Skip to main content

Akibat Kelamaan Libur

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Sekitar 1 pekan libur lebaran (plus plus dink, coz ada 1 hari dimana aku izin mendadak. he..he..), rasanya aku mulai akrab dengan benda yang bernama tivi. Ya, selain berubahnya habit karena suami termasuk penggemar tivi juga (untuk acara berita dan film action). Aku mulai tau gosip artis yang ga penting tapi kok kayanya nyandu untuk dilihat, selebihnya, iklan-iklan.

Nah... untuk iklan, aku melihatnya sebagai suatu produk inovatif dari sineas iklan. Ada yang bagus ada juga yang kacau. Tenang saudara-saudara, ini bukan pendapat ilmiah. Ini hanya pendapat pribadiku yang subyektif dan tidak berdasarkan teori ilmiah apapun.

Untuk iklan yang bagus, aku suka dengan iklan produk gulaku. Wuihh... dibuat secara matang dengan artistik yang keren. Walopun aku ga ngeh hubungan antara gula dan gambar artistik yang kolosal itu.

Untuk iklan yang kacau, trully aku paling sebel sama iklan sms content, baik 'primbon', 'manjur', atau 'mama loren'. Innalillaaah... bodoh aja masyarakat indonesia yangmasih mau register ke sms content seharga 2000 per sms itu. Mau aja ditepu sama orang sok pinter yang bercuap-cuap memastikan masa depan orang. Ini kan udah syirik tho. Percaya sama ramalan. Secara yang punya hidup kita adalah ALLAH SWT. Duhhh... komisi penyiaran kurang analisa atau kenapa siyh. Hal-hal kaya gini seharusnya ga boleh disebarluaskan di media seperti tivi. Merusak akidah. Merusak kewarasan.

Iklan lain yang (menurutku) kacau adalah iklan bumbu masak (sorry lupa merknya). yang adegannya adalah ada anak-anak beratanya ke ibunya 'maask apa?' trus ibunya bilang 'masak sayur bayam'. Lalu kemudian anak-anak itu meresponnya dengan expresi ga senang. Welehhh... Plis deh ... tuh iklan ga ngajarin anak-anak rasa syukur. Rasa syukur karena : punya ibu yang perhatian ma kesehatan sehingga dimasakin sayur, rasa syukur karena masih bisa makan sementara saudara-saudara di negerinya sendiri mengkonsumsi 'daging daur ulang'. Kebayang deyh kalo adegan ini ditiru sama anak-anak. kacaw !!!

ok... itu aja comment tentang iklan dari saya.
Emang siyh, saya juga belum pernah kepikiran bikin konsep iklan yang bagus. Tapi ya seenggaknya, complain saya dihargai karena saya sudah mengamati iklan-iklan yang sudah dibuat para sineas iklan.

WA Lt. 11 jam 10.21
9 october 2008

Comments

Popular posts from this blog

Mengawali Self Love

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.setaranews.com/2021/02/memahami-self-love-dan-bagimana-cara.html Tulisan ini agak deep.  Saat menulis ini, jujur gw kek harus mengorek bagian memori yang ga enak, yang kerap gwe endapkan karena ga kepengen dia tampil lagi di benak gwe. Ga sehat sebenernya... karena tidak mentuntaskan masalah atau luka hati. Nah, di mid forties ini, gw berusaha memperbaikinya.  Bismillah, mudah-mudahan tuntas.  Jadi, ada karakter dalam diri gwe, dimana gw merasa happynya orang lain lebih penting daripada diri gwe. Intinya gwe ga mau orang lain mutung atau marah karena situasi yang ga dia expect. PADAHAL, ga semua situasi itu berjalan ideal. Kadang ada situasi yang kita ga bisa kontrol, dan misti kita hadapin. Impact dari karakter ini adalah, sadar atau ga sadar, gwe tidak memprioritaskan KEINGINAN gwe. Gwe hanya memprioritaskan KEBUTUHAN gwe. sounds bijak sih... Tapi, ga gitu juga harusnya. he..he..  Honestly, karakter ini tumbuh karena gw dibesarkan ...

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...