Skip to main content

Antara Mitos & Yang Aku Alami

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Tau dari kakak ipar bahwa, jika hamil, kadang selera menjadi terbalik. makanan / minuman yang ga disuka jadi disuka, dan sebaliknya. Mulanya aku ga merasakan hal seperti ini. Tapi, week berjalan, aku coba analisa, sepertinya aku mengalami hal yang 'dimitoskan' tersebut.

Dulu, sebelum hamil, aku ga suka pedas. Bukan karena habit dari kecil, tetapi karena dari mid 2006 aku mem-banned diriku dari hal-hal pedas. karena, aku ingin sistem pencernaanku terasa nyaman. Dan lambat laun, aku jadi peka terhadap rasa pedas. Aku menjadi sama sekali tidak nayamn dengan jenis rasa ini. Tapi... di week 8... Subhanallah.. aku jadi addict dengan makanan pedas. Sepertinya rasa makanku komplet jika ada pedas.

Trus, dulu, sebelum hamil, aku ga suka sate padang. Daging yang disusun tudsk itu lalu dibumbui kuning yang (maaf) penampakannya ga membuatku berselera. Tapi... Jumat kemarin, aku yang me-request ke suami untuk wisata kuliner makan sate padang di pengkolan warung nangka. Setengah porsi saja, dengan bumbu yang aduhai pedas nikmat itu, terpuaskan 'nafsu' makanku.

Apalagi yah... Ehm Bakso. Believe it or not, sebelum hamil, aku suka bakso. Ga addict banget siy, tapi aku doyan. Selama 9 minggu kehamilan ini, 2 x aku makan bakso, dan setelah makan, aku merasa mual, ingin (maaf) munt*ah. Rrgh... dan sepertinya sekarang aku kurang berselera dengan daging bulat ini.

Ooh... andaikan hukum 'berkebalikan' ini aku alami pada buah yang bernama 'pepaya' Subhanallah... aku akan sangat mensyukurinya. Aku sangat tau pepaya itu buah yang komplet dengan vitamin A, C, dan mineral. Bagus sangat untuk pencernaan. Ya... aku sangat atu itu. Tapi, 'Ala Kulli Hal, aku teteup ga suka makhluk ini. Bau nya yang menjadi alasan. Ahh... inilah contoh orang yang tidak mendapat hidayah. Mengetahui sesuatu itu baik, tapi teteup tidak mau menambil manfaat darinya. Hiks... kumaha caranya ya. biar aku bisa makan pepaya?

WA Lt. 11 jam 8.32
14 April 2008

Comments

Popular posts from this blog

Just a Happy Tear

Just A Happy Tear Just a tear and a warm smile Far away of thousand miles And a gentle whisper pray Watching you fly away Leaving this hectic world Leaving all the suffers Leaving all the damns Go to The Most Gracious The Most Merciful Be your Angel's Mom and Dad and proud we all You guys.. The Rijalush Sholihiin Have no propper place in this tiny world Only heaven could answer your Beg Just a happy tear I have Begging to be one of your friend (dedicated to Imad Aqil, Fatih Farahat & All The Syahid Palestinians)

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...