Skip to main content

Sakit Mental

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Tulisan ini dilandasi kebencian saya dan 'racauan' saya ketika melihat berita-berita di televisi tentang orang yang meninggal karena kelaparan, ada ibu yang hamil, ada anak kecil, dan juga ada yang meninggalnya karena bunuh diri karena himpitan ekonomi. Ouugh... betapa saya membenci melihat kemiskinan melanda negeri saya. Konon kabarnya sekitar 50 % rakyat di negara yang menjadi tempat hidup saya, adalah miskin. *sigh ...

Miskin itu memang sunatullah. Pasti ada di setiap zaman. Dan ALLAH menciptakan sesuatu itu useful, agar kehidupan ini berjalan dengan harmonis. Ga enak juga kalo semuanya the have. kemana jiwa dermawannya akan disalurkan?

Miskin di negara manapun pasti ada. Tapi orang-orang miskin di negara saya itu menjadi miskin karena dimiskinkan oleh saudara-saudaranya, orang-orang kaya yang bermental miskin. Bermental dhu'afa. Bermental tangan di bawah. Mungkin penampakannya sama, dengan mental kapitalis yang ingin menguasai dan memiliki banyak hal sehingga menghalalkan segala cara.

Miskin = kekurangan. Kekurangan = harus ditambah biar jadi berkecukupan. Menurut saya niyh, kayanya orang-orang kaya atau pejabat atau kongloerat di negara saya ini tuh bawaannya kuraaaaaannnnggg aja. Wadouw! Lebih miskin dari orang miskin sedunia deyh. Bayangin. Udah punya penghasilan yang lebih dari cukup, masih aja getol ngantongin harta rakyat. Devil side nya manusia tuh. Ga bisa ngeliat gepokan 100 rebu nganggur, pasti pengen dimiliki. Tapi yang lebih kacau dan devil bangets adalah .... kalo beras untuk orang miskin masih dikorup, bantuan bencana alam masih dikorup. Masya ALLAH.... tuh koruptor pada kere banget apa yak??? Sampe-sampe rela ngegerogotin barang haram? idih... kalo boleh dipersonifikasikan, kelakuan kaya gitu kaya tikus got kali yah.

Dan bayangkan sodara-sodara .... Bangsa saya ini yang katanya mengasihi sesama, tenggang rasa, dan sejuta bullsh*t lainnya ala pancasila, pada kenyataannya jauh panggang dari api. Di suatu pojok negara ada orang yang sedang meregang nyawa nahan laper, di sudut lain ada orang-orang yang ngabisin paling sedikit 600 rebu cuman buat ngelihat orang tebar pesona di atas panggung. Innalillaah... Wa Inna Ilaihi Rooji'un. turut berduka atas kematian simpati dan empati antar sodara sesama bangsa.

Duh...

OK. Kalo cuma meracau, anak SD juga bisa. Tapi saya sudah lulus SD 15 tahun yang lalu. Jadi tulisan saya musti ada solusinya. Solusi konkret adalah ...

UBAH MENTAL DAN MINDSET DARI MENTAL MISKIN JADI MENTAL KAYA !!!

Dengan mengubah mental dan mindset, maka oran ga akan menadah bahkan menggerogoti haknya orang lain. Malah akan menambah kebersahajaan, dan merasakan rasa syukur yang ajaib sekali.

Wisma Antara 11th Floor jam 3.08 PM, di Senin 3/3/2008
Penulis adalah yang tinggal di lingkungan orang kaya sesungguhnya, dimana ada satu orang kaya itu yang PNS guru SMP negeri di Jakarta dan punya 3 anak, dan wajahnya selalu tenang, dan tidak pernah penulis mendengar keluhan mereka tentang ini itu, tentang pengen rebutan minyak tanah de el el. Enak euy jadi orang kaya yang sesungguhnya.

Comments

Anonymous said…
Saya lagi Blogwalking. Aih, saya suka sama tulisan mbak. Setuju banget, ayo kita bikin perubahan!! ;)

Btw, boleh saya link ga blognya??

Popular posts from this blog

Untukmu Dianti (Segaris Renungan)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dianti... Apakah sekam itu tetap kau pendam dan tidak kau jadikan ia padam? Kau sadar bahwa hatimu sudah lelah Rasanya kau belum berupaya sepenuhnya pasrah Dianti ... Bukanlah suatu hal yang nista ketika kau jujur pada dirimu sendiri Bahwa ego itu musti kau letakkan di titik terendahnya Tuk jujur pada dirimu dan pada dunia bahwa kau pernah rapuh Dianti ... Ya, kau bukan malaikat Hatimu bisa tergores dan kemudian perih Tapi tidak ada luka yang tidak kering Asalkan kau rawat luka itu untuk kau sembuhkan Dan kemudian lupakan bahwa kau pernah terluka Dianti ... Kau tau kau memiliki hari-hari indah Bersama orang-orang yang menyayangimu Dianti ... Energimu besar bagai sumber kinetik di muka bumi ini Ulangi lagi saat kau gerus energimu untuk hal yang menyibukkan pikiranmu Untuk semua kebaikan yang dapat kauhasilkan Sehingga kau lelah fisik Bersamaan kau bahagia secara psikis Dianti... Nampaknya Kau belum sepenuhnya mengembalikan semua persoalanmu padaNya. Apa yang menyul...

Rain Lover

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi ini, dalam hati gwe berdoa, minta sama Allah supaya hujan.  Alhamdulillahdi kantor gw hujan, dan dapet info dari si mba di rumah, di rumah juga hujan.  Yess... sesuka itu gw sama hujan.  Dari dulu, dari jaman gw sekolah.  Gwe suka petrikor, alias aroma tanah yang keluar setelah hujan turun. Dulu gwe menyebutnya 'bau debu', he..he.. Namun kemudian hari gw baru tau, itu istilahnya petrikor.  Selain itu, vibes hujan adalah tenang. Kita yang biasanya rush in every activities, kek menjadi calm sejenak. Slowing down... Bukan untuk bermalasan, tapi untuk 'jejek' atau grounded, menghayati apa yang lagi dirasa, dikerjain, dikepengenin. tsaaahhh... lagi cakep nih kalimatnya . 😂  Jujur, suka miris kalo ada orang yang komentar, "Aduh, hujan nih....". Ya Allah, hujan senyaman itu, rahmat dari Allah, yang lazimnya kita syukurin.  Dan untuk rekan-rekan di luar sana yang terdampak karena hujan, misalnya daerah rumahnya banjir, well, ini mem...

KTP Anak Lanang...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Ada perasaan nyess, saat hari ini anak lanang kami ambil  KTP. Alhamdulillah dia genap 17 tahun di 30 Oct lalu. Ya Allah,,, Alhamdulillah bisa sejauh ini membersamai anak lanang satu ini. Jujur gw jauh dari sosok ibu yang sabar, kreatif, bervisi, jago masak, U name it lah kriteria idealnya seorang Ibu. Yang gw tau, gw sayang anak gwe, pengen dia jadi hamba Allah yang taat, bermanfaat, sukses, bahagia, selamat dunia akhirat.  Baby yang dulu 'botoh', hari ini officially jadi dewasa sesuai peraturan negara, Tsaah... Ah makind ewasa doa orang tua makin panjang, ternyata. Gw mulai berdoa dia dapet mantu yang shalihah, sekufu, greenflag. Tak lupa gw pun mendoakan dia jadi suami greenflag. Dan yang penting, mantunya itu sayang tulus sama gw... Gw in sya Allah bakal jadi mertua yang sayang dengan tulus kok. Apalagi kalo mantu gw anak orang kaya . eh.. keceplosan. ha..ha..  Lah ga papa juga sih, kan berarti in sya Allah gw bisa berkolaborasi dalam kebaikan. A...