Skip to main content

Mungkin Belum Bersungguh-sungguh Meminta

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Sepertinya ini menjadi karakter manusia bahwa manusia tidak pernah puas atas apa yang sudah ia capai. Boleh saja memiliki sifat itu, asalkan dalam hal : ilmu (iri karena ingin bisa mengamalkan ilmu) dan harta (iri karena ingin juga bisa berinfak banyak dengan harta). Satu lagi, mungkin dengan prestasi. Entah karena kebutuhan diri untuk berprestasi, atau mungkin karena menginginkan kedudukan yang lebih terhormat agar mendapat hormat dari orang-orang, iri yang seperti ini kerap melanda manusia.

Mungkin aku salah satunya. Aku termasuk orang yang cukup 'jealous' dengan orang yang bisa berprestasi. Nop... aku ga pengen dihormatin orang atau apa. Aku memang punya kebutuhan untuk diriku bisa berprestasi. Di mindsetku, memiliki prestasi sepertinya hasil dari proses-proses yang aku jalani. Padahal, belum berprestasi juga bukan berarti ga berhasil kan? Banyak yang perlu dievaluasi.

Untuk urusan berprestasi ini, kalo boleh menganalisa diriku, sepertinya mencapai prestasi berbanding lurus dengan keseriusanku meminta padaNYA. Jika aku sungguh-sungguh meminta padaNYA akan suatu hal, maka diriku akan kuat menuju hal tersebut, dan ALHAMDULILLAH ... banyak hal yang aku minta dengan sungguh-sungguh, kemudian dilimpahkan olehNYA.

Dan saat ini, rasanya ada hal yang aku inginkan sejak lama namun belum terealisasi adalah karena aku ga bersungguh-sungguh meminta padaNYA. Permintaan yang hanya sekelebatan, bukan yang sangat serius menghujam dari hati.

OK. Jadi, benahi lagi permintaanmu. Lebih bersungguh-sungguhlah meminta padaNYA. Insya ALLAH IA kabulkan, karena ALLAH MAHA PEMURAH dan PENYAYANG.

wa lT. 11 JAM 10.31
Selasa, 04/03/2008

Comments

Popular posts from this blog

Untukmu Dianti (Segaris Renungan)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dianti... Apakah sekam itu tetap kau pendam dan tidak kau jadikan ia padam? Kau sadar bahwa hatimu sudah lelah Rasanya kau belum berupaya sepenuhnya pasrah Dianti ... Bukanlah suatu hal yang nista ketika kau jujur pada dirimu sendiri Bahwa ego itu musti kau letakkan di titik terendahnya Tuk jujur pada dirimu dan pada dunia bahwa kau pernah rapuh Dianti ... Ya, kau bukan malaikat Hatimu bisa tergores dan kemudian perih Tapi tidak ada luka yang tidak kering Asalkan kau rawat luka itu untuk kau sembuhkan Dan kemudian lupakan bahwa kau pernah terluka Dianti ... Kau tau kau memiliki hari-hari indah Bersama orang-orang yang menyayangimu Dianti ... Energimu besar bagai sumber kinetik di muka bumi ini Ulangi lagi saat kau gerus energimu untuk hal yang menyibukkan pikiranmu Untuk semua kebaikan yang dapat kauhasilkan Sehingga kau lelah fisik Bersamaan kau bahagia secara psikis Dianti... Nampaknya Kau belum sepenuhnya mengembalikan semua persoalanmu padaNya. Apa yang menyul...

Rain Lover

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi ini, dalam hati gwe berdoa, minta sama Allah supaya hujan.  Alhamdulillahdi kantor gw hujan, dan dapet info dari si mba di rumah, di rumah juga hujan.  Yess... sesuka itu gw sama hujan.  Dari dulu, dari jaman gw sekolah.  Gwe suka petrikor, alias aroma tanah yang keluar setelah hujan turun. Dulu gwe menyebutnya 'bau debu', he..he.. Namun kemudian hari gw baru tau, itu istilahnya petrikor.  Selain itu, vibes hujan adalah tenang. Kita yang biasanya rush in every activities, kek menjadi calm sejenak. Slowing down... Bukan untuk bermalasan, tapi untuk 'jejek' atau grounded, menghayati apa yang lagi dirasa, dikerjain, dikepengenin. tsaaahhh... lagi cakep nih kalimatnya . 😂  Jujur, suka miris kalo ada orang yang komentar, "Aduh, hujan nih....". Ya Allah, hujan senyaman itu, rahmat dari Allah, yang lazimnya kita syukurin.  Dan untuk rekan-rekan di luar sana yang terdampak karena hujan, misalnya daerah rumahnya banjir, well, ini mem...

KTP Anak Lanang...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Ada perasaan nyess, saat hari ini anak lanang kami ambil  KTP. Alhamdulillah dia genap 17 tahun di 30 Oct lalu. Ya Allah,,, Alhamdulillah bisa sejauh ini membersamai anak lanang satu ini. Jujur gw jauh dari sosok ibu yang sabar, kreatif, bervisi, jago masak, U name it lah kriteria idealnya seorang Ibu. Yang gw tau, gw sayang anak gwe, pengen dia jadi hamba Allah yang taat, bermanfaat, sukses, bahagia, selamat dunia akhirat.  Baby yang dulu 'botoh', hari ini officially jadi dewasa sesuai peraturan negara, Tsaah... Ah makind ewasa doa orang tua makin panjang, ternyata. Gw mulai berdoa dia dapet mantu yang shalihah, sekufu, greenflag. Tak lupa gw pun mendoakan dia jadi suami greenflag. Dan yang penting, mantunya itu sayang tulus sama gw... Gw in sya Allah bakal jadi mertua yang sayang dengan tulus kok. Apalagi kalo mantu gw anak orang kaya . eh.. keceplosan. ha..ha..  Lah ga papa juga sih, kan berarti in sya Allah gw bisa berkolaborasi dalam kebaikan. A...