Skip to main content

'MBA" Case

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Jadi... per jumat lalu, gwe denger 2 orang temen gwe bercerita bahwa ada staf yang sudah hamil dengan pacarnya, tetapi mereka belum menikah. Mereka sudah hidup bersama. Dan... otak gosip jail gue bertanya pada temen deket gwe, siapa siyh anaknya. (sebenernya gwe dah punya tebakan, tapi takut salah). Nah.... Siang tadi, saat makan siang, temen deket gwe bersama temen deket lainnya 'menginterview' gwe, apa yang gwe ketahui. Ya udah.. mengalirlah apa yang gwe denger di Jumat siang lalu.

Dan.. akhirnya... keluar satu deskripsi orang. Tanpa kami menyebut nama, kami tertuju pada sosok wanita yang cheerful, atletis, tapi.. hm... 'out of the box' banget dalam berfikir.

Duh, gwe kasian sama dia. Cuma kesel juga. Kasian karena dia melewati kehamilan ini sendiri, tanpa orang tuanya tau, dan bahkan adiknya yang di Jakarta pun ngga tau. Kasian juga karena pacarnya adalah orang yang berbeda keyakinan, dan gwe khawatir dia terseret dalam arus (semoga istilah gwe tepat) pem*rt*d*n. Kesel karena... ini tindakan yang dia 'sengaja' melakukannya. Dia sudah tinggal bersama dengan pasangannya. Dan melakukannya berarti karena mau sama mau. Padahal... yang berkeluarga baik-baik aja bisa jungkir balik menghadapi emosi kelahiran, kehamilan, dan perawatan bayi.

Dan.. kasian ma anaknya. Kayanya temen gwe itu ga jaga makanan. ENtah kehamilannya diperiksakan atau ngga. Trus untuk menutupi rahasia umum ini, ia menggunakan baju yang longgar-longgar, pake korset juga kayanya.

Ya ALLAH...
Semoga masih ada petunjuk dariMU yang bisa masuk ke hatinya untuk membereskan ini semua.
YA ALLAH, betapa aku bersyukur, dengan kondisi emosiku yang sering ga stabil, ENGKAU masih menjaga aku. Terima kasih ALLAHU ROBBII...

pusat kota
14 Juni 2010
jam 1.59

Comments

Popular posts from this blog

Mengawali Self Love

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.setaranews.com/2021/02/memahami-self-love-dan-bagimana-cara.html Tulisan ini agak deep.  Saat menulis ini, jujur gw kek harus mengorek bagian memori yang ga enak, yang kerap gwe endapkan karena ga kepengen dia tampil lagi di benak gwe. Ga sehat sebenernya... karena tidak mentuntaskan masalah atau luka hati. Nah, di mid forties ini, gw berusaha memperbaikinya.  Bismillah, mudah-mudahan tuntas.  Jadi, ada karakter dalam diri gwe, dimana gw merasa happynya orang lain lebih penting daripada diri gwe. Intinya gwe ga mau orang lain mutung atau marah karena situasi yang ga dia expect. PADAHAL, ga semua situasi itu berjalan ideal. Kadang ada situasi yang kita ga bisa kontrol, dan misti kita hadapin. Impact dari karakter ini adalah, sadar atau ga sadar, gwe tidak memprioritaskan KEINGINAN gwe. Gwe hanya memprioritaskan KEBUTUHAN gwe. sounds bijak sih... Tapi, ga gitu juga harusnya. he..he..  Honestly, karakter ini tumbuh karena gw dibesarkan ...

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...