Skip to main content

Tips Bersyukur

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Mencoba cerdas bersyukur, saat si Mba tiada di rumah. Semoga bermanfaat.

Alhamdulillah aku ngerjain cucian dan setrikaan tiga bak penuh; sebab berarti ALLAH memberikan aku dan keluarga nikmat pakaian beraneka warna dan model.
Alhamdulillah aku berhadapan dengan tumpukan piring kotor dan bekas panci yang bersantan, sebab itu tandanya ALLAH mengkaruniakan kami sekeluarga dengan makanan yang lebih dari sekedar membuat kami berdiri tegak, dan malahan kami bisa merengkuh pahala dengan men-share nya.
Alhamdulillah setiap hari aku melemaskan tangaku untuk nyapu dan ngepel lantai yang sepertinya setiap saat berdebu; sebab itu adalah bukti ALLAH menyayangi kami dengan merahmati kami dengan tempat berteduh yang nyaman... bukan tenda penampungan.
Alhamdulillah aku musti telaten dan berhati-hati menurunkan pot untuk disiram pohonnya, karena itu adalah tanda sayangnya ALLAH pada kami menganugerahkan si hijau untuk menyejukkan udara dan penglihatan kami... Debu-debi itu sedikitnya bisa di-reduce.
Alhamdulillah aku yang baru rebahan asiq dan santai di lantai musti tergopoh-gopoh saat ada panggilan dari ibu atau bapak yang memberikan instruksi A, B, C, D, E dan seterusnya, karena itu adalah efek dari ridhoNya ALLAH melalui orang tuaku yang masih lengkap dan sehat dan memberi jalan untukku merengkuh ridhoNya.

Makasih ya ALLAH atas semua Rahmat dan Karunia Mu.

22/10/2007
WA Lt.11 jam 8.18
hari pertama ngantor setelah libur lebaran dengan setitik gamang di hati.

Comments

Popular posts from this blog

Mengawali Self Love

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.setaranews.com/2021/02/memahami-self-love-dan-bagimana-cara.html Tulisan ini agak deep.  Saat menulis ini, jujur gw kek harus mengorek bagian memori yang ga enak, yang kerap gwe endapkan karena ga kepengen dia tampil lagi di benak gwe. Ga sehat sebenernya... karena tidak mentuntaskan masalah atau luka hati. Nah, di mid forties ini, gw berusaha memperbaikinya.  Bismillah, mudah-mudahan tuntas.  Jadi, ada karakter dalam diri gwe, dimana gw merasa happynya orang lain lebih penting daripada diri gwe. Intinya gwe ga mau orang lain mutung atau marah karena situasi yang ga dia expect. PADAHAL, ga semua situasi itu berjalan ideal. Kadang ada situasi yang kita ga bisa kontrol, dan misti kita hadapin. Impact dari karakter ini adalah, sadar atau ga sadar, gwe tidak memprioritaskan KEINGINAN gwe. Gwe hanya memprioritaskan KEBUTUHAN gwe. sounds bijak sih... Tapi, ga gitu juga harusnya. he..he..  Honestly, karakter ini tumbuh karena gw dibesarkan ...

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...