Skip to main content

Syifa, Menjadi Syifa Tuk Semua Yang Cinta Padamu

Masih inget postingan gwe dengan judul 'Bu, kok kecoanya mati?'

Abis bicara kecoa, gwe ga pulang tuh. Setelah open house, para teacher kan rapat;
nach ... gwe ngendon di library room ditemenin Syifa, trus hm... adiknya syifa ( :( gwe lupa namanya siapa).

Subhanallah... yang namanya Syifa itu, cerdas dan dewasa.
Kemampuan verbal lisannya excellent.
Waktu itu kami baca-baca buku ensiklopedi tentang bumi, bulan, matahari, bintang.
U know,,, kami membahas tentang rotasi bumi.
Kenapa ada siang dan malam.
Kenapa kalo di Indonesia siang di negara lain ada yang malam.
Kenapa malem ada bulan.
Kenapa matahari jalan dari timur ke barat.

Ga cukup ngebahas pake bahasa lisan dan lieratur di buku, kami menuju luar gedung rumah.
Asli ... Di sore hari yang sejuk itu, gwe berdua sama Syifa mejeng di depan bangunan sekolah.
Dan kalian tau apa yang kami lakukan? Kami melakukan simulasi peredaran bumi mengelilingi matahari.

OK... refresh tentang Syifanya udahan. Kagum kan ma Syifa? btw, dia manggil gwe Ibu (he..he.. coz gwe kan temen dari guru2 yang ngajar di TK / SD Ar Ridho yang baru soft opening itu); btw, adem juga ya dipanggil Ibu :)

Sekarang gwe mao cerita tentang kunjungan gwe ke rumahnya Nink (one of my bestfriend @ Pulo Gebang).

Nink itu teacher di TK Ar Ridho (sekolah yang didirikan oleh Ibunya Syifa).
Nink tau banyak hal tentang Syifa.
Satu hal yang bikin gwe shock adalah ... Syifa dan adik perempuannya ternyata mengidap leukemia.
Konon leukemia ini adalah keturunan dari kakek dari pihak ayah.
Masya Allah...

Asli gwe ga nyangka sama sekali.
Anak yang begitu cerdas, ceria, ternyata ditemani getir dalam hari-hari hidupnya.
Syifa tuh pasti sangat ingin bisa hiperaktif seperti teman-teman yang lainnya.
Tapi Syifa ga bisa...
Kalo cape sedikit, badannya jadi puanasss buanget (panase pol).

Dan yang membuat hatiku miris adalah ...
Tahun ajaran ini Syifa cuti dari sekolahnya.
Hasil rontgen menunjukkan kalo Syifa musti bedrest total.

Syifa, Umminya, Abinya, guru-gurunya, eyangnya, teman-temannya, kuyakin tidak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi.
Hiks... semuanya musti kami lewati dengan optimisme dan kebahagiaan dan kesabaran.

Dedicated to Syifa,
WA.. Menjelang Maghrib. 9/8/2006 (Walimahnya Astrid)

Comments

Popular posts from this blog

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...

Mengawali Self Love

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.setaranews.com/2021/02/memahami-self-love-dan-bagimana-cara.html Tulisan ini agak deep.  Saat menulis ini, jujur gw kek harus mengorek bagian memori yang ga enak, yang kerap gwe endapkan karena ga kepengen dia tampil lagi di benak gwe. Ga sehat sebenernya... karena tidak mentuntaskan masalah atau luka hati. Nah, di mid forties ini, gw berusaha memperbaikinya.  Bismillah, mudah-mudahan tuntas.  Jadi, ada karakter dalam diri gwe, dimana gw merasa happynya orang lain lebih penting daripada diri gwe. Intinya gwe ga mau orang lain mutung atau marah karena situasi yang ga dia expect. PADAHAL, ga semua situasi itu berjalan ideal. Kadang ada situasi yang kita ga bisa kontrol, dan misti kita hadapin. Impact dari karakter ini adalah, sadar atau ga sadar, gwe tidak memprioritaskan KEINGINAN gwe. Gwe hanya memprioritaskan KEBUTUHAN gwe. sounds bijak sih... Tapi, ga gitu juga harusnya. he..he..  Honestly, karakter ini tumbuh karena gw dibesarkan ...

KTP Anak Lanang...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Ada perasaan nyess, saat hari ini anak lanang kami ambil  KTP. Alhamdulillah dia genap 17 tahun di 30 Oct lalu. Ya Allah,,, Alhamdulillah bisa sejauh ini membersamai anak lanang satu ini. Jujur gw jauh dari sosok ibu yang sabar, kreatif, bervisi, jago masak, U name it lah kriteria idealnya seorang Ibu. Yang gw tau, gw sayang anak gwe, pengen dia jadi hamba Allah yang taat, bermanfaat, sukses, bahagia, selamat dunia akhirat.  Baby yang dulu 'botoh', hari ini officially jadi dewasa sesuai peraturan negara, Tsaah... Ah makind ewasa doa orang tua makin panjang, ternyata. Gw mulai berdoa dia dapet mantu yang shalihah, sekufu, greenflag. Tak lupa gw pun mendoakan dia jadi suami greenflag. Dan yang penting, mantunya itu sayang tulus sama gw... Gw in sya Allah bakal jadi mertua yang sayang dengan tulus kok. Apalagi kalo mantu gw anak orang kaya . eh.. keceplosan. ha..ha..  Lah ga papa juga sih, kan berarti in sya Allah gw bisa berkolaborasi dalam kebaikan. A...