Skip to main content

Hawa Tak Memilih. Ia DIberi.

Proses tukar biodata, ta'aruf, lalu menggenapkan separuh dien. Ku telah mendengar beberapa cerita tentang kandasnya proses saat ta'aruf (pertemuan langsung) lantaran Sang Adam berkata bahwa Sang Hawa tidak sesuai dengan kriteria yang dia inginkan. Konon, Sang Hawa tidak terlalu cantik. Tipikal wanita Indonesia biasa . Kulit sawo matang, postur tubuh sedang (tidak syuurr seperti postur para artis yang sudah divermak dengan semua metode sedot lemak, botox de el el.). Sang Hawa adalah seorang muslimah sholehah yang berkontribusi bagus dalam dakwahnya. Ia juga smart, dan siap diangkaat menjadi manager domestik rumah tangga. Singkat cerita, tidak berlanjutnya ta'aruf itu karena Sang Adam menginginkan akhwat cantik. (ikhwan... juga.. manusia).

Mau bilang apa yah? Memang fitrahnya kalau Sang Adam menyukai Hawa yang cantik. Pertanyaannya, (lagi..karena hidup sebuah misteri yang banyak pertanyaan) kalau Sang Hawa tidak cantik (menurut standar kemanusiaannya Sang Adam) apakah itu suatu kesalahan? Kalau boleh memilih, mungkin Sang Hawa akan meminta untuk dilahirkan cantik dengan kulit putih, hidung bangir, mata bak kacang almond, dagu lancip, alis tebal, bibir mungil, de el el. Jangankan memilih, dilahirkan ke dunia saja sudah merupakan anugerah bagi tiap-tiap Adam atau Hawa. Masa' sih udah dikasih ati minta ampela?

Terus niyh... buat Sang Adam. Mengapa kamu menolak meneruskan ta'aruf dengan Sang Hawa yang tidak cantik itu? Dia kan hanya makhluk sepertimu dengan segala keterbatasan dan kelebihan. Kalau kamu (Adam) mencoba smart, mengapa kamu tidak protes kepada Pencipta Sang Hawa tadi. Atau minta Sang Hawa disulap menjadi cantik, secantik ngan-anganmu?

Jadi, untuk Sang Adam, kalau kamu menolak meneruskan ta'aruf dengan Sang Hawa yang tidak cantik, aku juga pengen kamu bertanya kepada Pencipta Sang Hawa, mengapa Ia tidak menciptakan semua Sang HAwa cantik seperti anganmu.

February 2nd 2006
Kupersembahkan untuk para ikhwan yang masih mendewakan kriteria fisik di atas kriteria kesholehan diri. Dengan setitik getir tertambat di hati...

Comments

Anonymous said…
hmm saya suka mikir..pusing mikirnya, diterusin apa nggak.. karena foto kurang cantik atau apalah.. Dulu sebenarnya banyak yang suka sama saya, tapi yaa.. yang saya tahu bukan akhwat, karena ekspresi sukanya akhwat gak keliatan dan rata2 suka menghindar.

Sebenarnya bisa aja nyari calon yang cantik karena modal tampang udah mendukung, tapi nyari akhwat cantik mah susah.. yang ada juga ce' cantik non jilbab atau jiul (jilbab gaul). Deketin akhwat susah, birokrasinya ribet.. kenapa ya.. padahal mungkin siakhwatnya suka juga. Kalo semisalnya si akhwat suka sama si A, apa cintanya dipendam saja gitu ya?

btw kalo setelah taaruf, trus gak jadi, biasa bisa bikin akhwat sakit hati'kan? kenapa gak kenalan aja dulu, jadi temen, jadi belom ada omongan kearah kepernikahan dulu, sehingga si akhwat gak sakit hati kalo gak jadi.. ini gak pake pacaran. Setelah beberapa lama baru deh ngomongin kepernikahan.
dianti said…
Dear Roby dan Faizah ... I agree with you guyz.

Nah, yang seru si Pak Anonymous niyh...
Saya baca comment dari Anda 2 kali lho, untuk bisa memahami kompleksitas dalam hal pilih memilih soulmate.

Gini deyh... standar nomor satu nya Anda apaan? sholehah ataw cantik?

Trus... setelah taaruf dan ga jadi, apakah akhwat sakit hati apa nggak, cobalah ditanyakan pada akhwat yang pernah Anda ta'aruf-i. Soalnya tipikalnya beda-beda, ada yang happy ada yang mellow. Yang jelas, pada masa taaruf adalah masa sulit karena berada dalam ketidakpastian dan itu membuat ketidaknyamanan. So... Kalopun mau bertaaruf, jangan berkelamaan. Apalagi dengan alasan jadi teman dulu, berkenalan, kalo ga cocok ya tinggal, kalo cocok lanjut. Kalo seperti itu saya ko ga melihat bedanya berpacaran ya?

OK deyh Mr. Anonymous...
Selamay berikhtiar yang lurus selurus-lurusnya untuk bertemu soulmate nya.

wish U all d best
Anonymous said…
yoo. makasih atas responnya
urusan milih memilih emang suka bikin bingung.

ternyata saya masih tejebak dalam kategori antara pilihan..
tampang, gengsi almamater, usia & profesi

tampang cantik, usia sesuai, sayang profesi& almamater kurang sesuai

tampang biasa, profesi & almamater sesuai, sayang usia kurang sesuai

halah.. bingung..

tapi emang dasar co.. semua ce' juga kepingin dilahirkan cantik..

kl dipikir2 akhwat kasian jg gak bisa apply, kalo nunggu terus kasian.. sampe kapan..

kl milih akhwat atas dasar kasian, rasanya gimana gitu.. misalnya kasian dia udah segitu umurnya, pilih dia aja ah..

dasar emang pak anonymous ini.. sok laku banget seh..

binun..hahh.. sudahlah tanya emak aja :D

pak anonymous

Popular posts from this blog

Rain Lover

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi ini, dalam hati gwe berdoa, minta sama Allah supaya hujan.  Alhamdulillahdi kantor gw hujan, dan dapet info dari si mba di rumah, di rumah juga hujan.  Yess... sesuka itu gw sama hujan.  Dari dulu, dari jaman gw sekolah.  Gwe suka petrikor, alias aroma tanah yang keluar setelah hujan turun. Dulu gwe menyebutnya 'bau debu', he..he.. Namun kemudian hari gw baru tau, itu istilahnya petrikor.  Selain itu, vibes hujan adalah tenang. Kita yang biasanya rush in every activities, kek menjadi calm sejenak. Slowing down... Bukan untuk bermalasan, tapi untuk 'jejek' atau grounded, menghayati apa yang lagi dirasa, dikerjain, dikepengenin. tsaaahhh... lagi cakep nih kalimatnya . 😂  Jujur, suka miris kalo ada orang yang komentar, "Aduh, hujan nih....". Ya Allah, hujan senyaman itu, rahmat dari Allah, yang lazimnya kita syukurin.  Dan untuk rekan-rekan di luar sana yang terdampak karena hujan, misalnya daerah rumahnya banjir, well, ini mem...

Untukmu Dianti (Segaris Renungan)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dianti... Apakah sekam itu tetap kau pendam dan tidak kau jadikan ia padam? Kau sadar bahwa hatimu sudah lelah Rasanya kau belum berupaya sepenuhnya pasrah Dianti ... Bukanlah suatu hal yang nista ketika kau jujur pada dirimu sendiri Bahwa ego itu musti kau letakkan di titik terendahnya Tuk jujur pada dirimu dan pada dunia bahwa kau pernah rapuh Dianti ... Ya, kau bukan malaikat Hatimu bisa tergores dan kemudian perih Tapi tidak ada luka yang tidak kering Asalkan kau rawat luka itu untuk kau sembuhkan Dan kemudian lupakan bahwa kau pernah terluka Dianti ... Kau tau kau memiliki hari-hari indah Bersama orang-orang yang menyayangimu Dianti ... Energimu besar bagai sumber kinetik di muka bumi ini Ulangi lagi saat kau gerus energimu untuk hal yang menyibukkan pikiranmu Untuk semua kebaikan yang dapat kauhasilkan Sehingga kau lelah fisik Bersamaan kau bahagia secara psikis Dianti... Nampaknya Kau belum sepenuhnya mengembalikan semua persoalanmu padaNya. Apa yang menyul...

KTP Anak Lanang...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Ada perasaan nyess, saat hari ini anak lanang kami ambil  KTP. Alhamdulillah dia genap 17 tahun di 30 Oct lalu. Ya Allah,,, Alhamdulillah bisa sejauh ini membersamai anak lanang satu ini. Jujur gw jauh dari sosok ibu yang sabar, kreatif, bervisi, jago masak, U name it lah kriteria idealnya seorang Ibu. Yang gw tau, gw sayang anak gwe, pengen dia jadi hamba Allah yang taat, bermanfaat, sukses, bahagia, selamat dunia akhirat.  Baby yang dulu 'botoh', hari ini officially jadi dewasa sesuai peraturan negara, Tsaah... Ah makind ewasa doa orang tua makin panjang, ternyata. Gw mulai berdoa dia dapet mantu yang shalihah, sekufu, greenflag. Tak lupa gw pun mendoakan dia jadi suami greenflag. Dan yang penting, mantunya itu sayang tulus sama gw... Gw in sya Allah bakal jadi mertua yang sayang dengan tulus kok. Apalagi kalo mantu gw anak orang kaya . eh.. keceplosan. ha..ha..  Lah ga papa juga sih, kan berarti in sya Allah gw bisa berkolaborasi dalam kebaikan. A...