Skip to main content

Sandwich Adem

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

https://www.fatsecret.co.id/resep/61943949-sandwich/Default.aspx


Jadi, siang ini gw anter anak gadis berobat mata ke sebuah rumah sakit di bilangan Cibubur. Di situ ada minimarket yang jual snack, frozen food ready to heat n eat, dan sejenisnya lah...  Kelar berobat, anak gadis jajan odeng, gw jajan sandwich yang letaknya di chiller. Sandwich nya kelihatannya enak... Egg Mayo Tuna apalah gitu.. ga blenger lah, karena bukan daging (saia lebih memilih ikan or ayam daripada daging sapi, permirsah... he..he..). Kelar bayar, gw mintol diangetin,,, kan enak yaa roti sandiwch anget. Macam orang Nyu York gitu, makan sandwich... 😁😁

Sekitar 5 menit berlalu, gwe yang lagi duduk di kursi makannya, dipanggi. Si stafnya bilang, "Kak maaf ya, kayanya microwavenya rusak, jadi ga bisa anget." Ini udah tiga menit juga ga anget anget. Well, sebenernya gwe bisa aja sih minta dia coba lagi, 5 menit lagi gitu lah... Cuma hari udah sore. Belum nebus obat, belum ashar. ya udah gw terima itu sandwich. Alhamdulillah udah ga dingin, adem aja... 

Trus gwe makan,,, Alhamdulillah gw dianugerahkan Allah lidah yang ga terlalu peka dan ga rewel. Itu sandwich gw makan dan habiskan. Lantjar djaya tanpa penolakan apapun (ga mual, ga berasa aneh, dan sensasi-sensasi lainnya). he..he.. Sambil gwe berfikir sih... Alhamdulillah hari ini rejeki gwe makan roti. Di Palestina sana, remahan roti or roti yang udah ga fresh aja berebut... Ini cuma roti adem masa gwe misu-misu kan gag lucuuu. Duh, kepikir ya, gimana lapernya saudara-saudara gwe di Palestina. Tadi cuma beberapa jam nemenin anak gadis berobat aja, otak ini kek men-setting untuk 'go get some snack'. Gimana di sana, berhari-hari ga nemu makanan propper. 😭

Yuk ah, bantuin saudara-saudara gwe di Palestina. Lewatnya lembaga sini aja... in sya Allah kredibel n trusted. 

https://dtpeduli.org/ 
https://npc.id/
https://inh.or.id/

So Gaeys... apapun rasa makanan yang ada depan kalian, selama ga basi, habiskan dan syukuri rejeki Allah itu. Ga usah rewel ga enak lah, ini itu lah... just habiskan. 

Comments

Popular posts from this blog

Just a Happy Tear

Just A Happy Tear Just a tear and a warm smile Far away of thousand miles And a gentle whisper pray Watching you fly away Leaving this hectic world Leaving all the suffers Leaving all the damns Go to The Most Gracious The Most Merciful Be your Angel's Mom and Dad and proud we all You guys.. The Rijalush Sholihiin Have no propper place in this tiny world Only heaven could answer your Beg Just a happy tear I have Begging to be one of your friend (dedicated to Imad Aqil, Fatih Farahat & All The Syahid Palestinians)

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...