lalu. Ya Allah,,, Alhamdulillah bisa sejauh ini membersamai anak lanang satu ini. Jujur gw jauh dari sosok ibu yang sabar, kreatif, bervisi, jago masak, U name it lah kriteria idealnya seorang Ibu. Yang gw tau, gw sayang anak gwe, pengen dia jadi hamba Allah yang taat, bermanfaat, sukses, bahagia, selamat dunia akhirat.  Baby yang dulu 'botoh', hari ini officially jadi dewasa sesuai peraturan negara, Tsaah... Ah makind ewasa doa orang tua makin panjang, ternyata. Gw mulai berdoa dia dapet mantu yang shalihah, sekufu, greenflag. Tak lupa gw pun mendoakan dia jadi suami greenflag. Dan yang penting, mantunya itu sayang tulus sama gw... Gw in sya Allah bakal jadi mertua yang sayang dengan tulus kok. Apalagi kalo mantu gw anak orang kaya . eh.. keceplosan. ha..ha..  Lah ga papa juga sih, kan berarti in sya Allah gw bisa berkolaborasi dalam kebaikan. A...