Skip to main content

Lintasan

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i

Ingat yang ditulis Alexander Sriwijono dalam bukunya cosmo carrier handbook..
Bahwa hidup adalah beberapa lintasan / jalur paralel. Ada lintasan karier, keluarga, akademis, dan bisa juga ditambahkan sesuai apa yang Anda jalankan.

Buatku, seru juga yah kalo hidup diibaratkan seperti itu. Jadi 'mudah' memonitornya. Mana lintasan yang mandeg dan musti dikasih speed penuh, mana lintasan yang lampu merah dulu, mana lintasan yang berjalan musti buzz-buzz...

Mungkin idealnya kalo semua lintasan itu bisa berjalan beriringan dengan kecepatan yang optimum. (inget pelajaran di Konsep Teknologi : kecepatan optimum artinya irit bensin, tapi velocity nya tertinggi, bukan boros bensin walaupun velocitynya lebih tinggi dari tertinggi.).

Tapi rasanya akan seru jika lintasannya ada yang perlu diakselerasi, ada yang perlu diperlambta, dan sebagainya. Lebih berwarna tho... Dan lebih merasakan compromise ke orang-orang di sekitar kita. Inget lho... lintasan-lintasan itu ga hanya melibatkan diri sendiri. Lintasan-lintasan itu melibatkan keluarga, lingkungan, bahkan mungkin orang yang belum kita kenal.

OK...
Selamat mengatur lintasan hidup masing-masing.
Moga bisa mencapai level optimum.

WA Lt. 11 jam 1.33 19/7/2007

Comments

Anonymous said…
mungkin ngga sih semua lintasan mencapai optimal? sepertinya harus ada yang cuman nyampe level middle
dianti said…
strongly possible.
It won't be stop on the middle level, it only needs more time. :)

Popular posts from this blog

Mengawali Self Love

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.setaranews.com/2021/02/memahami-self-love-dan-bagimana-cara.html Tulisan ini agak deep.  Saat menulis ini, jujur gw kek harus mengorek bagian memori yang ga enak, yang kerap gwe endapkan karena ga kepengen dia tampil lagi di benak gwe. Ga sehat sebenernya... karena tidak mentuntaskan masalah atau luka hati. Nah, di mid forties ini, gw berusaha memperbaikinya.  Bismillah, mudah-mudahan tuntas.  Jadi, ada karakter dalam diri gwe, dimana gw merasa happynya orang lain lebih penting daripada diri gwe. Intinya gwe ga mau orang lain mutung atau marah karena situasi yang ga dia expect. PADAHAL, ga semua situasi itu berjalan ideal. Kadang ada situasi yang kita ga bisa kontrol, dan misti kita hadapin. Impact dari karakter ini adalah, sadar atau ga sadar, gwe tidak memprioritaskan KEINGINAN gwe. Gwe hanya memprioritaskan KEBUTUHAN gwe. sounds bijak sih... Tapi, ga gitu juga harusnya. he..he..  Honestly, karakter ini tumbuh karena gw dibesarkan ...

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...