Skip to main content

satu bab berjudul ta'adud

Tulisan ini dapat tertuang karena inspirasi dari obrolan bersama seorang teman, pada suatu malam Ahad di rumahku. Yaps... satu bab tentang ta'adud.

Ta'adud pabila di-bahasaindonesia-kan menjadi poligami, wa bil khusus pria yang memiliki istri lebih dari 2 orang. Ada suatu kejadian (hm.. aku belum tabayun, tapi bukan kejadiannya yang ingin aku soroti, melainkan alasan dibalik kejadian itu). Begini ceritanya...
Ada seorang pria yang sudah berkeluarga. Terakhir aku dengar, istrinya sedang hamil anak ke-3. Suatu hari, ada seorang teman yang mengkonfirmasi, apakah benar A menikah lagi, istri keduanya berasal di kabupaten tetangga. Menanggapi hal tersebut, aku nyatakan pada teman ngobrolku bahwa aku tidak simpatik pada A, pabila berita ia menikah lagi itu benar. Apa yang kurang dari istri pertamanya, cantik, baik, dan juga telaten dalam mengurus rumah tangga. Tanggapan teman bicaraku lebih kalem daripada aku. Ia mengatakan bahwa ia mengerti persoalannya. A mungkin memiliki level -maaf- kebutuhan biologis yang tinggi (Di lingkungan kami, A memang dikenal rada genit dengan perempuan). Sedangkan seorang wanita yang sudah melahirkan berkali-kali, memiliki tingkat service yang berbeda dibandingkan saat hamil pertama.
Hm.. benarkah demikian? Terserah apa teori kedokteran. Yang jelas aku tidak mentolerir ta'adud dengan alasan agar lebih terjaga (ta'adud adalah sesuatu yang baik daripada selingkuh. Ta'adud pun legal, selingkuh ilegal).
Apabila alasannya adalah karena menyelamatkan kebutuhan biologisnya, mengapa A tidak mengupayakan agar Sang Istri pertama tetap bugar seperti saat mereka menikah? Berilah khadimat untuk meringankan tugas-tugas rumah tangga Sang Istri. Istri ingin tetap fresh? Berilah kesempatan istri untuk ikutan klub senam aerobic atau Body Language atau apapun namanya untuk menjaga kebugarannya.
Wahai para suami... Jangan menuntut suatu hal dari istri-istri kalian, padahal kalian juga belum memberikan hak kalian secara lebih pada istri kalian, kecuali sekedarnya. Jadi, buat kalian yang ada niatan untuk ta'adud, pikirkan sematang-matangnya dan sebaik-baiknya. Luruskan niat kalian selurus-lurusnya.
Hm... itu aja. Maaf, kalo ada yang tidak berkenan.
Allahu A'lam BishShowab.

Comments

Popular posts from this blog

Untukmu Dianti (Segaris Renungan)

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Dianti... Apakah sekam itu tetap kau pendam dan tidak kau jadikan ia padam? Kau sadar bahwa hatimu sudah lelah Rasanya kau belum berupaya sepenuhnya pasrah Dianti ... Bukanlah suatu hal yang nista ketika kau jujur pada dirimu sendiri Bahwa ego itu musti kau letakkan di titik terendahnya Tuk jujur pada dirimu dan pada dunia bahwa kau pernah rapuh Dianti ... Ya, kau bukan malaikat Hatimu bisa tergores dan kemudian perih Tapi tidak ada luka yang tidak kering Asalkan kau rawat luka itu untuk kau sembuhkan Dan kemudian lupakan bahwa kau pernah terluka Dianti ... Kau tau kau memiliki hari-hari indah Bersama orang-orang yang menyayangimu Dianti ... Energimu besar bagai sumber kinetik di muka bumi ini Ulangi lagi saat kau gerus energimu untuk hal yang menyibukkan pikiranmu Untuk semua kebaikan yang dapat kauhasilkan Sehingga kau lelah fisik Bersamaan kau bahagia secara psikis Dianti... Nampaknya Kau belum sepenuhnya mengembalikan semua persoalanmu padaNya. Apa yang menyul...

Rain Lover

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Pagi ini, dalam hati gwe berdoa, minta sama Allah supaya hujan.  Alhamdulillahdi kantor gw hujan, dan dapet info dari si mba di rumah, di rumah juga hujan.  Yess... sesuka itu gw sama hujan.  Dari dulu, dari jaman gw sekolah.  Gwe suka petrikor, alias aroma tanah yang keluar setelah hujan turun. Dulu gwe menyebutnya 'bau debu', he..he.. Namun kemudian hari gw baru tau, itu istilahnya petrikor.  Selain itu, vibes hujan adalah tenang. Kita yang biasanya rush in every activities, kek menjadi calm sejenak. Slowing down... Bukan untuk bermalasan, tapi untuk 'jejek' atau grounded, menghayati apa yang lagi dirasa, dikerjain, dikepengenin. tsaaahhh... lagi cakep nih kalimatnya . 😂  Jujur, suka miris kalo ada orang yang komentar, "Aduh, hujan nih....". Ya Allah, hujan senyaman itu, rahmat dari Allah, yang lazimnya kita syukurin.  Dan untuk rekan-rekan di luar sana yang terdampak karena hujan, misalnya daerah rumahnya banjir, well, ini mem...

KTP Anak Lanang...

s.p.a.s.i...s.p.a.s.i Ada perasaan nyess, saat hari ini anak lanang kami ambil  KTP. Alhamdulillah dia genap 17 tahun di 30 Oct lalu. Ya Allah,,, Alhamdulillah bisa sejauh ini membersamai anak lanang satu ini. Jujur gw jauh dari sosok ibu yang sabar, kreatif, bervisi, jago masak, U name it lah kriteria idealnya seorang Ibu. Yang gw tau, gw sayang anak gwe, pengen dia jadi hamba Allah yang taat, bermanfaat, sukses, bahagia, selamat dunia akhirat.  Baby yang dulu 'botoh', hari ini officially jadi dewasa sesuai peraturan negara, Tsaah... Ah makind ewasa doa orang tua makin panjang, ternyata. Gw mulai berdoa dia dapet mantu yang shalihah, sekufu, greenflag. Tak lupa gw pun mendoakan dia jadi suami greenflag. Dan yang penting, mantunya itu sayang tulus sama gw... Gw in sya Allah bakal jadi mertua yang sayang dengan tulus kok. Apalagi kalo mantu gw anak orang kaya . eh.. keceplosan. ha..ha..  Lah ga papa juga sih, kan berarti in sya Allah gw bisa berkolaborasi dalam kebaikan. A...