Skip to main content

arti sebuah milad

Pagi hari yang mendung dan adem, sampe kantor, cek email yahoo, dan cek siapa aja yang online di yahoo messanger. Seuntai memori melintas dan berkata di bulan ini, tanggal belasan, ada seorang teman yang ulang tahun. Bilangan usianya sama seperti usiaku. Bedanya, pada dirinya sudah terlihat tapak-tapak kesuksesan. Sedangkan aku, masih memilih pintu yang mana untuk ditapaki.
Kupanggil ia via yahoo messanger. Suprise.. dia complain...katanya marah. Sebab yang klasik, aku tidak mengucapkan selamat ultah tepat di hari lahirnya. He..he.. bahkan sampai aku posting di sini, belum ada kalimat 'happy birthday' yang kuketik untuknya. Tapi.. kuniatkan tulisan ini tuk kupersembahkan padanya. Mungkin norak, atau tak sekeren penulis Dee atau Taufiq Ismail, mungkin... Tapi percayalah. hatiku yang menulis ini. Jari-jariku yang tak begitu lentik hanya perantara, neuron-neuron imut nan lembut juga bertugas bagaimana tulisan ini menjadi sistematis.
Qta mulai yah...
Hm... Mengucapkan selamat ulang tahun di hari kelahiran. Jujur, aku pribadi tidak menyukai hal itu. Ucapan ulang tahun hanya mengingatkanku bahwa jatah hidupku sudah berkurang, jumlah hari hidup di dunia sudah bertambah, tapi kemajuan berarti belumlah ada. Bahasa kerennya, menjadi tua adalah pasti, menjadi dewasa adalah pilihan. Lucu memang, aku pribadi hm.. apa yah.. mungkin bahasanya, rada ga' nyaman apabila ada teman yang 'mengingatkan' hari ulang tahunku. OK.. aku sangat menghargai effort mereka untuk mengingat tanggal alhirku yang ga ada penting-pentingnya. Itu aku yahh...

Tapi, kalaupun orang lain berfikir kebalikannya, ya monggo saja.Sebagai suatu sarana bersosialisasi, hari ulang tahun adalah pintu untuk mengakrabkan pertemanan yang sebelumnya memang sudah akrab.
=))


2 Februari 2006.
Tulisan ini sebagai permintaan maaf untuk temanku berinisial MV, yang pada hari ultahnya aku tidak mengucapkan happy birthday pas di hari lahirnya. Hm... jangan dijadikan itu indikasi aku ga sayang kamu ya MV. Met hari lahir... Moga sukses dunia akherat.

Comments

Popular posts from this blog

Rain Lover

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi ini, dalam hati gwe berdoa, minta sama Allah supaya hujan.  Alhamdulillahdi kantor gw hujan, dan dapet info dari si mba di rumah, di rumah juga hujan.  Yess... sesuka itu gw sama hujan.  Dari dulu, dari jaman gw sekolah.  Gwe suka petrikor, alias aroma tanah yang keluar setelah hujan turun. Dulu gwe menyebutnya 'bau debu', he..he.. Namun kemudian hari gw baru tau, itu istilahnya petrikor.  Selain itu, vibes hujan adalah tenang. Kita yang biasanya rush in every activities, kek menjadi calm sejenak. Slowing down... Bukan untuk bermalasan, tapi untuk 'jejek' atau grounded, menghayati apa yang lagi dirasa, dikerjain, dikepengenin. tsaaahhh... lagi cakep nih kalimatnya . 😂  Jujur, suka miris kalo ada orang yang komentar, "Aduh, hujan nih....". Ya Allah, hujan senyaman itu, rahmat dari Allah, yang lazimnya kita syukurin.  Dan untuk rekan-rekan di luar sana yang terdampak karena hujan, misalnya daerah rumahnya banjir, well, ini mem...

Untukmu Dianti (Segaris Renungan)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dianti... Apakah sekam itu tetap kau pendam dan tidak kau jadikan ia padam? Kau sadar bahwa hatimu sudah lelah Rasanya kau belum berupaya sepenuhnya pasrah Dianti ... Bukanlah suatu hal yang nista ketika kau jujur pada dirimu sendiri Bahwa ego itu musti kau letakkan di titik terendahnya Tuk jujur pada dirimu dan pada dunia bahwa kau pernah rapuh Dianti ... Ya, kau bukan malaikat Hatimu bisa tergores dan kemudian perih Tapi tidak ada luka yang tidak kering Asalkan kau rawat luka itu untuk kau sembuhkan Dan kemudian lupakan bahwa kau pernah terluka Dianti ... Kau tau kau memiliki hari-hari indah Bersama orang-orang yang menyayangimu Dianti ... Energimu besar bagai sumber kinetik di muka bumi ini Ulangi lagi saat kau gerus energimu untuk hal yang menyibukkan pikiranmu Untuk semua kebaikan yang dapat kauhasilkan Sehingga kau lelah fisik Bersamaan kau bahagia secara psikis Dianti... Nampaknya Kau belum sepenuhnya mengembalikan semua persoalanmu padaNya. Apa yang menyul...

KTP Anak Lanang...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Ada perasaan nyess, saat hari ini anak lanang kami ambil  KTP. Alhamdulillah dia genap 17 tahun di 30 Oct lalu. Ya Allah,,, Alhamdulillah bisa sejauh ini membersamai anak lanang satu ini. Jujur gw jauh dari sosok ibu yang sabar, kreatif, bervisi, jago masak, U name it lah kriteria idealnya seorang Ibu. Yang gw tau, gw sayang anak gwe, pengen dia jadi hamba Allah yang taat, bermanfaat, sukses, bahagia, selamat dunia akhirat.  Baby yang dulu 'botoh', hari ini officially jadi dewasa sesuai peraturan negara, Tsaah... Ah makind ewasa doa orang tua makin panjang, ternyata. Gw mulai berdoa dia dapet mantu yang shalihah, sekufu, greenflag. Tak lupa gw pun mendoakan dia jadi suami greenflag. Dan yang penting, mantunya itu sayang tulus sama gw... Gw in sya Allah bakal jadi mertua yang sayang dengan tulus kok. Apalagi kalo mantu gw anak orang kaya . eh.. keceplosan. ha..ha..  Lah ga papa juga sih, kan berarti in sya Allah gw bisa berkolaborasi dalam kebaikan. A...