Skip to main content

Ordinary People

Song by John Legend

Lagu ini ga baru-baru banget.

Bisa dilihat di http://www.lyricsdomain.com/10/john_legend/ordinary_people.html

Cerita tentang pasangan yang abis bulan madu, tapi kemudian ribut terus. Si cowok mengaku dia misbehaved & bilang juga kalo ceweknya made mistake. Tapi kemudian si cowok sadar, musti take it slow... Dan memungkinkan hubungan mereka jadi lebih baik. Karena mereka adalah ordinary people.

Hm.. lagunya lumayan enak. liriknya cukup inspiratif. Konon katanya lagu ini di USA dipake buat terapi orang2 yang memiliki masalah dalam hubungan percintaan mereka (walahh... kalo emang hubungannya ga diikat pernikahan mah emang udah salah dari sananya; jadinya bermasalah deh. Tapi kalo sudah diikat oleh pernikahaan, worthied lah ya.. Lirik lagu ini bisa jadi salah satu rujukan).

We're just ordinary people. But not to forget, qta juga berani jadi extraordinary untukmenggapai impian-impian kita. Being evtraordinary nya di exclude dulu yah… Insya Allah ada kesempatan untuk nulis ini.Ok.

Balik lagi ke we're just ordinary people. Lengkap dengan keistimewaan dan kekurangan. we don't know which way to go. Karena emang qta ga tau, efek ke depan dari langkah kita itu seperti apa. Makannya, selalu minta sama 'Sang Pemilik Hidup Kita' untuk diarahkan ke jalan yang benar yang diridhoiNya. Dan 1 hal ... Ga boleh menyesal. Karna menyesal itu ga guna, even 0 % pun. Kalopun hasil yang kita hadapi itu ga bagus-bagus banget, ya... balik lagi, itu jadi ujian kesabaran buat kita.

Must take it slow Introspeksi diri...
Kasih waktu untuk diri kita sendiri
Dengarkan diri kita
Tarik jeda sekejap
Refresh all aspects of ourselves

sore hari menjelang jam pulang di Wisma Antara Lantai 11 15 Juni 2006, setelah nge-defrag Dengan mensyukuri ketidaksempurnaan diri dan beragam potensi kemampuan untuk selalu menjadi yang lebih baik.

Comments

Popular posts from this blog

Just a Happy Tear

Just A Happy Tear Just a tear and a warm smile Far away of thousand miles And a gentle whisper pray Watching you fly away Leaving this hectic world Leaving all the suffers Leaving all the damns Go to The Most Gracious The Most Merciful Be your Angel's Mom and Dad and proud we all You guys.. The Rijalush Sholihiin Have no propper place in this tiny world Only heaven could answer your Beg Just a happy tear I have Begging to be one of your friend (dedicated to Imad Aqil, Fatih Farahat & All The Syahid Palestinians)

Libur Tlah Tiba...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i sumber gambar : https://parador-hotels.com/blog/apa-itu-paid-vacation In sya Allah, dari W2 dan W3 Juni 2025, bocils gw udah pada rapotan dan libur. Ga ada yang ga seneng libur kan? Baik itu emak, bapak, bahkan si bocils sendiri. Walaupun kami karajo, tapi kalo anak-anak di rumah, rasanya tenteram ajah... Apalagi ada si anak lanang yang di pesantren sejak dari SMP. Kalo dia pulang, rasa seneng ajah.  Tapi memang sih, kadang deg deg an kalo anak lanang gw ini pulang ke rumah. Karena dia kalo ngider-ngider naik motor suka ga kenal waktu, dan jelajah lokasi. Hadeh... Satu sisi gw bersyukur, karena fitrah laki-lakinya untuk explore the outside berkembang dengan baik. Satu sisi gw kepikiran, karena si anak lanang ini suka ga pake helm dan suka menjelajah tanpa batas. Ditambah lagi, kalo si mba asisten udah curcol, "Bund, anak lanang dari jam xx naik motor belum pulang.". Duh,,, auto ovt deyh gwe... Udah dinasehatin, tetep ajah begitu... Kadang gwe berusaha me...

Cerita si Anak Lanang

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i https://www.freepik.com/premium-ai-image/mother-son-love-relationship-mothers-day-style_278929692.htm Ahad lalu adalah kali kedua yang berturut-turut, dimana anak lanang minta peprulangan saat jadwal penjengukan. Yang pertama adalah dua pekan sebelumnya.  Dan memang sektar sebulanan ini, ada rasa rindu, kangen, dengan anak lanang. Ternyata... memang ada sesuatu dengan dia.  Kemaren dia pulang,dan nampaknya mager sekali untuk balik ke pesantren. Sepertinya karena bosan. Lalu kami ngobril, dikilik-kilik lebih detail, ternyata ada beberapa hal yang membuat dia resah...  1. Ada temannya yang toxic, yang kerap mengeluh kebijakan pesantren, baik mengenai dia tidak mendapat izin keluar, atau tidak betah, dan lain-lain.  2. Anak lanang melihat teman-temannya yang bersekolah reguler bisa naik gunung, jalan-jalan. Sedangkan dia 'terkungkung' di pesantren.  3. Nilainya yang turun.  4. Rasa malas tahajud.  Well well...  Semuanya wajar sa...