Skip to main content

Langsung Di test

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Subhanallah...
Ramadhan ini sungguh lebih dinamis daripada tahun sebelumnya.
Aku tangkap lagi keping optimisme dan motivasi yang sempat terburai entah kena angin apa.

Dan... langsung ditest.

Kemarin siang, aku dan Ning baru ngebahas banyak hal tentang training motivasi untuk remaja di domisili rumah kami. Truz, nyamber-nyamber ke teori yang ada juga di buku Alchemy nya Paulo Coelho (yang sebenernya ini udah ada diajarin dalam Islam sejak berabad lalu) : Kalau kau punya keinginan / cita-cita, niatkan, ucapkan, dan lakukan tindakan, makan seluruh alam semesta yang memiliki energi yang sama akan mendukungmu.

Siang di-charge, malam ada test.

Yup... Namaku tidak tercantum di daftar recruitment karyawan permanen tempat perusahaanku bekerja saat ini. Sekejap sempat down dengan ngebatin : Kok nama gwe ga ada??? . alhamdulillah untuk selanjutnya, kembali aku jernihkan pikiran bahwa rizkinya ALLAH Maha Luas. Rizki ga digantungkan di perusahaan bonafid model begini. Dimanapun mau dijemput, rizki ALLAH berserakan.

Dan paginya, Alhamdulillah keping syukur dari ketiadaan namaku di recruitment permanent employee, aku dapati. ALhamdulillah .. ya syukurku pada ALLAH, sebab jika aku ikut rekrutmen ini, lalu aku ditugaskan di luar Jakarta... wah... tentunya itu akan jadi wacana besar untuk step hidupku dan orang lain yang berkepentingan. Namun jika kutolak, wah... berarti aku membohongi tandatangan yang menyatakan siap ditugaskn di seluruh wilayah operasional Indonesia.

Alhamdulillah ...

Makasih ya ALLAH, dan aku yakin pintu rizkiku yang lain jauh lebih indah untuk kubuka.
Tunjukkan aku jalan dan kuatkan aku, dan mudahkan Yaa Rabb.

WA Lt. 11 jam 7.52 24/9/2007

Comments

Popular posts from this blog

Just a Happy Tear

Just A Happy Tear Just a tear and a warm smile Far away of thousand miles And a gentle whisper pray Watching you fly away Leaving this hectic world Leaving all the suffers Leaving all the damns Go to The Most Gracious The Most Merciful Be your Angel's Mom and Dad and proud we all You guys.. The Rijalush Sholihiin Have no propper place in this tiny world Only heaven could answer your Beg Just a happy tear I have Begging to be one of your friend (dedicated to Imad Aqil, Fatih Farahat & All The Syahid Palestinians)

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...