Skip to main content

kacamata

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Yup, aku berteman dengannya sejak SMU kelas 3. Waktu itu, rabun jauhnya masih 0.5. masih bisa ditolerir. dan sekarang, minusnya (terakhir periksa 2 tahun an lalu) menjadi minus 1. Kacamata pun di-adjust lensa dan frame nya.

Aku memang ga bergantung sekali sama benda satu ini. Aku akan dependent ke dia di event seperti meeting, training, pokoknya hal-hal yang membutuhkan aku untuk fokus melihat sesuatu dari jarak jauh. Dan sekarang, nampaknya dependent itu akan naik levelnya. Kacamata yang sekarang udah ga reliable. Rasanya kurang bisa memenuhi kebutuhan melihatku.

kalo udah gini, baru deyh nyadar akan nikmatnya penglihatan normal tanpa bantuan alat bantu. Kalo boleh pengakuan dosa, kadang aku ngasal memperlakukan organ yang satu itu. Tidak membaca dalam jarak normal, berlama-lama di depan kompie, kadang membaca di tempat yang penerangannya ga bagus. Duh... ternyata tidak memaintain sesuatu akan menyusahkan kita juga yah.

Rencananya dalam waktu dekat, aku akan update kabar dari sepasang organ ini. Semoga baik-baik saja, dan rasanya musti 'memaksa'kan diri untuk memperlakukan mereka dengan baik.

WA Lt. 11 jam 2.24 PM tanggal 22/5/2007

Comments

Popular posts from this blog

Just a Happy Tear

Just A Happy Tear Just a tear and a warm smile Far away of thousand miles And a gentle whisper pray Watching you fly away Leaving this hectic world Leaving all the suffers Leaving all the damns Go to The Most Gracious The Most Merciful Be your Angel's Mom and Dad and proud we all You guys.. The Rijalush Sholihiin Have no propper place in this tiny world Only heaven could answer your Beg Just a happy tear I have Begging to be one of your friend (dedicated to Imad Aqil, Fatih Farahat & All The Syahid Palestinians)

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...